Halusinasi + Musik = Semangat

http://4.bp.blogspot.com/_wa50-vPhc9k/SzRYomqP0_I/AAAAAAAAAHI/xOOH41FfF_g/s320/big-headphones-baby.jpgSeolah Profesor, aku menciptakan rumus Halusinasi + Musik = Semangat.

Betulkah itu? entahlah! Dari Wikipedia:

Jenis musik ini dapat menyebabkan halusinasi, perubahan persepsi, sinestesia, ketakutan, perasaan mistik dan psycho.

Sedangkan dari sebuah blog teman:

Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sebagaimana manusia menggunakan kata-kata untuk mentransfer suatu konsep, ia juga menggunakan komposisi suara untuk mengungkapkan perasaan batinnya. Seperti halnya ragam seni lain, musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat. Musik merupakan hasil dari cipta dan rasa manusia atas kehidupan dan dunianya. Di masa lalu, musik juga memiliki peran yang sangat penting di mata masyarakat primitif. Mereka percaya, musik bisa mencegah datangnya bencana atau kejadian buruk lain.

Anyway, musik sangat memperngaruhi perjalanan hidupku sejak masa menginjak remaja sampai dewasa seperti ini. di masa SMP aku sangat rajin mencatat lirik lagu-lagu dari Band terkenal kemudian dinyanyikan bersama-sama di kelas bersama-sama teman atau sebagai pembantu ketika menjadi ‘pengamen kardu’. di masa ini pengaruh musik begitu terasa ketika SMP kelas 3 aku berangkat rekreasi bersama seluruh kelas 3 SMPN 1 Kamal ke Bali. sepanjang perjalanan bis pariwisata yang aku tumpangi memainkan musik dari Radja yang lagi hits kala itu.

Beberapa hari setelahnya, bahkan sampai hari ini yang terbayang ketika mendengarkan lagu-lagu Radja otakku langsung memutarkan kenangan ketika masih berbahagia dengan teman-teman yang lain sepanjang perjalanan. Oleh karena itu, seringkali ketika aku pergi ke suatu tempat atau kota untuk pertama kalinya pasti menyiapkan lagu baru yang belum aku dengarkan sebelumnya di ponselku, dengan harapan ketika mendengarkan lagu-lagu di kota yang baru aku kunjungi, aku bisa mengingat kota itu lagi ketika sudah sampai rumah *ah blibet jelasinnya! semoga mengerti maksudku!*.

Jadi ketika sampai rumah dan ingin posting tentang cerita perjalanan biasanya aku mendengarkan musik yang aku mainkan ketika berada di kota itu. alhasil, ingatan tentang kota-kota itu kembali menyeruak ke permukaan otak dan tertuang ke dalam sebuah  gerakan jari-jari di keyboar dan membuat sebuah postingan di blog.

Musik juga sering temaniku ketika membaca sebuah novel. Ketika mendengarkan musik itu beberapa bulan setelah menamatkan novel pasti yang aku ingat adalah momen-momen yang ada di novel tersebut, singkatnya musik bisa mengembalikan ingatanku di masa lalu. Dengan musik kenangan-kenangan masa lalu bisa kembali jelas terlihat di depan mata.

Selain digunakan ketika jalan-jalan ke suatu tempat dan saat membaca buku, musik sering memberikan semangat lebih ketika aku mengalami masa ‘kemalasan’ yang luar biasa. Ketika kondisi pikiran begitu jenuh, semuanya sepertinya sudah berantakan, aku coba mendengarkan beberapa musik yang ada di folder Relaxing Songs di laptopku, semangatku kembali terbarukan.

ALAM

4 thoughts on “Halusinasi + Musik = Semangat

Berikan Komentar