The ITIL Foundation certification is aimed at those who want to have a strong understanding of the entire ITIL framework and guidelines.

Sertifikasi internasional yang paling populer di bidang IT Service Management (ITSM) adalah ITIL yang merupakan kependekan dari Information Technology Infrastructure Library. ITIL sangat dibutuhkan bagi perusahaan besar yang mengimplementasi layanan berbasis TI. Selain itu, para akademisi pun perlu belajar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswanya.

Setidaknya begitulah yang aku dengar tentang ITIL saat masih menempuh magister di ITS Surabaya. Namun baru kemarin, selama tiga hari (17-19 April 2018), bertempat di Hotel Swiss Belinn Manyar, aku dapat mengetahui lebih mendetail tentang bagaimana konsep, studi kasus dan penerapan ITIL di perusahaan. Training berlangsung selama tiga hari: dua hari training, dan hari terakhir adalah ujian sertifikasinya.

Baca Juga: Catatan AISINDO dari Bali

Aku beruntung menjadi event manager AISINDO. Selain punya pengalaman menyiapkan training, bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang, aku juga berkesempatan mengikuti pelatihannya selama tiga hari. Berikut rangkuman hal yang penting diketahui terkait sertifikasi ITIL Foundation.

  1. Sertifikasi ITIL paling dasar adalah ITIL foundation, kemudian selanjutnya ada ITIL Expert dan ITIL Master. Untuk biaya sertifikasi ITIL Foundation adalah 8-9 juta. ITIL Expert sekitar 20-22 juta.
  2. Menurut salah satu peserta yang kebetulan direktur suatu perusahan IT di bidang perbankan asal Purwokerto mengetakan, “ITIL itu sangat diperlukan oleh vendor/perusahaan. Terutama sertifikasinya, karena aturan OJK/Pemerintah meminta perusahaan harus punya sertifikasi, paling tidak 5 sertifikasi. Kami biasa melakukan hal yang dijelaskan di sertifikasi ITIL tadi, namun belum terstruktur dengan rapi seperti cara ITIL”.
  3. Perusahaan besar itu pasti mempunyai ITSM (IT Service Management), namun bagi perusahaan menengah, mereka tidak paham bagaimana alur yang benar. Bagaimana framework ITIL memberikan wawasan untuk kegiatan ITSM di perusahaan mereka.
  4. Jika tidak melakukan penerapan ITSM di perusahaan, maka resikonya adalah perusahaan tersebut bisa kolaps: contohnya adalah Bank Muamalat, Bluebird, dsb. Karena pada dasarnya, setiap proses harus disertai dokumen yang menjadi bukti bahwa proses tersebut berjalan dengan benar. Salah satu contoh dokumennya adalah IT Service Catalogue.
  5. ITIL Foundation terdiri dari 6 modul strategi: service strategy, service design, service transition, service operations, continual service improvement. Manaka yang harus dijalankan lebih dulu? apakah semuanya harus dijalankan? Jawabannya ternyata tidak semuanya harus dijalankan, boleh dijalankan sesuai dengan kebutuhan perusahan.
  6. Beberapa terminologi yang ada di ITIL mirip-mirip dengan terminologi yang ada di dunia IT pada umumnya. Kita harus mengikuti terminologi yang ada di ITIL. Seperti CMS, dalam istilah umumnya CMS adalah Content Management Systems, namun dalam terminologi ITIL, CMS adalah Configuration Management System.
  7. Peserta akan mendapatkan textbook tebal yang membantu proses belajar sertifikasi ITIL. Kebanyakan dari bukunya berupa grafis yang memudahkan dalam pemahaman konsep ITIL. Dalam setiap chapternya akan disertai latihan soal dan bagaimana menjawabnya.
  8. Sebelum melakukan ujian sertifikasi yang sebenarnya, peserta akan mendapatkan dua kali ujian ujicoba sebelum benar-benar melakukan ujian sertifikasi dan berhak menambahkan gelar ITIL di belakang namanya.
  9. Sertifikat ITIL tidak ada masa expired-nya, karena berlaku seumur hidup.

Setidaknya itu hal yang aku dapatkan selama mengikuti training ITIL Foundation. Sengaja tidak banyak membahas kontennya karena tentu tidak akan cukup dibahas dalam satu tulisan singkat ini. Aku hanya berfokus pada apa itu ITIL, bagaimana belajarnya, hingga serba-serbi selama ikut training dan ujian sertifikasi ITIL.

Bagi yang pernah mengikuti ujian sertifikasi ITIL, kira-kira ada yang perlu ditambahkan?

ALAM

ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

Berikan Komentar

*/