Bersihkan Hati dengan Berwisata Religi bag.2

Wisata Religi Tahun 2009 menggunakan motor

Setelah tahun 2009 berwisata religi ziarah 5 wali dengan menggunakan motor, 2 tahun berselang anggota Dhiba’an – Kebun kembali mengadakan wisata religi 5 wali pada hari selasa, 26 Juli 2011 kemarin. kali ini 95% Anggotanya ikut berpartisipasi, sebanyak 19 orang dengan menggunakan bis mini kami memulai wisata hati dari Makam Waliyullah dari Bangkalan, Syaichona Cholil. Makamnya terletak di daerah Mlajah – Bangkalan. Masjid megah yang belum rampung dibangun menjadi tempat yang istimewa bagi sang Wali untuk menghadap sang Pencipta.

Bis sudah mendarat di Masjid tempat disemayamkan Syaichona Cholil

Rombongan datang dari berbagai daerah di Indonesia. tempat ini merupakan tempat wajib bagi peziarah makam wali di Madura khususnya di Bangkalan. Matahari yang masih mengintip di tengah dinginnya udara pagi, rombongan dari anggota Dhiba’an – Kebun sudah mendarat di tempat parkir depan Masjid. Setelah memanjatkan do’a bagi Sang Kiai, kita melanjutkan perjalanan merayapi Jembatan sepanjan 5.4 Km, Suramadu menuju “Bapak”nya Para Wali yaitu Sunan Ampel. Bis berwarna grey ikut menenggelamkan diri dengan berbagai macam kesibukan kendaraan yang sedang beraktifitas pagi.

Setelah berdo’a untuk sang Wali dan dua orang muridnya yaitu Mbah Bolong, dan Mbah Soleh yang berada satu kompeks di Masjid Sunan Ampel, kita manfaatkan untuk sarapan sebelum langsung menuju putra Sunan Ampel yaitu Sunan Bonang di Tuban. Dari Surabaya ke Tuban ditempuh dengan tiga jam. Sebelum menuju alun-alun Tuban untuk berziarah ke Makam Sunan Bonang, rombongan berhenti di sebuah tempat wisata religi di Tuban, yaitu Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi. Sesuai namanya, Masjid ini berada di bawah tanah, dengan ornamen alami dari keindahan batu gua, Masjid ini juga disulap menjadi masjid yang cantik dengan berbagai hiasan dari batu marmer dipercantik dengan percikan cahaya lampu dan beberapa dinding gua buatan menjadikan perpaduan unik yang membuat orang penasaran. Untuk memasukinya kita harus melepaskan sandal, karena meski seperti gua, ini masih berfungsi sebagai Masjid lengkap dengan tempat Wudhu’.

berpose di masjid bawah tanah *padalah dilarang mengambil gambar!*

Perjalanan dilanjut ke alun-alun kota Tuban, dimana tepat di belakang Masjid Agung Tuban bersemayam makan Sunan Bonang. Ketika rombongan datang kesana, kondisi makam sangat ramai dengan pengunjung dari daerah lain. selain itu, terlihat beberapa peralatan untuk membangun rumah. Ya, menurut juru kunci, areal Makam Sunan Bonang akan diperluas agar memudahkan para peziarah yang datang mendo’akan wali yang punya dua makam ini.

Berpose di depan Masjid Agung Tuban

Adzan Dhuhur sudah berkumandang dari speaker Masjid Agung Tuban ini, rombongan Dhiba’an memanfaatkan beristirahat makam siang sekaligus Shalat Dhuhur di Masjid Megah ini. setelah Sholat, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Lamongan. di Lamongan ada adik Sunan Bonang yaitu Sunan Drajat. Setelah Sunan Drajat selesai dilanjutkan ke Timur lagi tepatnya di Gresik, di kota Industri ini ada dua dari Wali Songo, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Perjalanan diakhiri ke Makam Kiai Asrori yang berada di daerah Kedinding – Surabaya.

Di depan kompleks makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim

Setiap tempat memberikan pengalaman yang berbeda, sungguh menjadi sebuah perjalanan pembersih hati sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dengan mengunjungi para Walinya. Melihat makam Wali Songo sudah merupakan pelajaran berarti kalau sebenarnya kematian itu sangat nyata adanya.

 

Download Lengkap foto wisata religi

 

ALAM

4 thoughts on “Bersihkan Hati dengan Berwisata Religi bag.2

  1. mas wahyu,, beneran,, fotonya bikin ga betah…. πŸ˜€
    tp hebat2..
    saya belum pernah ke syaichona kholil,, πŸ™

Berikan Komentar