Homestay Banyuwangi Murah Watu Buncul - TamashiKeseruan dari Pulau Merah berlanjut di homestay yang kami sewa. Letaknya ngga terlalu jauh dari pusat kota. Adalah Tamashi Homestay yang berada di desa Watu Buncul Kecamatan Glagah. Waktu itu hanya dengan empat ratus ribu rupiah sehari kami dapat menempati satu rumah luas dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Di wisma inilah keceriaan dihabiskan di malam Minggu.

Kami sempat keluar untuk malam Mingguan di luar, namun karena hujan mengagalkan rencana indah kami.

Kopi, snack dan alunan gitar yang dimainkan Hudan memberikan relaksasi sendiri. Suara emas, eh suara perunggu Ryan dan Mbak Ayu membawa suasana café berada di dalam homestay.

Semakin malam semakin ramai. Aku pilih untuk tidur terlebih dahulu, agar esok lebih fresh.

Catatan: Harga sewa homestay ini cukup murah. Cukup Rp400.000,- untuk satu rumah yang sudah dilengkapi dengan ruang tamu, tiga kamar tidur, satu dapur, dua kamar mandi, dan satu ruang keluarga. Di belakang homestay terdapat bilyard dan suasananya hijau, sejuk dan nyaman. Hanya saja saat kami datang air dari kamar mandi pria mampet. Semoga bisa segera diperbaiki. Satu lagi, lokasinya ngga begitu jauh dari pusat kota Banyuwangi.

Musik dangdut yang diputar di rumah tetangga membangunkanku. Meski masih subuh, warga di sekitar homestay sudah dangdutan saja. Hehe 😀

Usai sarapan nasi uduk yang dibelikan Beny, kami meluncur melanjutkan petualangan hari kedua #GiliWangiTrip ini.

air terjun kembar banyuwangi

Tujuan kami berikutnya adalah air terjun kembar Jagir. Dinamakan demikian karena air terjun ini berasal dari mata air Jagir yang berada di Dusun kampung anyar, desa Taman Suruh masih satu kecamatan dengan homestay kami.

Dari tempat parkir mobil yang seadanya bahkan terkesan baru saja jadi, kami harus menuruni beberapa anak tangga. Karena hujan kemarin sore, membuat tangga menuju lokasi air terjun begitu licin. Lamat-lamat suara gemuruh air terjun terdengar dari kejauhan. Begitu kentara, ini adalah destinasi baru di Banyuwangi. Ada beberapa bagian yang baru saja selesai dan akan dibangun. Aku yakin, dua-tiga tahun lagi, tempat ini akan menjadi salah satu pilihan pelancong dari berbagai daerah.

Kami harus melewati dua jembatan yang terlihat begitu romantis jika dijadikan tempat foto berpasangan. Aku duduk di batu besar, dari sini terpampang nyata air terjun yang tidak begitu tinggi tapi cukup indah karena terdiri tidak hanya satu air terjun saja melainkan ada tigas air terjun sekaligus! Air terjun ini bukan berasa dari aliran sungai lho, melainkan langsung dari sumber mata air.

Ya sekarang kami berada di Air Terjun Kampung Anyar karena letaknya ketiga air terjun itu berdekatan dalam satu lokasi. Air terjun ini sering disebut sebagai Air Terjun Kembar atau Air Terjun Bersaudara tapi ada juga yang menyebutnya Air Terjun Kampung Anyar, Air Terjun Jagir dan Air Terjun Sumber Pawon. Banyak bener namanya ya?

Bersama Beny dan Rahmad, aku memutuskan untuk berenang. Menyatu dengan segarnya air terjun kembar ini. Dari kejauhan terlihat tebing yang kalau dilihat kontur tebingnya seperti pahatan intan yang tajam, bagus.

Usai menunaikan ritual yang paling penting saat traveling (baca: berfoto), kami melanjutkan perjalanan makan siang. Kali ini menu yang kami pilih adalah rujak soto. Masakan ini ngga asing bagiku, karena di Madura juga banyak tersedia, sepiring rujak yang disiram kuah soto. Masakan yang baru bagi teman yang berasal dari Sumatera dan Sulawesi.

Tak terasa hari sudah menjelang sore, kami harus segera kembali ke homestay untuk checkout.


ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

5 Comments

mawi wijna · June 24, 2015 at 08:11

Kok malah foto air terjun kembarnya tidak diekspos lebih detil? Apa perlu saya ke sana buat motret Bro? 😀

    Wahyu Alam · June 25, 2015 at 10:29

    Kemarin sih, banyak diekspos foto yang menarik, sayang itu kamera pinjam dan belum dapat filenya. Hahahah

Fahmi (catperku) · June 24, 2015 at 14:13

foto air terjun-nya ditambahin lagi dong 😀

    Wahyu Alam · June 25, 2015 at 10:29

    Kemarin sih, banyak diekspos foto yang menarik, sayang itu kamera pinjam dan belum dapat filenya. Hahahaha

wisnubae · August 19, 2016 at 21:40

kayaknya asik deh he he..

Berikan Komentar

%d bloggers like this: