Banyak Gadget, Banyak Rejeki?

Fasilitas lengkap, tidak pernah ketinggalan informasi

Penelitian di Amerika pernah menyebutkan bahwa orang Amerika rata-rata satu orang mempunyai dua ponsel. Apalagi seperti saat ini, teknologi tablet menggila di mana-mana. Sepanjang mata melihat orang di bandara, di kantor, di studio, di terminal, di kendaraan umum, di sekolah, di kantor di manapun pasti memang paling tidak satu hingga dua gadget berbagai jenis mulai dari ponsel jadul, ponsel pintar hingga tablet yang super tipis. Semuanya sedang menjadi trends anak muda zaman sekarang.

Memang ketika kita memiliki banyak gadget ataupun teman pintar dengan keanekaragaman macamnya membuat orang sangat tertarik untuk memilikinya belum lagi berbagai fitur yang ada di dalamnya. Informasi, update berita sampai bersosial media merupakan seperti kewajiban setiap hari. Belum lagi penggunaan gadget seperti kamera digital hingga mp3, mp4. Perlu anda ketahui semua peralatan elektronik perlahan tapi pasti memakan energi yang ada di bumi. Tragisnya lagi ketika menggunakan energi secara berlebih-lebihan cenderung boros.

Padahal sebenarnya itu

Faktanya, ketika ada 15 Komputer on standby mode selama tiga jam saja, maka setidaknya perlu uang sebesar Rp3,318,343, yang ini dihasilkan dari 227 W x 3 jam x 365 hari x 0.001 x Rp890 x 15. Sesuatu pemborosan yang sangat nyata. Belum lagi ketika penggunaan secara bersamaan seperti saat 15 komputer, microwave oven, modem, copier, dan printer mati tapi kabelnya lupa dicabut. Maka setidaknya perlu uang Rp988,281 yang dihasilkan dari = 13.8 watt x 12 jam x 365 hari x 0.001 x Rp 890 x 15). Hal itu baru satu kepala keluarga, bisa dibayangka berapa biaya yang harus dikeluarkan, dan berapa satuan energi yang dikuras di bumi ini. Semuanya harus diubah, harus ada perubahan agar tidak menjadi pribadi yang boros energi.

Lakukanlah dari hal yang sederhana

Jika anda merupakan pribadi dengan banyak gadget, anda harus memerhatikan kapan gadget anda itu di charge, standby dan harus dimatikan. Jangan sampai komputer tetap nyala dengan tertancap di listrik tetapi tidak ada penghuninya. Saya juga melakukan hal kecil, karena saya percaya sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya adalah admin salah satu Laboraorium di kampus Universitas Trunojoy Madura. Saya sering menjadi orang terakhir yang menutup pintu laboratorium, sering saya mendapati komputer laboratorium dalam keadaan hidup tetapi tidak ada penghuninya. Saya berkomitmen tidak akan meninggalkan laboratorium dalam keadaan ada komputer yang masih nyala, tidak lupa mematikan AC ketika sudah tidak ada penghuninya. Mulailah dari hal-hal yang sederhana kita bisa mengubah dunia.

 

ALAM

Berikan Komentar