Konsep #MenduniakanMadura

plat-m-menduniakan-madura-besama-bpws-konsep-acara

Konsep #MenduniakanMadura ini berhubungan dengan rundown, kesiapan panitia dan jumlah peserta. Mempunyai acara empat hari tiga malam, dengan jadwal super padat memerlukan banyak hal kreatif. Kami paham betul, banyak sekali beberapa momen membosankan. Apalagi peserta terpisah dengan panitia.

Aldi adalah orang pertama yang mengusulkan banyak sekali ide kreatif. Sama sepertiku, dia memikirkan kebosanan peserta jika acara terlalu monoton. Aku lebih suka berdiskusi dengan orang yang berbeda pendapat dan banyak ide, daripada sekadar diam dan sekadar melaksanakan tugas.

Aku menekankan kepada semua panitia, agar tidak sekadar menjalankan tugas sebagai event organizer (EO) semata. Tetapi juga harus ada unsur komunitas yang rekat hubungannya dengan kebersamaan. Apalagi Plat-M dikenal sebagai komunitas anak muda yang ramai dan kreatif. Aku tidak mau acara Plat-M yang biasa-biasa saja. Plat-M tidak boleh sekadar menjadi EO dan selesai. Harus ada unsur kreativitas di luar rundown yang telah disepakati dengan BPWS.

Maka beberapa sisipan acara kreatif pun dirancang.

Aku sengaja mengajak Aldi untuk survei. Tujuannya agar dia bisa melihat kondisi dan situasi tempat acara. Aku yakin dia akan banyak ide kreatif untuk mengusir kebosanan. Di suatu malam di Sumenep, di kamar hotel, saat teman yang lain sedang beristirahat, aku dan Aldi sedang sibuk dalam diskusi panas. Kami merancang banyak sekali ide kreatif malam itu.

Aku pribadi ingin ada awal dan akhir pertemuan yang berkesan. Juga harus ada games berhadiah dan kejutan-kejutan menarik khas Plat-M. Beberapa kejutan yang sempat dirancang ialah adegan jualan nasi khas orang Madura, drama tentang carok, tukar posisi peserta-panitia, berkunjung ke rumah Slametux, memakai kaos loreng-loreng, kejutan di malam hari, video ucapan terima kasih, hingga stand up comedy di dalam bis.

Semua konsep acara kreatif dicatat untuk mengusir kebosanan di acara yang super padat.

Hari Minggu, H-2 acara, kami berkumpul membahas satu demi satu rentetan acara. Selain itu kami bahas strategi itinerary penjemputan agar cepat dan efisien. Setelah itinerary penjemputan usai, kami membahas rundown dari hari pertama diikuti dengan pencatatan perlengkapan yang harus disiapkan. Ada beberapa kendala, sehingga hanya ada beberapa hal kreatif/kejutan yang bisa dikerjakan.

Tidak ada kejutan di hari pertama. Kami pikir hari pertama kondisi peserta masih segar dan penuh kegembiraan. Namun aku harus menyiapkan odheng sebagai ucapan selamat datang. Kebetulan di desaku ada pengrajin odheng khas Madura. Tinggal telpon maka 60 odheng pun terpesan dan diantarkan ke rumah. Ini adalah simbol untuk menunjukkan identitas diri sebagai orang Madura!

Bermain di pantai tak asyik jika tak ada games. Aku meminta untuk disiapkan bola plastik  ke Ilham bagian perlengkapan. Mas Zamroni meminta dana untuk membeli hadiah khas: olahan salak dan tongkat Madura.

Maka terjadilah beberapa permainan yang bisa dilakukan di atas pasir pantai Nepa. Kebersamaan itu berlangsung ditemani semilir angin pantai juga disaksikan langit pesisir Sampang yang berwarna abu-abu.

Hari kedua agenda kejutannya adalah pengenalan carok.

