Cerita dari Hotel Sheraton


 

Siang itu. Sesaat setelah Sholat Dhuzur. Awan hitam mulai menggelayut dan berkumpul menghiasi langit Bangkalan. Hujan tak bisa terelakan saat aku sedang melaksanakan tugas mulia yaitu makan siang. Padahal sejam kemudian, aku sudah janji mengajak 8 siswa SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan datang ke acara Pameran Pendidikan Australia.

Begitu deras hujan turun. Aku lihat jam tangan sudah menunjukkan 12.45 wib. aku mulai panik dan berdo’a semoga bisa cepat reda dan aku bisa menepati janji ke mereka.

Aku ingin mereka melihat dunia luar. Memberi pengetahuan bahwa dunia ini tidak hanya ruangan kelas 7×7 m. lihatlah, jauh dari Madura, tepatnya di Australia juga ada kampus, ada tempat belajar. Harapannya dengan begitu mereka bisa melihat lebih dekat kampus-kampus yang datang langsung dari Australia. Semoga niat baikku ini di ridho’i oleh Allah. Hujanpun berhenti dan mobil Pak Holik yang sudah booking dari seminggu yang lalu sudah datang. Surabaya, kami datang!

Terlihat wajah cerah dan begitu riang gembira terpancar dari ke delapan siswa. Gelak tawa dan canda mewarnai perjalanan kami menuju Surabaya. Jembatan Suramadu seolah menyambut kedatangan kami menuju Surabaya. Sejam kemudian kami sudah berada di area parkir Hotel Sheraton.

Bahasa Inggris. Semua tentang bahasa Inggris. Mulai dari entri absensi kehadiran, sampai berbicara di dalam convention hall semua berbicara bahasa Inggris. meski ada beberapa perwakilan mahasiswa Indonesia yang hadir dari berbagai kampus yang hadir.

Terlihat siswa-siswa sedikit kebingungan saat mengisi absensi kehadiran. Bukan karena menggunakan komputerisasi, tetapi karena formulir yang disediakan berbahasa Inggris. Kebiasaan mereka menggunakan komputer di Laboratorium sedikit membantu mereka untuk mengisi formulir kehadiran. satu persatu mengisi formulir.

Aku pisah mereka menjadi dua tim. Satu tim empat orang cewek dan satu tim lagi empat orang cowok. Kedua berpencar, satu demi satu universitas mereka tanyakan. aku terharu melihatnya. Aku sendiri membiarkan mereka bertanya-tanya kepada kampus yang datang langsung dari Australia. aku juga tidak lupa bertanya kepada beberapa kampus yang hadir. Selain untuk mengetahui informasi tentang jurusan IT di Australia, juga untuk melatih speaking dalam berbahasa Inggris.

Tanpa terasa dua jam sudah kami berada di dalam convention hall sebuah hotel berbintang di Surabaya. Mungkin ini adalah kali pertama bagi siswa-siswa ini masuk ke sebuah hotel. meski tidak menginap, ini adalah pelajaran tersendiri bagi mereka. Mereka harus berani bermimpi, dan berani untuk mewujudkanya. Bermimpilah, wahai siswa-siswa!

ALAM

One thought on “Cerita dari Hotel Sheraton

Berikan Komentar