Beri Aku 10 Menit!

Sekali mendayung, satu dua pulau terlampaui. Mungkin pribahasa itu yang sangat cocok untuk menggambarkan kegiatanku akhir pecan ini.  Jum’at, 2 Maret 2012 aku sengaja silahturahmi ke rumah kakek dan nenek di kecamatan Babat, Lamongan dengan rencana esok hari menghadiri undangan dari di Tuban, karena venue acara yang tidak terlalu jauh dari rumah kakek-nenek, aku memilih menginap di desa tempat ayahku menghabiskan masa kecilnya ini. Terus ada acara apa di Tuban? Hmmm… aku menghadiri acara blogger Tuban. Ya,  komunitas yang di deklarasikan saat acara Blogger Nusantara 2011 ini akan mengadakan acara untuk pertamakalinya *informasi dari Darul*.

Dengan membawa bodyguard,aku berangkat ke Tuban hari Sabtu, tepat jam 12.00 WIB. Lho, bawa bodyguard to? Gimana ya jawabnya, aku punya sepupu. Keponakan bapakku. Dia masih kelas 3 SMA, tapi badannya gemuk besar mirip bodyguard. Ditambah kulitnya yang warna sawo matang mendekati cokelat menambah kesan kegarangannya. *kalau ndak percaya tanya mas Faza dan Mas Aang*

Aku sangat menikmati perjalanan dari desa Kepoh kecamatan Babat menuju kota Tuban. Melewati sungai terpanjang di Pulau Jawa yang terkenal sampai ke negeri Sakura Jepang. Apalagi kalau bukan sungai Bengawan Solo. Beberapa saat kemudian melewati pondok pesantren Langitan yang baru saja ditinggalkan kyai besarnya KH. Abdullah Faqih *mari bersama mengirim Al-Fatihah untuk sang Auliya’*.

Bertemu Mas Faza dan Mas Aang di pom bensin widang kami langsung melanjutkan perjalanan. *lah ngapain mereke di pom bensin?* Ya, ngisi bensin lah. Masa ngisi air! *lah terus kok bisa ketemu, gimana ceritanya* Kan ada internet dan hape to! Udah ah intermezzonya. Sepanjang perjalanan, aku melihat ada hal unik yang belum aku temui di Madura *gak tau kalau aku yang kuper*. Jalan dari arah Babat ke Tuban di bagi empat lajur yang dibagi menjadi dua. Dua lajur untuk kendaraan raksasa, dua lajur di samping kanan dan kiri dengan lebar sekitar dua meter diberikan untuk sepeda motor. Untuk pembatasnya hanya menggunakan cat putih. *cat atau apa ya itu namanya?, itu lo pembatas lajur di jalan raya? Masa’ gak tau!*

Jalannya halus dan begitu baik. Aku semakin nyaman menarik pedal gas untuk melajukan motor lebih kencang. Setelah dihibur dengan hijaunya sawah sepanjang jalan, sekarang ‘layar bioskop’ berganti dengan latar hutan yang lebat di samping kanan dan kiri *mirip kalau main game balapan di laptop*. Meski memerlukan waktu satu jam lima menit, tetapi dengan hiburan sepanjang jalan membuatku sangat menikmati perjalanan berangkat ke venue acara.

*sudah lima paragraf loh, terus gimana cerita dari acaranya. Ini mau cerita perjalanan apa acaranya sih?* dua-duanya bos. Biar tambah panjang tulisannya,hehehehe. Sebuah spanduk selamat datang menyambut kedatangan kami berempat. Di gedung Dikporan Tuban, kami juga bertemu dengan kawan dari kampus yang punya rumah di Tuban yaitu Tika dan Darul. Ngobrol-ngobrol bentar, eh ketemu dengan King Nopy. *gila benar orang ini, dimana-mana selalu ada. Padahal gak di jemput dan pulang gak diantar! Jiah, Jailangkung laan!*

Nak-kanak Plat-M dan beberapa peserta blogger tuban festival 2012

Acaranya pun dimulai oleh MC cewek yang lumayan cantik, entah siapa namanya. Lupa. Eh, ternyata dan ternyata, pemateri dalam acara blogger Tuban Festival ini adalah King Novianto Puji Raharjo.S.Kom to? Setelah sambutan ini dan itu sekarang giliran King Nopy yang berbicara dan berbagi materi tentang dampak sosial media untuk masyarakat. Peserta yang datang dari kalangan pendidikan SMP ataupun SMA se-Tuban terlihat sangat menikmati materi yang disampaikan. Beberapa materi aku sudah pernah dapat dari mas Donny BU. Tapi karena King Nopy membawakan dengan sangat nyantai dan lucu membuat acara berlangsung meriah.