Rencananya, saat berhenti melihat kawasan yang akan dibangun pelabuhan internasional di Klampis, kami akan mengkondisikan patwal dan sopir bis agar bisa menyesuaikan dengan ide kita.

Dan ide itu pun dijalankan.

Adegannya dirancang seolah-olah bis Avanza menghentikan dan mengagetkan bis. Sopir bis pun terpaksa menginjak remnya secara mendadak. Semua penumpang bis terkaget-kaget karena bis berhenti mendadak, beberapa peserta pun berdiri mengira terjadi kecelakaan. Tiba-tiba seseorang mengedor-gedor pintu bis memaksa masuk. Saat pintu dibuka ia menyerang guide yang sedang duduk di samping sopir. Ia memaki-maki dengan kata-kata memakai Bahasa Madura. Tak banyak yang peserta mengerti dialognya, yang jelas pria asing tersebut sedang marah besar. Raut mukanya begitu menyeramkan dan membuat suasana mencekam. Penumpang bis pun penasaran tentang apa yang terjadi. Semakin menyeramkan ketika orang tak dikenal mengeluarkan clurit dan mengacung-acungkan di wajah guide bertubuh besar. Sepertinya ia sedang ada permasalahan keluarga. Karena nama istrinya pun disebut-sebut. Petugas kepolisian yang berusaha melerai pun didorong oleh orang misterius ini. Hingga akhirnya ada pria berkacamata masuk ke dalam bis dan mengatakan bahwa ini hanyalah drama semata.

Drama pengenalan carok berhasil menghipnotis penumpang yang tidak lain adalah peserta #MenduniakanMadura. Beberapa pun tak sempat merekamnya dan meminta adegan diulang agar bisa diabadikan. Kemudian Aldi –pria berkacamata- menjelaskan apa sebenarnya itu carok dan latar belakang yang mempengaruhi terjadinya carok. Karena carok sering salah diartikan.

Carok hanya dilakukan oleh ksatria untuk mempertahankan harga diri karena wanita kesayangannya direbut lelaki tak bertanggung jawab. Daripada pote mata lebih baik pote tulang. Daripada malu lebih baik mati. Begitu kira-kira prinsip keras orang Madura dalam mempertahankan harga dirinya.

Skenario kejutan kedua disajikan di hari ketiga. Skenarionya adalah peserta diajak ke rumah Slametux. Blogger ngehits Plat-M yang pensiun sementara untuk merawat ibunya. Semuanya terharu melihat totalitas Slamet merawat ibunya yang selama dua tahun tak beranjak dari atas ranjangnya. Kami pun memberikan sumbangan seadanya kepada Slamet, semoga Allah segera mengangkat penyakit ibunya Slamet.

Dari rumah Slamet, skenario kejutan ketiga dijalankan. Skenario ini untuk memberikan warna baru. Kami berpikir momen terbaik adalah ketika berada di Pulau Giliyang. Jadi sepulang dari Giliyang adalah masa-masa membosankan dan melelahkan. Apalagi peserta dan panitia terpisah kendaraan, tak ada keseruan terjadi antara peserta dan panitia selama perjalanan.

Kami pun kemudian menjalankan skenario kejutan kedua, yaitu: bertukar posisi beberapa panitia dan peserta.

Kami mengacak beberapa peserta untuk bertukar posisi dengan panitia. Sehingga di dalam mobil terdapat beberapa panitia dan peserta. Begitu juga di bis, ada campuran antara panitia dan peserta. Tugas kita di dalam mobil mewawancarai peserta tentang tanggapannya terhadap acara ini. Sehingga nantinya bisa dijadikan acuan untuk Plat-M dalam mengadakan acara yang serupa.

Aku berada di mobil 1 dengan dua panitia dan tiga peserta. Ada Silvi dari Kediri, Edo dari Pontianak, Firmansyah dari Klaten dan dibantu Lisa dan Mas Fadel dari panitia. Kami menerima banyak sekali masukan, cerita dan inspirasi dari pertukaran pengalaman antara panitia dan peserta ini. Kami terpaksa membuka ‘rahasia dapur’ panitia karena ketertarikan mereka mengetahui behind the scene #MenduniakanMadura.

