Mimpi di Atas Langgar Sampai ke Auditorium UTM

Momen-momen berdiksusi, bermusyarah hingga membicarakan hal-hal yang tidak penting semuanya terjadi kala KKN Pebruari lalu di langgar klebun Rangperang Laok. Di atas langgar yang berbentuk panggung dan terbuat dari bambu itu kami satu kelompok membicarakan masa depan. Saat itu kami memerhatikan buku yang sudah di print pakai printer Epson untuk keperluan laporan ke kampus. Buku itu kami beri judul sesuai desa tempat kami KKN. Rangperang Laok. Saat itu kami masih berencana untuk mencetaknya dipercetakan NulisBuku.com.

Kami suka berkhayal dan bermimpi yang tidak jelas, kadang terlalu tinggi untuk dibayangkan. Kami bermimpi bisa launching buku itu difasilitas LPPM UTM (kampus kami). Membayangkan kami ber-13 bisa duduk seperti artis yang sedang launching film di depan gedung no.1 di kampus UTM itu. Kami bermimpi ber-13 bisa duduk di depan bercerita bagaimana KKN di Rangperang Laok sambil memakai kaos Rangperang Laok juga memberikan buku gratis Rangperang Laok kepada peserta yang hadir. Namun panggilan makan malam dari ibu Klebun membuyarkan mimpi kita saat itu. Kamipun harus makan malam dan segera membiarkan mimpi itu tersapu oleh angin malam yang bergelayut di langit Pamekasan.

Cover Buku Rangperang Laok

Namun sebuah sms di Jum’at malam hampir 5 bulan setelah KKN menguak kembali mimpi itu. SMS dari Pak Rum (LPPM UTM) meminta aku untuk memberikan testimoni saat pembekalan KKN di hari Sabtu, 7 Juli 2012. Sambil menghela nafas aku membaca ulang SMS itu. Seolah tidak percaya, senang, dan sedih berkecamuk di malam yang juga malam Nifsu Sya’ban. SMS itu langsung aku foward ke teman KKN-ku yang masih tersimpan dengan angka 14 di depan namanya (14 adalah nama kelompok kami saat KKN). Andre merupakan teman yang paling tanggap dan sangat bangga membaca sms itu. Semua teman-teman mendukungku untuk mengambil kesempatan ini dan memberikan testimoni. Sayangnya saya Jum’at sampai Senin harus ke Jakarta ada sebuah acara yang tidak kalah pentingnya. Aku meminta ada teman-teman KKN yang mau menggantikannya. Andre adalah salah seorang yang menawarkan diri untuk siap menggantikan posisi saya.

Keesokan harinya, Andre datang ke rumah untuk meminta foto-foto saat KKN juga meminta saran dari saya. Yah, sebisanya dan sepengetahuan saya, diberikanlah wejangan dari Pak Kordes kepada Andre yang mau presentasi besok. Mulai dari skenario presentasi, slide, foto yang akan ditampilkan, juga satu video paling menarik yang akan menghibur teman-teman adik kelas yang akan KKN.

Ketika di Jakarta saya dapat laporan dari Andre bahwa presentasi berjalan lancar dan sukses berat. LPPM sangat senang dan tidak menyangka buku kita sudah ada di nulisbuku.com, bahkan LPPM mengatakan kelompok kami (kelompok 14) ini seharusnya dapat nilai A++. Mereka juga mengklaim kita adalah kelompok terbaik. Padahal waktu KKN dulu kita menyatakan kita memang bukan kelompok terbaik yang dikunjungi Rektor UTM dan berhasil masuk Radar Madura, tapi kami hanyalah kelompok  yang KKN di sebuah desa kecil nan permai, tapi yang membedakan kami mempunyai keeratan yang luar biasa dan juga terekam dalam sebuah buku. itu saja.

Peserta yang mengikuti pembekalan KKN alias adik angkatan ini sangat senang dan bisa tersenyum melihat Andre presentasi, menurut Andre bahkan ada satu peserta yang duduk di depan matanya berkaca-kaca saat diputarkan video hari perpisahan kelompok 14.

Kami sangat bangga mimpi yang sepertinya khayalan belaka bisa terwujud di gedung utama UTM (saat ini) yaitu Auditorium.

ALAM

4 thoughts on “Mimpi di Atas Langgar Sampai ke Auditorium UTM

Berikan Komentar