#ALAMelihat

Bandung: Tentang Sejarah dan Pendidikan

Saat aku kecil, sering sekali mendengarkan lagi ini. Dari VCD yang dibelikan bapak, atau saat bapak menyanyikannya untukku. Pertengahan bulan Mei 2013, ada sebuah kegiatan yang harus aku ikuti di ITB. Setelah beli tiket di stasiun Pasar Turi, aku langsung terniang lagu masa anak-anakku dulu. Lagu itu sekarang sudah jarang aku dengarkan lagi. (more…)

By ALAM, ago
#ALAMelihat

Desiran Darah Jawa Menyeruak Hingga Candi Sukuh

Aku hidup dan besar di Madura. Hingga sekarang, aku lebih sering berada di pulau garam, bekerja dan beraktivitas. Berkumpul dan berkomunitas menjadi salah satu prioritas dalam menjalani hari-hari di Madura. [caption id="" align="aligncenter" width="614"] Pembuka: Tari Kupu[/caption] Pertanyaannya, apakah tidak ingin keluar Madura? Saya langsung jawab, bahwa aku juga ingin keluar meninggalkan Madura. Tidak untuk selamanya, tetapi untuk melihat sisi yang lain dari Indonesia. (more…)

By ALAM, ago
#ALAMelangkah

Negara Kecil yang Rintisannya Memukau Dunia

The Netherlands is very pioneer in building design matters, and the most densely populated country in Europe, which means the Dutch have to be creative with space for homes, jobs and infrastructure.

***

[caption id="" align="alignleft" width="300"]File:Claremont Surrey.JPG Claremount House[/caption] Tahun 1771, Baron Clive bersama calon mertuanya merancang Claremount House. Setelahnya bermunculan desainer-desainer bangunan ternama Belanda. Hingga akhir abad ke-17, bangunan megah seperti Trentham Hall, Cardiff Castle, Berington Hall, Royal Pavilion Brigton, hingga Theatre Royal Drury Lane berhasil dibangun. Teather Royal Drury Lane ketika dibangun kembali menjadi gedung teater terbesar di Eropa. Gedung ini dapat menampung 3919 kursi dengan panjang 200 meter dan lebar 108 meter. Belanda juga pionir di bidang "bangunan" transportasi dan merupakan salah satu negara dengan jalan raya paling padat di dunia. Setidaknya ada 135.470 km jalan umum, (more…)

By ALAM, ago
#ALAMelangkah

“Kota Terang Hemat Energi”

[caption id="" align="aligncenter" width="448"] Kilau Philips Mencantikkan Ruangan[/caption] Di rumah, di semua ruangan, di kamarku tanpa terkecuali, semuanya menggunakan lampu Philips. Selain memang lebih terang sinarnya, lampu ini sangat hemat energi. Kamu tahu ngga sik?, kalau ternyata di dunia, 19% konsumsi listrik digunakan untuk pencahayaan, dan menghasilkan sekitar 1,9 milyar ton emisi CO₂ per tahun. Dengan hanya beralih kepada pencahayaan LED, rata-rata penghematan energi sebesar 40% dapat dicapai. Penggunaan lampu Philips LED yang memiliki masa pakai hingga 15 tahun dapat mengurangi biaya listrik tiap tahunnya hingga 80%. (more…)

By ALAM, ago
#ALAMelangkah

Tugu Pahlawan Menjadi Lebih Anggun

Setelah sibuk dengan aktivitas komunitas Plat-M, lewat tweet seorang teman bahwa ada acara keren di Surabaya. Aku menjadi tertarik untuk datang, mengingat waktu itu adalah malam yang panjang: malam Minggu!. Waaaah! Aku sudah berada di lapangan Kodik Marinir. Di sini ada bazaar komunitas. Warga Surabaya tumplek blek di sini. Beberapa komunitas terlihat berkumpul menjadi satu, diantara komunitas fotografer dan capoeira. Tidak lupa beberapa kali aku jeprat sana jepret sini untuk mengabadikan momen keren seperti ini. Senang bisa bertemu dengan teman-teman baru di tempat ini. Event bazaar komunitas ini adalah serangkaian event dari Philips yang bertajuk "Kota Terang Hemat Energi". Ada beberapa serangkaian acara yang dimulai sejak 21-28 April di Surabaya, Diawali dengan diskusi meja bundar mengenai konsep "Liveable Cities" (Kota Nyaman Huni), workshop teknologi LED di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), talk show mengenai varian baru lampu LED 5W dan 7W di Tunjungan Plaza, dan Bazaar Komunitas di Lapangan Kodik Marinir. [caption id="" align="aligncenter" width="597"] Meriah, tata panggung juga menggunakan pencahayaan yang keren abis.[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="524"] Mulai TRIAD sampai Aura Kasih[/caption] (more…)

By ALAM, ago
#ALAMelangkah

Mokko Factory, Cafe Keren di Bangkalan

Mokko Factory Bangkalan Plaza

Kalau sudah bosen dengan aktivitas sehari-hari, meskipun di rumah sudah ada akses internet, meskipun dikantor juga sudah dilengkapi dengan kopi dan AC, tetapi tetap saja, jalan ke cafe menjadi "hobi mahal" yang sering aku jalani. Disebut mahal karena aku harus mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk membeli kopi dan snack kecil dengan harga sama dengan beberapa gelas kopi dan seonggok roti di warung pinggiran pelabuhan timur. Biasanya Surabaya menjadi tempat mencari cafe. Paling sering ke mall yang berderet banyak di kota pahlawan. Namun kini, di Bangkalan sudah ada mall meski tidak besar. Namanya Bangkalan Plaza. Banyak pro dan kontra dibangunnya mall pertama di Bangkalan ini. Aku ikut senang karena juga ada cafe yang nyaman untuk menjalani hobi mahalku. Eits, tanya dulu, apakah ada Wifi, kalau tidak ada, ya ngga jadi!. Dan jawabannya ada wifi gratis. Colokan juga banyak tersedia. Requirements yang aku butuhkan untuk kerja lengkap sudah. Wifi ada, kopi banyak, ada AC, colokan banyak, kurni empuk dan dapat bonus senyum manis dari karyawati yang cantik, heeeiisssh! (more…)

By ALAM, ago