Nokia Technology Workshop

Toke the photo together with Valeri Tai (Left) and Upik Sidarta (Right)

Malu dan termotivasi. itu mungkin perasaan yang bisa saya gambarkan setelah mengikuti Nokia Technology Workshop yang diadakan tanggal 23-24 Mei 2011 di Hotel Mercure – Surabaya. Begitu memasuki lokasi workshop, aku tertegun sekian detik seraya hati mengucap “inilah dia, orang desa yang bisa masuk hotel bagus seperti ini” (biasa kan di desa mana ada yang namanya hotel ๐Ÿ˜€ ).

Hari Pertama (Senin, 23 Mei 2011)

Gary Chan (jangan tertukar dengan Jacky Chan ya!) mengawali acara dengan presentasinya mengenai Nokia Developer Strategy, dengan tampilan stylist dan minimalist, Head sekaligus Developer Relations Manager (SEAP) ini juga menerangkan  (tentunya dengan menggunakan English) bahwa “tiga juta orang mengakses internet via mobile, dan itu mer merupakan kesempatan yang sangat besar bagi para calon developer untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang mobile (katanya English, tapi kok Bahasa Indonesia?).

Upik Sidarta melanjutkan dengan presentasinya berjudul Building a Winning Ecosystem in Indonesia. Walau judulnya berbahasa Inggris, tapi karena (asli) orang Indonesia, Mbak cantik ini membawakannya dengan bahasa Indonesia yang mudah dicerna oleh otak yang sudah terbiasa sehingga tidak lagi harus berpikir apa artinya. Dalam presentasinya, Upik Sidarta mengatakan bahwa Indonesia masuk 20 global top untuk market product Nokia, dan ini harus dimanfaatkan developer lokal untuk menjadi “tuan rumah” di negeri sendiri.

The presentation of Valerie Tai

Setelah morning break, Valerie Tai, Senior Technology Expert APAC mengajari peserta yang hadir tentang Series 40 Web Apps for the next billion. Sesi kali ini lebih semi workshop, selain memberikan materi di depan, cewek cantik dengan English beraksen Jepang ini (emangnya asli Jepang? sok tau!) juga memberikan contoh step by step membuah aplikasi S40 Web Apps dasar dengan konsep workshop, sehingga dia sesekali mendatangi peserta yang mengalami kesulitan (awalnya heran, cewek muda cantik lemah gemulai begini kok pinter ngoding ya?). Beberapa juga disinggung oleh Valerie, seperti UX (User eXprerience) yang berkolerasi dengan kalimat berikut “better UX for greater consumer”, begitu juga bagaimana cara menjadi Publisher di OviStore. Kepala sudah pusing memahami skrip yang begitu jelimet, dan waktu sudah melewati tengah hari, panitia juga sudah memberikan isyarat kalau sudah masuk waktunya Lunch, atau bahasa kerennya ISHOMA (Istirahat Sholat Makan).

Lunch together with my friends, Kimi, Ery and Darul (Toke by Valerie Tai)

Penyakit Sindrom FromDesaToCity-ku kambuh ketika memasuki restoran hotel di lantai bawah (lupa namanya apa), yang jelas restoran ini didesain dengan konsep menarik dan elegan dengan pelayan yang cantik dan ramah, begitu juga dengan masakannya yang tidak akan pernah didapat kalau berada di desa. Sepiring makanan langka ini aku santap dengan lahapnya dan penuh syukur, ditemani dua teman dari Madura (Ery, Darul) dan teman baru kenal dari Jogdja membuat suasana makan lebih akrab dan menyenangkan, yang lebih menyenangkan lagi, Valerie Tai (sang pemateri) rela menjadi juru foto kami berempat. “I take for you” bilang dia ke saya sambil memberikan isyarat kalau dia mau ngambil kamera di tangan ini untuk membantu mengabadikan pengalaman kita berempat makan di tempat mengasyikkan seperti ini (jarang-jarang difoto bule, cantik lagi!).