Sesi terakhir ada pengumuman pemenang lomba blog dengan tema wisata Tuban. Lomba blog ini cukup unik karena peserta harus membuat blog -bukan tulisan- dengan url, isi, sampai kategori harus bertemakan wisata Tuban. Dari 25 peserta, dipangkas menjadi 10 besar pemenang lomba yang berhadiah total 2.750.000 rupiah ini. Waw! Lumayan ya?

“Itu adalah 10 besar terbaik untuk lomba blog, nah! Untuk pemenang 1,2 dan 3-nya nanti akan dinilai oleh blogger tamu yang sudah datang jauh-jauh dari Madura yaitu Klebun Wahyu Alam, dan Darul”. Ucap King Nopy dengan begitu santainya. *Nah Loh!, kita yang harus menentukan pemenang? Terus gimana ini? #belagakBegok* “Monggo tim juri untuk maju ke depan dan tentukan pemenang 1, 2 dan 3” ucapnya lagi sambil duduk santai. *hah? Mangnya pemilu, dipilih langsung?* Waduh, kacau ini. Aku dan Darul sambil tersenyum kecut maju ke depan. Sebenarnya tadi di luar ruangan sudah diomongkan oleh King Nopy dan Pak Zain. Tapi ini disaksikan langsung oleh peserta,hadiahnya nggak main-main lagi? Terus aku ini siapa?, kok bisa menentukan juara 1, 2 dan 3. “Silahkan tim juri” ujar King Nopy sambil memberikan mic kepadaku. *mati aku! Ngomong apa ini?* belum ngomong di depan forum, aku berdiskusi. Ini gimana ini? Masa langsung ditentukan pemenangnya di sini? Di depan pesertanya langsung? “yasudahlah, saya sudah menilai 1 sampai 10, sekarang saya pasrahkan kamu” jawab King Nopy. Disamping kami berdiskusi, peserta mulai was-was dan menunggu hasil dari perlombaan ini. *dan aku semakin panik*. Gini aja ya, beri saya waktu 10 menit untuk menilai 1 sampai 10. “terserah kamu sajalah!” pasrah King Nopy.

“Oke, perkenalkan saya Wahyu Alam. Saya Blogger dari Madura yang berangkat dari rumah berharap duduk santai menyimak pemateri, eh ternyata disuruh jadi juri. Jadi beginis aja, nanti kami akan berdiskusi untuk menentukan siapa juara 1,2 dan 3. Kurang lebih 10 menit. Mohon untuk ditunggu!” jelasku di depan peserta blogger tuban festival. Aku matikan screen di depan. Kemudian memulai untuk menilai. Ditengah aku menilai, Darul maju ke depan mengisi kekosongan acara dengan memberikan doorprize yang masih tersisa dari sponsor.

Aku sudah mendapatkan juara 1,2 dan3 versiku. Aku menyerahkan kepada MC. Kemudian MC meneruskan ke pembicara. Setelah mereka berdiskusi. “yang menentukan pemenangnya anda saja, pembicara sudah tidak ikut-ikut lagi!”, oh gitu! Okelah segera diumumkan saja, tidak enak sudah banyak yang menunggu. Akhirnya aku membacakan pemenangnya dengan rasa sangat percaya diri. Peserta terlihat sangat tegang mendengar setiap apa yang aku ucapkan. Kemudian juara 1,2 dan 3 maju ke depan dan mendapatkan hadiah.

Setelah selesai acara, saya baru sadar bahwa yang menentukan siapa-siapa saja yang mendapatkan uang dengan total 2.750.000 itu adalah aku. Padahal tidak ada niatan dari rumah untuk menjadi juri. Apalagi juri langsung di tempat. Cuma 10 menit. Dan itu semua dilakukan di depan peserta semua. Sesuatu yang jarang sekali dilakukan diperlombaan manapun. #barusadar

ALAM

One thought on “Beri Aku 10 Menit!

Berikan Komentar