Buber dengan 4 Keluarga

Benar kata orang, bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Tidak terkecuali bagi diriku sendiri. Beruntun dalam empat hari aku bisa bersilahturahmi dengan empat keluarga yang berbeda. Silahturahmi kali ini berbeda dengan karena diselingin buka bersama. Sebuah acara wajib bagi semua orang ketika memasuki bulan puasa.

Suasana buber Warga Labsi

Setelah sebelumnya 16 Agustus 2011 berbuka puasa dengan teman-teman komunitas dari berbagai daerah seperti Mas Donny BU, dan Pak Onno W Purbo sebuah momen langka, kali ini diawali pada hari kamis, 18 Agustus 2011 aku berkumpul, rapat sekaligus buka bersama di Laboratorium Sistem Informasi bersama teman-teman Warga Labsi.

Sangat spesial karena sangat jarang sekali teman-teman bisa lengkap hadir dalam acara tahunan ini. Biasanya kita sibuk dengan kesibukan sendiri-sendiri, rapatpun tidak pernah lengkap karena ada kepentingan mendadak dan keperluan lainnya. Hari itu kita bisa berkumpul, sharing, dan curhat kepada petinggi-petinggi Labsi seperti Pak Yusuf, Pak Lutfi, dan Pak Husni. Acara buka puasa ini ternyata yang terakhir kalinya diadakan di Labsi, karena tahun depan kita akan memakai gedung Laboratorium yang baru. Semua kisah senang, bahagia, suka, duka, sedih yang tergelar di ruang 8ร—8 m ini akan tinggal kenangan.

Tapi hal ini tidak membuat teman-teman sedih, justru sangat senang karena ketiga petinggi Labsi bisa membagi pengetahuan dan motivasi kepada semua mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang baik dan unggul dalam bidang apapun, tidak terkecuali Informatika. tidak terasa waktu buka puasa sudah tiba, nasi bebek sinjay-pun lahab kita santap sambil berdiskusi ringan. Luar biasa!

Pak Husni menyampaikan kultum ke alumni BEMFT 2010

Sebuah pesan singkat undangan buka puasa di ponsel membuatku menyisihkan waktu untuk hadir dalam acara buka puasa bersama BEM FT angkatan 2010 pada 19 Agustus 2011. Acara ini sangat berbeda, karena bisa dibilang ajang reuni juga buat para punggawa BEM FT angkatan 2010.

Aku berangkat dengan Pak Husni dari kampus menuju tempat diadakan acara buber di Warles Bangkalan. Sampai disana, aku disegani oleh teman-teman karena berboncengan dengan Pak Husni, aku turun dari motor bak pengawal seorang raja, semua teman-teman menghormati kedatangan dosennya. Sampai warung lesehan Pak Husni memberikan kultum 5 menit yang sangat memotivasi kita alumni BEM 2010. Salah satu isi kultum itu kita -mahasiswa- harus shalat dan sabar. Sabarnya mahasiswa adalah dengan belajar, dengan begitu tidak perlu takut terhadap masa depan.

http://tastefood.info/wp-content/uploads/2010/08/150.jpg

Opor ayam

Pada 20 Agustus 2011 yang bertepatan dengan malam 21 bulan Ramadhan merupaka hari istimewa bagi orang Madura. Biasanya setiap malam 21 bulan Ramadhan, warga Madura memotong ayam untuk dibuat opor sebagai perayaan malam 21 yang disebut slekoran atau malem slekor. Aku tidak menyia-nyiakan momen ini dengan pulang lebih awal dari kegiatan sehari-hari untuk bisa buka puasa bersama di rumah. Ibu pasti sudah menyiapkan opor ayam lengkap dengan nasi pettok persis seperti saat lebaran Idul Fitri. Menu ini sangat istimewa bagi keluarga kita karena hanya pada saat tertentulah kita bisa menikmati hidangan ini.

alumni SMK Negeri 2 Bangkalan lulusan tahun 2008

Sehari setelahnya, 21 Agustus 2011 sms dari seorang teman-teman alumni SMK Negeri 2 Bangkalan menarik perhatianku. Aku atur waktu untuk bisa berkumpul dengan teman-teman alumni seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebuah cafe yang menyediakan masakan nasi bebek dipilih untuk menjadi venue buber kali ini. Setiba di sana aku bernostalgia dengan teman-teman sekelasku selama tiga tahun di SMK Negeri 2 Bangkalan. Canda tawa teman-teman yang hadir mengingatkanku pada kenangan masa sekolah dulu. Kini teman-teman sudah kerja, kuliah dan bahkan sudah yang berkeluarga. Pertemuan yang sangat mengagumkan.

Sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah sehingga aku masih bisa bersilahturahmi dengan 4 keluargaku. Aku sangat menikmati dan sangat mensyukuri hal ini, semoga masih tetap berulang di tahun-tahun berikutnya. Amin!

ALAM

4 thoughts on “Buber dengan 4 Keluarga

    1. itu kan waktu miskin kamera, jadi fotonya sangat terbatas sekali. next time lah! ๐Ÿ™‚

Berikan Komentar