Dari Bebek Sinjay sampai Masalah Carok

Minggu pagi, 22 September 2011 dijadwal yang tertera di ponsel akan ada acara kopdar di Sinjay bersama teman-teman Nak-kanak Blogger Madura | Plat-M. Matahari pagi terpantul dari spion motorku bertanda hari beranjak siang, kami berangkat dari Kamal menuju warung yang sangat terkenal se Nusantara yaitu Warung Nasi Bebek Sinjay. Warung bernuansa produk teh ini menjadi salah satu rumah makan pilihan masyarakat Madura dan sekitarnya. Terlihat penuh sesak. Kita menenggelamkan diri dalam keramaian pengunjung warung nasi yang pernah diliput di acara televisi swasta yaitu cooking with Rudy.

Jenuh: saat-saat menunggu kehadiran nasi bebek Sinjay

Inilah nasi Bebek Sinjay yang terkenal itu (Rp15.000/porsi + teh)

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya pesanan datang dan kita langsung lahap dengan khidmat. Acara makan-makan ini sengaja dilakukan untuk lebih mengakrabkan antar anggota komunitas. Kali ini sedikit berbeda karena ditemani teman dari Nyapsab.Org. Kita sengaja mengundang tim Nyapsab untuk diskusi dan ngobrol bersama tentang Madura. Obrolan Tentang Madura atau yang kita beri nama Otema ini merupakan ide nama dari Darul mengadopsi beberapa Obrolan di berbagai daerah seperti Obsat, Oblong, dan Obeng. Kalau di Madura diberi nama Otema.

Suasana yang tidak kondusif menjadi kendala diskusi Otema, akhirnya kita memilih berpindah tempat ke Taman Rekreasi Kota (TRK) yang berada tepat di belakang stadion Gelora Bangkalan. Setelah membayar parkir Rp1000,-/motor dan uang masuk Rp1500,-/Kepala, akhirnya kita mencari tempat yang teduh untuk ngobrol dan berbicara tentang Madura. topik pertama dalam Otema kali ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan tabu untuk dibicarakan tapi sangat perlu diketahui oleh semua orang terutama orang dari luar Madura. Topik pertama Otema kali ini adalah Carok.

Diskusi jadi sangat menarik karena suasana teduh di bawah pohon dan menikmati hembusan semilir angin

 

Plat-M sengaja mengundang pakar Sejarah Pak Hidrochin Sabaruddin sebagai pembicara untuk sharing tentang awal mula sejarah, bagaimana, apa dan mengapa Carok itu. Pohon yang rindang menjadi saksi Otema Plat-M yang pertama, suasana teduh, penuh keakraban sangat terlihat dalam obrolan santai ini, meski terdengar sayu-sayu musik dangdut di sekitar area TRK tapi tidak membuat antusias Nak-kanak berkurang. Aku akan mengutarakan tentang hasil diskusi tersebut di postingan berikutnya.

TRK juga dilengkapi dengan danau buatan yang sangat indah

Hal yang paling penting dari sebuah acara : Foto bareng

Tidak terasa 90 menit kita berdiskusi, Otema kali ini sangat menarik dan begitu cair suasananya. Semoga Otema edisi selanjutnya akan membahas lebih banyak lagi tentang sesuatu yang tidak pernah kita pelajari. Sebuah acara yang tanpa diduga, meski sebenarnya acara sharing Otema ini sudah tergagas beberapa bulan yang lalu, tapi baru bisa terealisasi saat ini. Acara ditutup dengan sesi foto-foto dan mengelilingi area wisata TRK yang murah meriah.

<
ALAM

8 thoughts on “Dari Bebek Sinjay sampai Masalah Carok

  1. Daripada diberi nama Otema kenapa tidak menggunakan sesuatu yg menggambarkan Madura? Acaca misalnya, atau kata lain yg menggambarkan perbincangan.

Berikan Komentar