Pertukaran posisi membuat perjalanan Pamekasan ke Kwanyar menjadi seperti sangat singkat. Padahal waktu perjalanan biasa ditempuh 2-3 jam.

Skenario terakhir datang tiba-tiba ketika berada di Kwanyar. Aku menjadi tertarik menjelaskan tentang kemaduraan. Aku mengenalkan konsep tanean lanjeng kepada beberapa blogger selama menginap di Kwanyar. Kebetulan tempat yang kami menginap terdapat contoh nyata penerapan konsep tanean lanjeng. Sebuah konsep perubahan Madura yang syarat akan filosofi leluhur. Kemudian, sebagia penutup kami menyiapkan hadiah tongkat Madura yang selama empat hari menjadi perbincangan peserta dan panitia. Kami bagikan di penutupan di Ole Olang Resto. Ramuan Madura tidak terlepas dari ciri khas kemaduraan.

Semoga beberapa konsep skenario kecil ini memberikan suasana baru dan menimbulkan rasa saling keakraban antara panitia dan peserta. Karena kami, BLOGGER INDONESIA MENDUNIAKAN MADUR

ALAM

16 thoughts on “Konsep #MenduniakanMadura

  1. luar biasa tretan, semua sangat berkesan. terimakasih atas totalitas kawan2 Plat M dalam mempersiapkan acara ini dan melayani semua peserta dengan sepenuh hati. Allah yang akan membalas kebaikan kalian semua.

  2. Keren banget. Aku pas adegan carok itu saya kira betulan. Karena aku gak suka hal hal berbau kekerasan dan kebencian, agar pikiranku senantiasa positif, maka aku sibuk mendengarkan musik di headphone keras-keras. Biar moodku selalu bagus.

    Mengerti itu cuma ekting, diriku merasa rugi ahahhahaa. Harusnya aku ikut larut seperti peserta yg lain. HAHAHA.

    Iya nih, aku gak ada bosan-bosannya ikut acara menduniakan Madura ini. Bener-bener menginspirasi buat para EO manapun berada untuk menggelar acara serupa supaya gak bosan.

    Salut buat Plat M. Btw, udengku ketinggalan entah di mana. Ukurannya kekecilan soalnya. Jadi ga sempet makek lama. Hahhaa.

  3. Memang untuk bikin acara yang keren, butuh totalitas dalam menyiapkannya.
    Acara kemarin memberikan kesan dan ilmu baru buatku.
    Terimakasih telah mau mengajakku ikut serta dalam acara kemarin.

  4. Drama pengenalan carooookk nya pasti bikin terkejuutt..
    sayang sekali ria gak ikutan 🙁
    tapi ikut senang acaranya berjalan sukses..alhamdulillah 🙂

  5. bikin even memang bukan hal mudah, sama seperti pengalaman kemarin saat memandu puluhan wisatawan dengan aneka acara yang telah disiapkan namun apa daya, faktor cuaca yang sedari pagi hujan hingga sore membuat semua acara berantakan hehehe tapi tetap bermanfaat dan mengasyikan tentunya

  6. Wah, pakaian merah garis-garis putih itu namanya pakaian carok bukan? Cakep.

    Btw, keren banget skenarionya. Jadi ikutan tegang bacanya. Haha..Iya sih yak acara tanpa ada game dll suka ga menarik. Tapi, ini kayaknya menarik banget. Jadi kepengen ikutan..

  7. Wah, pas masuk blognya suasana jadi dingin. ternyata ada saljunya. huehehehe… kalian emang luar biasa. kompak, keren, dan semuanya lah. kita tunggu undangan berikutnya ya dr plat M.

Berikan Komentar