Karir Kami Memang Beda, Tapi Hati Kami Sama

buka puasa bersama Plat-M regional surabaya

Dahulu kami selalu berkumpul. Tertawa memadu canda bersama. Begitu pun sekarang. Kami masih sama. Kalau dulu kita berkumpul di warung kopi di bibir pelabuhan Kamal. Kini kami berkumpul di rumah makan. Meski begitu, kami tetap sama. Tetap penuh tawa dan canda. Sama seperti dulu.

Aku selalu mengusahakan hadir setiap undangan buka bersama. Karena di setiap pertemuan pasti ada hal positif yang didapatkan. Bahkan agama mengajariku bahwa bersilahturahmi itu dapat menambah rejeki dan umur. Percayalah!

Meski bertempat jauh dari rumah, aku menyempatkan datang undangan buka bersama dari Plat-M ‘regional’ Surabaya. Bukan blogger Surabaya, tetapi blogger Plat-M yang bekerja di Surabaya. Salah satu restoran di jalan Kayun menjadi pilihan.

Aku datang lebih awal, karena harus booking terlebih dahulu. Jika ngga, alamat ngga bakal dapat tempat. Namun hari itu menjadi keberuntungan teman-teman. Kita dapat tempat. Meski ngga sedikit yang harus balik kanan. Cari tempat bukber lain.

Setelah waktu berbuka kurang 15 menir satu persatu berdatangan. Thoyik menjadi orang yang pertama datang, disusul Lukman lalu Joko dan istri dan anaknya. Tidak lama menjelang berbuka, Niyasyah datang disusul Ria Lyzara.

Waktu berbuka sudah tiba. Kami berdoa dan khusyu’ menyantap makanan yang ada. Aku harus pergi ke JMP untuk menjemput peserta terakhir, Darul. Ia bekerja di Jakarta sejak delapan bulan lalu. Mumpung ada tugas di Gresik, ya dibuatkanlah acara ini.

Peserta terakhir ternyata bukan Darul, tetapi Fenny. Ia datang terakhir sehabis Maghrib.

Perbincangan kami kemana-mana. Mulai dari cerita pekerjaan masing-masing, rencana menikah, mengganggu anaknya Joko, cerita Darul yang dari Malaysia hingga tak lupa agenda paling penting: berfoto bersama!

Merekalah yang dahulu menjadi penggerak Plat-M.

Joko dan Darul yang suka menjadi pembawa acara. Ide-ide keren kerap datang dari kepala mereka. Agenda #NgompolBareng, #LenjelenBareng dan #OTEMA adalah beberapa ide mereka.

Niyasyah sering mengajak Plat-M ke acara keren di Surabaya. Seolah ia sudah menjadi frontliner Plat-M yang menjadi penerima informasi pertama kali. Thoyik dan geng GJnya adalah wanita tangguh di Plat-M. Event besar di periode 2011 semua mereka yang menangani. Mulai dari hal kecil seperti konsumsi hingga menyewa mobil pikap pernah mereka lakukan. Fenny sering menjadi pembawa acara, apalagi jika tamunya dari luar negeri. Kemampuannya berbahasa Inggris cukup membantu kami menyambut kedatangan tamu luar negeri.

Lukman sering menjadi oposisi. Ia sering melontarkan kritik dan kemungkinan buruk dalam sebuah event. Ini penting, karena kadang kita melupakan kemungkinan terkecil. Nah, kalau yang ini, Lukman jagonya. Belakangan, muncul blogger muda di tahun 2011. Ria Lyzara namanya, sejak ospek dia sudah tertarik gabung Plat-M. Meski sering dibully, tapi ia tidak gentar. Awalnya harus dipaksa menjadi moderator event besar di tahun 2012, meski awalnya menolak, tapi akhirnya ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Terus kalau aku? Aku mah gitu aja orangnya.

Selain mereka masih banyak tokoh yang berjasa untuk Plat-M. Namun mereka ngga bisa hadir kerena kesibukan masing-masing. Meski begitu kami harus tetap jaga komunikasi. Biasanya menggunakan grup whatapps atau facebook.

Kini pikiran mereka fokus meniti karir. Tapi aku yakin hati mereka masih Plat-M. Terlalu banyak kenangan bersama mereka. Jangan pernah lupakan Plat-M, guys! 🙂

ALAM

4 thoughts on “Karir Kami Memang Beda, Tapi Hati Kami Sama

  1. plat-M ada regional surabaya, jakarta, jogja yaa. bukber plat m regional surabaya sudah. barangkali nanti teman-teman mau ada bukber regional jakarta dan jogja 😀

Berikan Komentar