situs giri kedaton dari depan (timur)

Situs Giri Kedaton. Terakhir ke tempat ini enam tahun lalu. Tapi sensasi berada di atas bukit nan sejuk masih ingat hingga sekarang. Bersantai di mushola kecil sambil melihat pemandangan Gresik dari atas itu sesuatu yang luar biasa.

Dari tempat ini aku bisa melihat Madura dari kejauhan. Bahkan gedung-gedung kampus UTM terlihat jelas. Sayang tempat ini bukan tempat wajib bagi peziarah yang melakukan tur ziarah Wali Songo. Jadi (mungkin) ngga banyak orang tahu tentang keberadaan tempat ini.

Hari terakhir di bulan Sya’ban aku manfaatkan mengajak seseorang yang spesial, untuk berziarah ke tiga wali yang ada di Surabaya dan Gresik. Sunan Ampel, Maulana Malik Ibrahim dan yang terakhir Sunan Giri. Suasana peziarah di tiga lokasi tersebut tidak terlalu ramai. Mungkin  banyak yang siap-siap berpuasa, menyambut 1 Ramadhan esok.

Usai dari Sunan Giri, aku menuju gang yang letaknya tak jauh dari area parkir motor. Cukup mengendarai motor ke timur sekitar 200 meter, kemudian ada gapura yang bertuliskan Jl. Sunan Giri gang XV. Aku masuk ke selatan, terus melaju pelan sambil melihat ke arah timur.

Aku tidak menemukan petunjuk apapun untuk menuju situs Giri Kedaton. Meski sempat nyasar, akhirnya aku berhenti di titik yang menurut ingatanku adalah tangga menuju situs Giri Kedaton.

Aku memastikan dengan bertanya warga. Motor kami titipkan ke warga, lebih tepatnya warga itu yang menawarkan agar motor kami dititipkan di rumahnya, takut hilang.

Kami harus menaiki tangga setinggi 10 meter. Ngga terlalu tinggi tapi cukup buat nafas tersengal.

Giri Kedaton adalah sebuah “kerajaan” agama Islam di daerah Gresik, Jawa Timur sekitar abad ke-15 sampai 17. Kerajaan ini pernah berjaya sebagai pusat agama Islam yang pengaruhnya bahkan sampai menyebar ke daerah Maluku.

Giri Kedaton didirikan oleh Raden Paku, seorang anggota Walisongo tahun 1487. Suatu ketika dikisahkan, Raden Paku pergi menemui ayahnya yang menjadi ulama di Pasai, bernama Maulana Ishak. Ayahnya itu menyuruhnya untuk membangun sebuah pondok pesantren di daerah Gresik.

Raden Paku menemukan tanah yang mirip dengan tempat tinggal ayahnya. Tanah tersebut terletak di Bukit Giri (sekarang masuk kecamatan Kebomas, Gresik). Di atas bukit itu didirikan sebuah pesantren bernama Giri Kedaton. Raden Paku sebagai pemimpin bergelar Prabu Satmata, atau Sunan Giri I.

Giri Kedaton mengalami puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sunan Prapen tahun 1548–1605. Saat itu Giri tidak hanya sekadar sekolah agama, namun juga menjadi “kerajaan” yang memiliki kekuatan politik.

Aku memandangi setiap sisi. Aku larut membayangkan Sunan Giri yang menginjakkan kakinya di bukit ini. Membayangkan bagaimana raut mukanya begitu senang ketika melihat tanah di tempat ini mirip dengan tanah yang diberikan bapaknya, Syekh Maulana Ishak.

Ada papan yang berisi foto dan keterangan. Sayang sekarang fotonya sudah berubah menjadi putih. Tak terlihat lagi gambarnya.

Meski suasana begitu terik, tetapi angin semilir tak berhenti berhembus. Suasana begitu sejuk apalagi di sisi-sisi mushola ada beberapa bunga dan rumput yang masih hijau. Pemandangan dan suasananya menjadi segar. Beberapa kali terdengar aktivitas pabrik di bawah. Gresik salah satu kota yang kaya akan pabrik.

Tempat ini cocok untuk dijadikan tempat menyepi. Menghindar sejenak dari hiruk pikuk kehidupan kota. Adanya Mushola juga dapat digunakan menentramkan hati dengan membaca Alquran.

Jika berniat ke tempat ini jangan lupa bawa kaca mata dan baca sejarahnya terlebih dahulu, sehingga ketika di atas dapat merasakan apa yang dirasakan Sunan Giri ratusan tahun lalu.

Menurut beberapa orang, inilah titik tertinggi Gresik. Salah satu tempat favoritku. Hingga sekarang


ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

3 Comments

Fahmi (catperku) · June 28, 2015 at 13:24

eh, dari dulu trip untuk ziarah walisongo ini udah populer. Sesekali pengen cobain juga buat ngerasain perjalanan yang berbeda seperti menjejaki sejarah keberadaan wali songo di tanah jawa 🙂 giri kedaton ini sih, pasti wajib dimasukin ke dalam itinerary.

    cumilebay.com · July 1, 2015 at 13:15

    Kak fahmi … ziarah wali songo dah populer banget di kota2 kecil macam gresik, tuban, lamongan dll.
    Cuman kita nya aja yg males karna mungkin menganggap kurang menarik hehehe. Sebagai warga gresik, gw sendiri juga blm ziara wali songo #malu, hanya beberapa saja yg perna gw kunjungi

      Wahyu Alam · July 3, 2015 at 20:23

      Bener itu. Tapi kalau di Madura populer banget sik kak. Secara kan di sini itu religius banget gitu..

Berikan Komentar

%d bloggers like this: