Hanami di Shei-Pa National Park

wahyualam.com - sakura di Taiwan 2

“Worrrrrrggggh, itu sakuranya mekar sekali. Indahnyaaaaa.”

Teriakan Mas Yusuf membuyarkan lamunanku tentang tesis. Isi kepala yang masih berisi tentang topik kota pintar tiba-tiba beralih mencari dimana bunga sakura.

Kecepatan mobil diturunkan. Sambil mencari tempat parkir, ketiga orang di mobil sangat antusias melihat jejeran pohon genus prunus yang ditutupi bunga sakura lebat. Tiba-tiba saja di depanku terlihat bunga sakura yang terkenal dari Jepang itu. Mas Yusuf sangat antusias. Saking antusiasnya, ia melupakan kalau sedang menyetir, ia beberapa kali tidak tahan mengambil ponsel untuk memotretnya.

Di bawah pohon sakura sudah ramai dengan pengunjung. Banyak diantara mereka yang berfoto dengan berbagai gaya. Mulai yang berfoto dengan tongkat selfie, berfoto bersama-sama, hingga memotret sakura dari dekat. Berbagai jenis kamera terlihat. Mulai dari kamera ponsel, kamera action, kamera mirrorless, hingga kamera DSLR semua dipakai untuk mengabadikan bunga sakura.

Saat aku turun, ternyata pengunjung sudah banyak yang memadati kawasan Shei-Pa National Park. Parkiran bis terlihat penuh sesak. Mirip seperti parkiran di kawasan wisata religi Syaichona Cholil jika sudah malam Jum’at manis.

Aku pun tidak mau ketinggalan berfoto.

Meski begitu, aku masih tidak paham. Mengapa mereka begitu bersemangat untuk melihat bunga sakura. Seolah seperti barang langka yang sangat mahal sekali. Aku juga tak menyangka saat mengunggah foto di Facebook, ternyata banyak yang bertanya penasaran. Semuanya seperti tersihir dengan momen mekarnya sakura. Mungkin aku saja yang tidak tertarik, mungkin juga karena aku tak begitu suka bunga. Jadi meski berjam-jam berada di kawasan tersebut: masih saja aku gagal paham tentang mengapa sakura begitu dikagumi.

Karena penasaran, aku googling.

Pohon sakura berbunga setahun sekali. Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido.

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.  Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami).

Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.  Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura.

Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).  Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

wahyualam.com - sakura di taiwan

Akhirnya aku paham, mengapa bunga sakura begitu dikagumi. Karena bunga ini hanya mekar di waktu tertentu saja. Kalaupun mekar, waktunya tidak lama. Berita mekarnya bunga sakura pun akan menjadi isu nasional di Taiwan, Tiongkok dan Jepang. Wajar jika taman nasional Shei-Pa ini ramai.

Ini hadiah dari perjalanan penuh tantangan menembus kabut.

Ini artinya, aku pun beruntung datang di waktu yang tepat. Karena minggu depan belum tentu bunga sakura ini masih ada. Menurut Mas Yusuf, minggu lalu pun, saat mengajak mahasiswa Taiwan Tech berkunjung ke tempat ini, bunga sakuranya masih sedikit yang mekar.

Karena sudah paham mengapa bunga sakura sangat diminati, aku pun harus mengabadikan bunga ini dari dekat.

Terima kasih sakura, sudah menunjukkan kecantikanmu hari ini. Sampai jumpa di lain waktu ya. Kapan-kapan mainlah ke Madura. Biar nanti aku bisa makan sate Madura di bawah rindangnya pohoh sakura.

ALAM

3 thoughts on “Hanami di Shei-Pa National Park

  1. duh… dari dulu pengen banget lihat bunga sakuraaa >.<
    dulu ya jaman SMP pernah kepikiran pengen banget ke Jepang, terus duduk dibawah pohon sakura yang lagi mekar-mekarnya sambil ngemilin bonggolan. hahahaa…

    btw, tau bonggolan gak kak? 😀

  2. Itulah kenapa saya suka bunga Sakura, awalnya karena kartun Sakura. Bunga sakura itu menurutku melambangkan kesederhanaan tapi jika dilihat akan begitu indah. lihat aja pohonnya saja segede itu.
    Jadi makin pengen berkunjung kesana, hanya untuk menikmati keindahannya. Terimakasih kak untuk infonya 🙂
    Jangan lupa bawa kelopaknya ke Madura Mas 🙂

Berikan Komentar