After the break, Valeri Tai melanjutkan presentasinya di sesi ke-4 hari pertama Nokia Technology Workshop ini dengan materi Introduction Of Series 40 Java – Touch & Type.  Kali ini cewek berambut lurus ini menjelaskan kepada kita bagaimana langkah-langkah membuat aplikasi java mobile menggunakan Netbeans  6.9.1 dengan Simulator Nokia S40 (yang digunakan dalam simulasi percobaan Nokia X3). Dua materi tentang bagaimana gesture tangan dalam Nokia Touch Series menjadi santapan kita di sesi terakhir hari pertama ini. Meskipun cuma dua aplikasi sederhana, tapi cukup menghabiskan waktu cukup lama. Tanpa terasa hari sudah menjelang Maghrib, Valerie Tai mengakhiri hari pertama dan kami kembali ke Pulau Garam dengan penuh semangat, ingin cepat-cepat besok dan menlanjutkan hari kedua.

Hari Kedua (Selasa, 24 Mei 2011)

Sindrom FromDesaToCity di hari kedua tidak lagi muncul karena sudah biasa (alah baru dua hari sudah bilang biasa, gaya amat!). Aditia Dwiperdana dari Agate Studio memberi warna baru dalam hari kedua ini dengan membawakan dalam bahasa Indonesia setelah kemarin harus mengubah otak menjadi kamus English to Indonesia cepat dengan kecepatan 3 GHz (kaya’ processor aja).

Materi yang dibawakan Aditia adalah UX/UI (User eXperience/User Interface) Practices. Dia juga menampilkan beberapa perbandingan antara UI yang baik dan UI yang buruk sehingga peserta memahami bagaimana seharusnya mendesain sebuah aplikasi di mobile.

When Elieen Khoo gave the presentation about Qt Quick

Setelah Lunch, kali ini pemateri seperti di hari pertama ( yang jelas bukan Valerie Tai) sama-sama orang Jepang (padahal belum bisa dipastikan, cuma menebak dari logatnya saja) bernama Eileen Khoo. Cewek cantik ini menjadi tutor Qt Quick (QML) in Qt 4.7 tentunya dengan bahasa paling terkenal sejagad raja; English (canggih! kemampuannya tidak pantas dengan parasnya). Kali ini kita bisa belajar bagaimana membuat aplikasi dasar Nokia menggukan Qt. Kita belajar mulai dari program “Hello World”, sampai ke program animasi sederhana. Dia juga memberikan contoh-contoh program yang sudah jadi sehingga membuat peserta yang hadir terpukau dan terperana melihat aplikasi yang begitu bagus dan canggih dengan UI/UX dan sempurna.

Dilatih ilmu baru yang mengasyikkan dengan tutor cewek bule cantik putih membuat waktu tanpa terasa sudah melewati setengah jam dari jam enam sore yang artinya sudah maghrib. Setalah ambil sertifikat, kami tidak menyiakan waktu luang untuk berfoto dengan pemateri yang cantik mulai dari Valerie Tai, Eileen Khoo sampai Upik Sidarta tidak kita lewati untuk mengabadikan gambarnya dalam kamera ponsel Samsung Touch Screen kepunyaan Ery.

Free Thumbdrive and Certificate of Participation

Senang sekali bisa dapat ilmu gratis, Nokia thumbdrive 4 GB gratis, teman baru (gratis juga kan?), sertifikat dan tentunya pengalaman baru makan di restoran (agar sindrom FromDesaToCity bisa berkurang), serta ide tulisan maupun ide untuk membuat program canggih dan menjadi developer new-bie (emangnya ada developer new-bie?), semuanya terangkum indah dalam acara Nokia Technology Workhop (sering-sering aja ngadain acara ini). Kamipun keluar dari Hotel Mercure dengan bekal ilmu dari Nokia yang tersimpan di ribuan Terra storage device kita bernama otak.

show and download all photo of event here

ALAM

6 thoughts on “Nokia Technology Workshop

Berikan Komentar