Gambar itu Diberi Nama Pak Wahyu

Pak Wahyu

Pagi itu seperti biasa, aku berangkat ke sekolah pagi-pagi. Pemandangan indah masih tersaji begitu saja, seperti hadiah bagi yang bangun pagi dan sudah berangkat mengabdi.

Jam pertama yang aku masuki adalah kelas X1. Kelas yang letaknya berbeda dari kelas-kelas sepuluh yang lain. Aku selalu senang masuk ke kelas ini, dari enam kelas sepuluh yang ada di SMAN 4 Bangkalan, kelas ini adalah yang paling hebat kemampuannya dari pada kelas-kelas yang lain. Pengetahuan akan komputer merata. Juga tidak banyak penggangu dalam kelas seperti kelas-kelas yang lain.

Pertama, kita membaca doa seperti biasanya. Rutinitas ini setiap hari dilaksanakan saat jam pertama pelajaran. Absensi untuk mengetahui siapa saja yang tidak masuk hari ini. Setelah itu aku menyapa mereka agar rileks meski terlihat beberapa sedang sibuk menunduk dengan bolpoint di atas kertas mengerjakan PR yang aku berikan minggu lalu.

Aku meminta PR-nya dikumpulkan. Semua siswa tergopo-gopo menyelesaikan PR-nya yang masih belum selesai. Suasana kelas menjadi ramai. Ricuh. Kebiasaan lama, setiap ada PR yang seharusnya menjadi kepanjangan Pekerjaan Rumah menjadi pekerjaan dalam kelas.

PR sudah dikumpulkan, kemudian aku memberikan sedikit kejutan dengan diadakannya Quick Quiz. Yaitu kuis cepat 15 menit. Seketika kelas menjadi sepi hening dan khusyu mengerjakan kuis cepat ini. Aku mengoreksi PR mereka dan sesekali memerhatikan gelagat mereka mengerjakan kuis cepat ini.

15 menit begitu cepat, beberapa siswa sudah mengumpulkan kuis cepatnya, aku langsung bergegas untuk mengambil pekerjaan siswa dari bangkunya.

Selesai itu, aku mulai pelajaran dengan materi mengenal cara cepat di windows explorer. Kelas ini, dan semua kelas-kelas yang lain memiliki tingkat konsentrasi yang berbeda. Ada yang cuma setengah jam ada juga yang ngga bisa konsentrasi dari awal. Konsentrasi menjadi buyar saat siswa yang duduk di pojok belakang mengganggu teman-teman yang lain lewat celotehannya. Seontak kelas menjadi ramai kembali. Selalu begitu dan terus berulang-ulang. Ditengah-tengah upaya menguasai kelas, tiba-tiba ada siswi yang memberikan sebuah kertas putih yang disobek dari buku tulisnya. Seisi kelas penasaran dengan apa yang tergambar di kertas itu, begitupun juga denganku.

Aku hanya tersenyum, ternyata ada gambar seorang laki-laki yang diberi nama Pak Wahyu. Sepuluh Satu, terimakasih atas perhatiannya! Bapak bangga kepadamu semua, guys!

 

ALAM

3 thoughts on “Gambar itu Diberi Nama Pak Wahyu

Berikan Komentar