Archive for the Opini Category

Mengintip Motor Performa Juara

honda

Dua tahun bersama si bebek cepat, aku merasa sangat nyaman. Si bebek cepat ini adalah Honda Supra X 125R. Bersamanya, aku sangat dimanjakan. Mau pergi ke tempat kerja bisa datang tepat waktu berkat kecepatannya. Tapi kemarin, saat berselancar di dunia maya. Pandanganku terhenti pada tab browser yang terbuka dan tergambar New Honda Blade S. Gerak mouse terdiam, hanya scroll yang aku tarik ke bawah laman yang menyediakan fitur-fitur barunya. Bagaimana tidak, New Honda Blade dilengkapi dengan mesin EFT (Efficient & Low-Friction Technology) berkapasitas 110 cc, SOHC, 4 tak dengan performa tinggi namun efisien. Ini jelas semakin memperbaiki edisi Honda Blade R yang telah terbukti sebagai motor performa juara bergaya racing dan sporty. Serasa mempunyai sepeda berkelas MotoGP gitu.

Terus masalah performa dan bahan bakar bagaimana? ngga keren kan kalau motor yang kita pakai itu harus bolak-balik ke pom bensin hanya gara-gara mesin yang boros bahan bakar?. Continue reading Mengintip Motor Performa Juara

Epilogi: We One Big Family


Mempunyai keluarga besar merupakan suatu kekayaan begitu luar biasa yang diberikan Allah SWT. Apalagi saat ada perjumpaan setelah begitu sangat lama terpisah. Perjumpaan itu membawa ke sebuah dimensi masa lalu. Melaju di masa-masa anak-anak, bercerita dan mengingatkan kembali. Sungguh seperti melayang tidak tentu arah saat masa-masa kecil itu tergambar jelas di depan kepala. Mengungkap yang sudah lama terlupa. Ini lebih dari sebuah kenangan, air mata, kesusahan, kerja keras dan persaudaraan.

Sungguh sangat beruntung diri ini dilahirkan di keluarga besar, sangat besar. Dari Lamongan sampai Madura, dari Jakarta sampai Papua. Terlukis jelas. Begitu indah ketika kami bisa berkumpul lagi, meski waktu mengikat kita.

Canggihnya teknologi komunikasi seperti apapun tidak bisa menggantikan. Sekadar membaca pesan singkat melalui SMS, mendengar suara melalui telepon, pun melihat foto dan video melalui canggihnya internet tidak bisa mengalahkan perjumpaan lahiriah. Ketika bisa menatap wajah meronamu. Ketika tangan bisa berjabat erat. Ketika hidung ini bisa mencium tangan-tanganmu. Begitu tarasa keras kulit tanganmu -menandakan selalu bekerja keras-. Merasakan belaian tanganmu di kepalaku penuh harap. Menatap matanya yang berbinar seolah terlukis kerja keras. Melihat senyum yang mengembang darimu saat kuceritakan semua kisah saat kemarin kita terpisah.

Begitu indah rasanya. Semua tidak akan terjadi jika jarak ratusan kilometer dengan kejam memisahkan. Ratusan kilometer dengan mimpi-mimpi masing-masing. Melanjutkan hidup, menikmati detik demi detik waktu tersisa di dunia. Kalau sudah begitu tidak ada obat kerinduan kecuali sebuah pertemuan.
Putaran jarum jam tidak akan pernah berputar berbalik arah. Matahari tidak akan kembali dari barat ke timur. Waktu berjalan dengan cepat dan tak peduli siapa di depannya. Semua dilimbas dengan begitu kejam. Sampai ketika tibalah masa perpisahan. Belum habis rasanya kerinduan mengelupas dari kulit ini. Belum selesai beberapa cerita tentang hari kemarin. Hari saat kita berpisah. Saat kamu di sana dan aku di sini. Lagi-lagi aku tidak bisa menghentikan kencangnya laju waktu. Kini kita harus benar-benar kembali ke masa di mana aku sibuk dengan impianku. Kamu sibuk dengan mimpi-mimpimu. Kembali ke masa saat hanya bisa mendengar suaramu, melihatmu tidak bergerak di foto atau sekadar melihatmu di dari balik layar laptop. Aku, juga keluargaku, merindukanmu semua.

Tak tahu kapan kita bisa kembali bertatap muka, berjabat tangan, mencium tanganmu, melihat senyummu, tanpa halangan layar laptop juga bukan terlihat di kertas foto. Semoga waktu akan berbaik hati memberikan kesempatan kita untuk bertemu lagi. Hanya satu yang pasti: we are one big family.

