Ngomongin Media Sosial dan Blogging di Surabaya, Sampang dan Bangkalan

Ibarat kereta api, ini adalah serangkaian gerbong yang terus menyambung. Setelah bulan Juni sharing tentang HOAX di Pamekasan, baru dapat kesempatan ‘berceramah’ lagi di Surabaya pada bulan Juli. Mebiso.com menghubungiku melalui Mbakchin GNFI dan berhasil memaksaku ngomongin tentang viral marketing. Tak lama setelahnya, Kampus UTM melalui program studi Sistem Informasi juga memasukkan aku sebagai tim pengabdian masyarakat (pengmas) ke SMKN 1 Jrengik. Aku diminta sharing tentang meningkatkan digital branding melalui media blog. Sebelum jadwal pengmas, aku telah berjanji untuk datang untuk mengisi workshop IT oleh ikatan mahasiswa Bata-Bata (IMABA) yang akan diadakan di MAN Bangkalan.

Dan tiba-tiba jadwal mengisi seminar pun berderetan bak gerbang kereta api Gumarang.

Surabaya: Viral Marketing

Bersama istri menyusuri aspal Surabaya dari Nginden ke Cafe Lisidu di Jalan Kutai. Di sana sudah terlihat panitia dari Mebiso.com. Sebenarnya materinya cukup berat dan aku merasa bukan expert di situ. Namun karena ‘dipaksa’, maka yang bisa dilakukan adalah sharing tentang social media marketing yang pernah dan sedang aku kerjakan dan ditambah dengan materi bagaimana membuat konten viral.

Peserta yang hadir sekitar 18 orang. Namun semuanya adalah pebisnis pemula yang ingin belajar lebih jauh tentang marketing di dunia maya. Kebanyakan dari mereka tidak paham bagaimana mengelola akun media sosial untuk bisnis dan bisa viral, sehingga hal ini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Akun media sosial harus dikelola dengan serius. Viral atau tidak itu ada caranya. Namun masalah berhasil viral atau tidak itu urusan belakang. Poin terbesarnya adalah mengetahui caranya terlebih dahulu.

Sampang: Digital Branding Melalui Media Blog

Seorang dosen PNS wajib melakukan pengabdian masyarakat, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Aku bersama enam dosen lainnya: Yasid, Budi, Syarif, Novi, Imamah dan Fitri. Para dosen laki-laki menumpang Brionya Pak Yasid, sedangkan dosen perempuan Agya-nya Bu Fitri.

Jrengik dipilih karena lebih dekat dari Bangkalan. Selain itu ada syarat pengmas tahun ini, tidak boleh diadakan di Bangkalan. Tahun lalu sudah diadakan di Sumenep. Aku belum ikut, dan tahun ini aku ikut dan diplot menjadi ujung tombak.

Sampai di SMKN 1 Jrengik, terlihat sekali sekolah ini masih baru. Setelah ditanya, benar, sekolah ini baru meluluskan satu angkatan. Kami disambut kepala sekolah yang nyentrik. Suaranya menglegar dan suka ngopi dan rokok, Madura banget lah pokoknya.

Satu ruangan sudah disiapkan untuk kami, sudah dilengkapi dengan LCD Projector, dan sekitar 30 siswa sudah menunggu kami. Pak Yasid memberikan sambutan sebentar, kemudian dilanjutkan aku untuk memulai presentasi. Meski bicara atas nama Prodi Sistem Informasi, namun sesekali aku mengenalkan komunitas blogger Plat-M.

Anak-anak di Sampang belum familiar dengan blog dan beberapa istilah internet lainnya. Mereka baru sebatas menggunakan internet untuk Facebook-an dan mencari tugas. Namun semuanya antusias menyimak apa yang aku paparkan. Semoga bermanfaat ya, Nak!

Acara pengmas ditutup dengan makan bersama di warung bebek songkem Pak Salim di Bangkalan. *elus-elus perut yang membesar karena kekenyangan*

Bangkalan: Workshop IT – Pelatihan Blog

Hari Sabtu pertama di bulan Agustus dijadikan waktu untuk mengadakan workshop IT – pelatihan blog oleh IMABA. Organisasi keren dan kompak. Terlihat dari beberapa panitia yang tanggap dan cekatan mengurus event. Beberapa diantara mereka pun memakai seragam menambah kesan kekompakan mereka. Senang rasanya melihat anak-anak muda yang energik dan punya keinginan untuk memajukan daerahnya. Apalagi dari mereka, kebanyakan berasal dari Kecamatan Kokop. Suatu kecamatan yang telaknya cukup jauh dari kota Bangkalan.

Aku datang seorang diri dari Surabaya. Di lokasi sudah disambut Ali Muhtar akan siap membantuku. Ketika masuk aku harus mengisi absen dan membaca nama yang tak asing bagiku: Arif Suhaimi.

Ternyata benar, ketika berada di kursi sofa bagian depan, aku melihat guruku ketika zaman SMK. Tak pikir lama aku mencium tangannya, takdzim, karena bagaimanapun beliau adalah guru yang membuatku dewasa seperti sekarang. Mulai dari acara belum dimulai hingga sesi pembukaan, kami saling bercerita. Aku lebih banyak bertanya tentang kondisi sekolah, kondisi Pak Arif dan minta sedikit wejangan darinya.

Usai Pak Arif sambutan dan acara sudah dibuka, saatnya aku memberikan materi. Acara yang dihadiri lebih dari 50 orang ini, aku menyampaikan kondisi terkini internet di Indonesia, apa itu blog, bagaimana proses ngeblog dan apa saja manfaatnya. Acara ditutup dengan praktik langsung membuat blog. Cukup melelahkan ternyata, berdiri sekitar dua jam di depan siswa-siswa dari berbagai SMA di seluruh Bangkalan.

Aku berpesan agar teman-teman yang masih menjadi siswa harus lebih memanfaatkan internet dengan bijak. Media blog bisa menjadi pilihan untuk lebih serius membranding diri. Pilih topik tertentu untuk blognya, update secara berkala dan share ke media sosial yang mereka punya. Dan percayalah, blog kalian ada yang menilai!

Kesimpulan

Semua event di atas terlaksana karena adanya teman yang merekomendasikan aku sebagai pematerinya. Teman berperan penting terhadap kejadian-kejadian di masa depanmu. Selain itu, sesuai dengan sambutan dari Pak Arif Suhaimi, masyarakat mulai peduli terhadap perkembangan IT. Bahkan beliau menghimbau agar hal serupa sering diadakan untuk mengedukasi masyarakat, terutama para orang tua, tentang betapa pentingnya pemahaman akan IT. Karena jika tidak, anak-anak akan lepas kontrol dan bisa berdampak negatif jika menggunakan IT dengan tidak baik.

Sampai jumpa di event-event selanjutnya yak!

ALAM

One thought on “Ngomongin Media Sosial dan Blogging di Surabaya, Sampang dan Bangkalan

Berikan Komentar