Menyatu dengan ‘Bumi Cinta’

Muhammad Ayyas. Ya nama ini merupakan tokoh utama dalam Novel Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Bumi Cinta ini. Sifat, perilaku, bagaimana cara dia belajar, menjaga iman dan islam serta bagaimana dia berpikir sangat menginspirasiku sebagai mahasiswa.  Aku ingin belajar dari seorang tokoh dalam Novel ini. Ini adalah novel pertama karya adikarya novelis no. 1 di Indonesia yang aku pernah membaca tuntas. Meski mengagumi karya beliau yang lain melalui filmnya, yaitu Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, tapi aku belum pernah membaca novelnya.

Alhamdulillah berkat pinjaman dari seorang teman, aku bisa menuntaskan Bumi Cinta ini. Banyak hal yang aku dapat pelajari dalam menelusuri kehidupan Muhammad Ayyas yang diceritakan dalam novel itu. Selama 10 hari aku terpesona dan terhanyut dalam alur cerita yang sangat menantang dan tidak monoton, meski aku ada di daerah tropis, tapi aku seolah terhanyut mengikuti turunnya salju di bumi Allah bernama Rusia; yang merupakan tempat latar dari cerita di dalam novel ini.

Karakter Muhammad Ayyas seolah ingin aku copy kemudia aku paste ke dalam hatiku, aku ingin seperti dia yang bisa memerangi hawa nafsunya dari segala godaan hawa nafsu dari perempuan yang belum halal, meskipun itu seperti nonik-nonik muda Moskwa yang kecantikannya memang tiada tara.

Setiap baca novel biasanya aku mencatat, kalimat atau perkataan yang menurutku penting dan layak untuk diabadikan dalam buku catatan hitam kecilku, berikut aku akan tuliskan beberapa kalimat yang berhasil saya rekam dengan menggunakan tinta hitam di sebuah kertas putih berkulitkan hitam:

  • Dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang khusyu’
  • Doa berada di tempat tinggal baru: Ya Allah hamba minta kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penghuninya dan kebaikan yang ada di dalamnya. Dan hamba berlindung kepadaMu ya Allah dari buruknya daerah ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya.
  • Eling-elingo yo Ngger, endake wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung; Ingatlah Nak, kecantikan wanita itu yang sebab para santri dan satria agung batal bertapanya.
  • Dan ikutilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, maka amal kebaikan itu akan menghapusnya.
  • Kuatkan ikatan tekad angkat tinggi-tinggi bendara harapan, berjalanlah menuju Allah dengan sungguh-sungguh tanpat lelah, jika rasa lemah menyerangmu isi jiwamu dengan kekuatan Al-Qur’an libats nafasmu, jangan kasih ampun nafsu yang selalu mengajakmu menuju kebinasaan (Kitab Nahwal Ma’ali karya Syaikh Muhammad Ahmad)

Beberapa hal baru yang aku dapat dari membaca novel pembangun jiwa ini diantaranya:

  1. Aku tahu bagaimana cara hidup di musim dingin
  2. Aku bisa mengetahui bagaimana sejarah bangsa Rusia
  3. Mengenal dan melihat Rusia lebih dekat melalui kalimat yang menawan di dalam novel
  4. Tahu cara bgaimana mempertahankan iman dan Islam ala Muhammad Ayyas
  5. Mengetahui debat antara non-muslin dengan muslim tentang pengetahuan perkembangan Islam dari masa lalu sampai masa modern seperti sekarang.
  6. Menambah wawasan tentang konflik yang berkecamuk di Timur Tengah terutama antara Israel-Palestina
  7. -Menumbuhkan bunga-bunga cinta sesungguhnya yang menggetarkan jiwa
  8. Tahu nilai-nilai keIslaman yang sering terlupakan bahkan tidak tahu.

Begitulah ceritaku setelah membaca sebuah novel luar biasa karya Habiburrahman El Shirazy, semoga akan banyak novel yang akan menginspirasi anak muda di Indonesia di masa depan. Amin ya Rab!

ALAM

One thought on “Menyatu dengan ‘Bumi Cinta’

  1. Subhanallah.. novel ini pernah saya baca dan saya sangat tenggelam dalam alunan kata-kata Kang Abik. Novel ini sangat bagus. Namun sayangnya pada debat non muslim dengan Muhammad Ayyas, agak sedikit menggurui. Namun novel ini sudah sangat bagus dan menginspirasi!

Berikan Komentar