***

Tulisan ini aku dedikasikan untuk semua paman-pamanku, bibi-bibiku, sepupu-sepupuku dan semua saudaraku di Papua, di Jakarta dan semua yang lagi merantau di manapun berada. We miss all of you!.

Mari Datang ke Blogilicious Edisi Madura

Meski tidak bisa mendampingi armada Plat-M pada acara akbar pertengahan tahun 2012 ini aku tidak mau berdiam diri melupakan segala persiapannya. Ya aku harus ke Jakarta pada saat bersamaan. Tapi sampai H-1-pun aku masih bekerja dan berjuang agar acara ini sukses menjadi pembuka yang dahsyat sebelum melangkah ke 6 kota yang lain. Berbeda dengan Blogilicious 2011, tahun ini idblognetwork memilih komunitas blogger ‘daerah’ di Indonesia. Solo, Maros, Banjarmasin, Menado,  Medan, dan Tangerang merupakan tempat hadirnya acara yang bertemakan Fun-nya nge-blog, Pentingnya nge-blog berkualitas sekaligus Delicious-nya hasil Nge-blog.

Berikut saya repost dari postingan di blog Plat-M.

Blogilicious ke Madura? Baru dengar Blogilicious?. Yaps.. Blogilicious adalah sebuah event yang digagas olehidblognetwork. Event ini merupakan gabungan seminar sekaligus workshop. Tahun ini Blogilicious hadir di 7 kota di Indonesia dengan target 200 peserta. Bangkalan (Madura) termasuk dari 7 kota tersebut sekaligus kota pembuka event blogger ini. Blogilicious bertujuan mengajak anak muda Indonesia menjadi “positive blogger” dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat tidak mengandung SARA, bebas dari konten negatif dan diharapkan dapat menjadi pewarta positif (positive netizen) di dunia digital.

Blogilicious kali ini bertemakan #CreativeBlog diadakan selama 2hariBlogilicious memiliki semangat (spirit) untuk menunjukkan Fun-nya nge-blog, Pentingnya nge-blog berkualitas sekaligus Delicious-nya hasil Nge-blog. Blogilicious yang disponsori oleh TELKOM Multimedia ini juga mengadakan Kompetisi  7 kota berhadiah nonton MotoGP Sepang tanggal 15-16 Oktober 2012 dan Gadget.

Berikut Road show Blogilicious di 7 kota :

1. Madura : 07 – 08 Juli 2012

2.  Solo : 14 – 15 Juli 2012

3. Maros : 01 – 02 September 2012

4. Banjarmasin  : 08 – 09 September 2012

5. Gorontalo : 15 – 16 September 2012

6. Medan : 22 – 23 September 2012

7. Tangerang : 29 – 30 September 2012

Siapa saja sih ketua pelaksana dan penasehat komunitas ?. Dari kiri atas Plat M (Madura) Ketua Pelaksana:Itsnain ; Bengawan (Solo): MasHendri; Maros(Sul-Sel) :Ansari; Banjarmasin : Isnaini; Gorontalo: Aguslah; Medan: Rizky; Tangerang : AndiSakab

Ini dia foto mereka ^_^

Blogilicios Madura

Topik menarik yang akan dibahas :

Seminar  ( Hari Pertama)

  1. Etika Blogging
  2. SEO (Search Engine Optimization) & Google Penguin Trend
  3. Sesi Edukasi  by Sponsor
  4. Mobile Blogging
  5. Socialmedia & Buzzing
  6. Pengumuman lomba Kompetisi Blog berhadiah MotoGP Sepang tgl15-16 Oktober2012 & Gadget
  7. Blog Preneur
  8. Blog Monetizing

Workshop (Hari Kedua)

  • Writing : menulis positif dan berkualitas
  • Sesi PRODUCT KNOWLEDGE /AKTIVITAS by Sponsor
  • Design /Template Blog
  • Security : menghindari hacking, carding dan phreaking

Kriteria Blogilicious ini terbuka bagi siapa saja :

  1. Blogger (pemula, menengah, senior)
  2. Bukan Blogger tapi suka sosial media
  3. Nge-fans sama Blogger :D
  4. Pengen belajar nge-blog
  5. Ingin tahu seluk-beluk Ngeblog
  6. Pengen punya blog
  7. Ingin mendapat penghasilan dari nge-blog

 So, jangan sampai ketinggalan Blogilicious tahun ini di Madura  ^_^

 Klik form pendaftarn Blogilicious Madura

Peta ke lokasi acara Blogilicious Madura 2012 – Gedung New Purnama Bangkalan

Blogilicios Madura

Holland: Creative Nation, Creative Peoples

Pakir sepeda di Belanda [0]

Parkir sepeda di Indonesia [1]

Browsing, siapa yang ngga suka kegiatan yang satu ini.Pertama buka browser adalah twitter.com, buka tab baru ketik facebook.com, tidak lupa gmail.com untuk cek imel apakah ada email baru. Setelah membalas mention di twitter, berkomentar di beberapa status facebook teman dan membalas baris demi baris email yang menghiasi inbox, sekarang searching dengan mesin pencari terbesar. Yak benar, “mbah Google” jawabannya.

Ketikkan kata Belanda di “kolom pencarian yang ajaib itu. Bagaikan hujan, deretan link yang menyediakan kata Belanda terhampar begitu saja di depan layar monitor. Scroll atas-scroll bawah, klik halaman 1,2, dan 3. Baca satu demi satu. Buka buku catatan, sebentar ada yang menarik, catat dulu ah!

Pasti sudah banyak yang tahu kalau dua pertiga dari daratan di Belanda berada di bawah permukaan laut, oleh karena itulah Pemerintah Belanda mengembangkan suatu konsep yang menjadikan hal tersebut bukan sebagai halangan justru sebagai peluang. Model Polder adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh pemerintah Belanda. Konsep ini memungkinkan setiap warga masyarakat boleh memberikan saran dan kritik. Dengan cara ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah nasional. Konsep pemikiran dari masyarakat itu tidak hanya menolong Belanda dari ancaman air laut, tetapi juga menjadikan Belanda sangat piawai dan handal untuk menangani semua urusan air.

Demi urusan yang berhubungan dengan air saja, Belanda merancang sebuah model untuk mengelolanya. Indonesia patut mencontoh tuh!, kan kita negara maritim. Sangat kaya akan laut.

Tidak puas dengan satu halaman web, buka lagi tab browser Google Chrome yang berisi tentang fakta menarik negaranya Johan Cruyff ini. Kursor putihku terhenti pada satu halaman web yang identik dengan Belanda ditandai dengan backgroud oranye. Ambil pulpen dan buku, catat lagi!

Belanda membangun tanggul 17.000 km yang kira-kira sama panjang tembok Cina untuk melindungi  negeranya dari abrasi air laut. Selain itu konsep Polder itu juga menciptakan lingkungan yang subur untuk menghasilkan pelbagai temuan teknologi yang sukses dan inovatif bagi dunia modern ini.

Waw, tanggul saja hampir sama dengan tembok Cina, bisa diterapkan di Sidoarjo tuh. Untuk melindungi masyarakat Sidoarjo dari ancaman lumpur, iya kan?.

Kembali ke browser, beberapa pertanyaan seperti keluar dari kepala dan bisa terlihat. Aku buka tab Youtube.com, mesin pencari terbesar kedua ini menyajikannya dalam bentuk video. Pastinya akan lebih menarik. Tanpa disuruh langsung ketikkan kalimat “Hidup di Belanda”. Muncullah beberapa video menarik, langsung buka satu persatu. *mumpung koneksi sekencang kereta eksekutif gaya baru malam Surabaya – Jakarta*.

Eh, ternyata kalau di Belanda tidak terlalu membutuhkan mobil untuk pergi ke suatu tempat. Angkutan umum akan mengantarkan kita hampir ke semua tempat yang mau kita tuju. Kalau di Indonesia orang berlomba-lomba memiliki sepeda motor sampai-sampai susah cari tempat parkir, tapi kalau di Belanda sebagian besar orang menggunakan sepeda “onthel” tidak peduli apapun profesi atau status mereka. Kalau urusan perut, bangsa “Londo” tidak memiliki tradisi memasak. Umumnya “hot meal” hanya disajikan pada malam hari. Sarapan biasanya hanya terdiri dari roti dan keju, potongan daging atau selai. “sandwich” untuk makan siang, dengan tambahan sup, salad atau buah. Makan malam umunya kentang dan sayur dengan daging atau ikan.

***

Referensi:

  1. Buku Life and Study nuffic neso Indonesia
  2. Video studi di Belanda @ Youtube

Sumber Gambar/Foto:

[0]: http://mave.wordpress.com

[1]:  vivanews.come