Berkawan dengan Air Terjun Toroan

wahyualamcom - pantai di air terjun toroan sampangTempat ini sudah lama aku ketahui. Rasa penasaran akhirnya terbayar. Meski harus melakukan perjalanan super melelahkan. Untuk sampai ditempatnya, aku harus mengukur aspal di utara Madura, melewati beberapa ranjau di ruas jalan. Hingga akhirnya aku benar-benar mengetahuinya. Melihatnya dari dekat. Menyentuh keindahannya. Ia bernama Air Terjun Toroan. Nama yang mahsyur di kalangan pecinta foto. Namun tak banyak yang dapat mendekatinya.

Usai sholat Dhuhur, aku bertanya ke petugas Masjid yang sedang bertugas. Dengan pakaian santai, ia membersihkan langit-langit Masjid menggunakan galah panjang. Ia seperti begitu menikmati pekerjaannya.

Obrolan panjang pun terjadi.

Selain diberi tahu arah menuju air terjun toroan, aku juga diberi tahu sedikit sejarahnya. Begitu baik petugas Masjid ini. Bahkan ia mencatat nomorku dan berjanji akan mencariku di Facebook. Namanya Fendi. Keakraban kami seperti sudah lama bertemu. Semoga bisa bertemu di lain waktu, Fendi.

Pasukan Plat-M melanjutkan perjalanan dengan penasaran yang membuncah. Tak satu pun diantara kami yang pernah mendatangi air terjun toroan. Kami menyusuri jalanan ke timur Masjid tempat kami sholat Dhuhur. Matahari masih begitu terik menghiasai pesisir utara Sampang. Kaca mata hitamku seperti tak terlalu berfungsi.

Sampai di tempat parkir, aku tak melihat tulisan selamat datang. Tak ada papan penunjuk arah tentang tempat wisata yang terkenal ini. Mungkin kalau tidak diberi tahu orang dimana letaknya, aku tak akan tahu dimana posisi air terjun. Begitu pun jika pendatang melewati jalanan ini, mereka tidak akan mengetahui kalau di bawah jalan aspal yang mereka lewati terdapat pemandangan yang indah.

Aku harus menuruni jalanan yang cukup curam dari jalan aspal menuju tempat parkir. Begitu parkir motor selesai, kami disambut kilauan air laut yang memantulkan sinar matahari. Aku harus mengeryitkan dahi dan memicingkan mata. Silau.

Kami tak bisa berdiri di tempat parkir terlalu lama. Teriknya matahari menyiram siapa saja di bawahnya. Sempat bertanya-tanya, dimana letak air terjun itu jika sejauh mata mamandang yang terlihat adalah bebatuan dan pantai. Dimanakah letak air terjun yang tersohor ke seluruh penjuru Jawa Timur ini.

Kami ditunjukkan oleh penambang pasir. Aku akhirnya dapat melihat air terjun toroan. Seperti bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan yang menjulang ke laut. Di sisi utara air terjun terlihat hamparan laut jawa. Begitu luas seolah tak bertepi.

air terjun toroan wahyualamcom

Kami tiba di lokasi air terjun toroan tepat di waktu Ashar. Meski begitu, matahari masih bersinar begitu terangnya, kami berteduh di bawah pohon dan batu yang menghadang kami dari teriknya matahari.

Suara deburan air terjun yang menghujam ke air laut menjadi relaksasi. Menurut Fendi, si penjaga Masjid, air terjun toroan berasal dari sumber besar yang berada di selatan air terjun. Namanya Somber Pajung. Atau dalam bahasa Indonesia: Sumber Payung.

Jika melihat besarnya debit air yang meluncur, tak bisa dibayangkan berapa besar sumber payung itu. Di musim kemarau seperti sekarang airnya tetap meluncur deras. Bahkan begitu deras. Wajar jika di dekat aliran sungai sumber payung masih terlihat hijau, di saat dedaunan yang lain sudah berwarna cokelat.

Tujuan utama kami ke sini tentulah untuk berfoto-foto. Uniknya kita bisa berfoto dari dua sisi. Bisa menggunakan latar air terjun toroan atau latar laut Jawa. Menghadap ke utara berlatar air terjun toroan, menghadap ke selatan laut Jawa siap menampilkan kecantiknya laut lepas.

Air terjun toroan. Destinasi cantik yang berada di Sampang. Semakin melengkapi kecantikan pantai dan hutan Nepa yang masih satu jalur dengan air terjun toroan. Satu lagi tempat cantik tersembunyi di pulau Madura.

Bagaimana? Tertarik ke sini? Ajak Plat-M!

ALAM

5 thoughts on “Berkawan dengan Air Terjun Toroan

  1. Halo mas. Saya tertarik untuk mengunjungi air terjun toroan ini. Ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan boleh ya.
    1. Berapa lama waktu tempuh dari surabaya sampai menuju lokasi?
    2. Aman kah apabila melakukan perjalanan seorang diri?
    3. Bisakah dan amankah menikmati waktu sunset seorang diri?
    4. Adakah penginapan dekat lokasi?

    Terima kasih sebelumnya

    1. Halo mas Teguh. Saya jawab ya:
      1. Sekitar 5 jam, disarankan naik kendaraan pribadi (motor/mobil)
      2. Aman, asal siang hari ya mas.
      3. Bisa dan sangat memungkinkan.
      4. Saya kurang paham, ada penginapan atau tidak. Tapi saya ada kenalan warga yang tinggal di sekitar air terjun toroan, jika mau, silahkan kontak saya di LINE: @wahyualam

      Semoga membantu ya, mas.
      Terima kasih.

Berikan Komentar