Menjelajah Destinasi Anti-Mainstream di Bali

DSC_4518

Berapa kali pun menelusuri keindahan Bali, maka tak ada sedikit pun merasakan bosan. Awal Nopember yang lalu, aku sekali lagi menjelajah Bali. Kali ini terasa lebih istimewa, karena menjelajahnya barengan dosen ITS dan Presiden AIS Dunia. Mulai dari melihat pertunjukan, mencoba kopi luwak, hingga menelusuri Pura Tirta Empul. 

Hari Minggu siang aku sudah di Bali, hingga Selasa adalah waktuku bekerja. Ditugasi menjadi event manager AISINDO di Hotel Sanur Paradise Plaza, tak banyak tempat yang bisa aku kunjungi. Meski hanya sepelemparan batu dengan Pantai Sanur, namun tanggung jawab tidak bisa ditinggal. Barulah di hari Rabu, ada waktu khusus melepas penat setelah tiga hari menyiapkan acara ISICO/SESINDO 2017. (more…)

Ngomongin Media Sosial dan Blogging di Surabaya, Sampang dan Bangkalan

Ibarat kereta api, ini adalah serangkaian gerbong yang terus menyambung. Setelah bulan Juni sharing tentang HOAX di Pamekasan, baru dapat kesempatan ‘berceramah’ lagi di Surabaya pada bulan Juli. Mebiso.com menghubungiku melalui Mbakchin GNFI dan berhasil memaksaku ngomongin tentang viral marketing. Tak lama setelahnya, Kampus UTM melalui program studi Sistem Informasi Read more…

Keseruan Naik ‘Banana Boat’ di Gili Genting, Sumenep

Berkas:Peta Sumenep Kepulauan.png

Akhir pekan terlalu singkat untuk menjelajah pulau-pulau kecil di timur Madura. Ada 126 kepulauan yang masuk dalam wilayah Sumenep, 78 diantaranya tak berpenghuni. Aku baru pernah menginjakkan kaki di dua pulau saja: Gili Labak dan Gili Iyang. Hari ini, aku akan menambah koleksi pulau yang pernah aku datangi.

Gili Genting menjadi daftar pulau berikutnya yang akan aku eksplorasi.

Difasilitasi Komunitas Blogger Plat-M, aku mengajak istri ikut bergabung bersama duabelas anggota Plat-M lainnya. Tak ada niat lain selain MENDUNIAKAN MADURA! (more…)

Honeymoon ke Solo Tanpa Itinerary

Ketika diminta memilih Lombok atau Solo, istri memilih Solo. Peninggalan Jawa kuno adalah alasan utama. Selain itu, biayanya lebih hemat daripada Lombok.

Aku menyiapkan tiket pulang-pergi dua minggu sebelum akad nikah. Aku ingin memberinya kejutan ketika resmi menjadi suaminya. Beberapa jam usai prosesi akad nikah digelar, aku menyodorkan amplop yang berisi tiket. Sonar kegembiraan tak dapat terbentuk dari wajahnya. Tak terlupakan.

Enam hari pascamenikah, kami berangkat ke Solo. Kereta Sancaka dari Stasiun Gubeng meluncur ke Stasiun Solo Balapan. Menyusuri Jawa bagian selatan, mengantarkan penumpangnya ke tujuan masing-masing.

(more…)

Keberagaman Blogger Indonesia Menduniakan Madura

Blogger dari berbagai daerah datang ke Madura. Ada yang menggunakan pesawat, kereta, bis, mobil bahkan sepeda motor. Berkumpul di Surabaya, hingga berkeliling empat kabupaten di Madura. Merayakan keberagaman. Menikmati kebersamaan. Beruang kutub pasti merasakan kebahagiaan saat menyaksikan matahari menyemburatkan sinarnya dari ufuk timur. Meski tak begitu lama, namun kebahagiaan itu Read more…

Melihat Keindahan Batu Cangghe di Pulau Giliyang

Ini tentang perjalanan ke timur. Menjelajah bibir utara Madura, menyeberang ke pulau, hingga melihat pesona bebatuan dengan panorama tak ada duanya.

Ini adalah trip yang sesungguhnya. Kalau minggu depan itu kita bekerja, bukan jalan-jalan. Begitulah yang aku katakan di dalam mobil. Aku, Raden, Aldi, Eko, Vicky dan Riska melakukan perjalanan empat kabupaten. Menyisir Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Perjalanan ini dalam rangka melakukan survei sebelum acara Menduniakan Madura yang akan dihadiri sekitar 50 blogger dari pelosok negeri. (more…)

Mandi Oksigen Giliyang

Di suatu dini hari di Giliyang. Peserta dan Panitia #MenduniakanMadura masih bergelut dengan mimpinya. Suasana sunyi dan hening, kecuali suara dengkuran dari beberapa peserta pria. Semilir angin laut pun berhembus di sekitar homestay. Hujan tadi malam membuat cuaca dini hari ini semakin sejuk. Aku terbangun dan melihat jam di ponsel Read more…