Pembubaran Panitia #BN2011

Kenangan bekerjasama dengan panitia Kopdar Blogger Nusantara 2011 atau disingkat #BN2011 Oktober silam masih menyisakan rekaman yang mendalam di dalam otak. Undangan Pembubaran Panitia Kopdar Blogger Nusantara di milist langsung aku tanggap dengan menghadiri acara yang diadakan di Pacet, Mojokerto (3/12) dengan menyewa 1 villa.

Dengan 4 Nak-kanak Blogger Plat-M lainnya kita berangkat dari Madura dengan melintasi Jembatan Suramadu ditemani awan yang mendung gelap. Angin berhempus begitu kencang ketika roda kuda besi kita berputar di atas Selat Madura. Betul dugaan kami, air tumpah dari langit membuat kami harus berhenti mengenakan jas hujan untuk menghindari basah-basahan di jalan.

Di perjalanan kami harus membuka dan memakai jas hujan mengikuti cuaca sepanjang dari Surabaya – Mojokerto, hujan begitu lebat ketika kita memasuki kawasan Pacet. Pada saat cuaca normalpun kawasan ini sebenarnya sangat dingin, ditambah dingin ketika guyuran hujan membasahi kawasan ini. Setelah perjuangan ektra keras melawan hujan deras dan gelapnya malam, akhirnya kami sampa di Villa Palem, tempat kita menginap semalam. Tanganku terasa seperti es ketika bersalaman dengan teman-teman panitia yang lain yang sudah ada di sana.

Cuaca sangat dingin, secangkir kopi cukup memberikan penawar bagi dinginnya tubuh ini. Setelah berisitirahat sebentar, kami menyiapkan peralatan perang untuk membakar ikan yang sudah di bawa mas Heru dari Surabaya. Hujan sudah reda, suara gemuruh aliran air gunung menenami malam di Villa. Dinginnya cuaca masuk ke pori-pori kulit, hembusan angin malam menambah dinginnya Pacet malam itu.

Suasana keakraban antar panitia menjadi penghangat malam minggu. Kobaran api dari arang melukiskan keakraban kita, kamera blackberry, GTab, Pocket, DSLR semuanya bergantian mengabadikan momen ini. Satu demi satu ikan terpanggang sempurna, kadang ada yang terlalu matang nyaris hangus. Semua ikan dibakar ala amateur chief dari BN2011. Beberapa sisa cerita tentang  event di Sidoarjo berkolaborasi bercampur antara bumbu ikan bakar dengan kehangatan antar panitia.

Malam menjelang dini hari, kondisi di jalan masih ramai, suara motor yang menuju pemandian air panas terdengar meriuh dari luar villa. Makan malam ikan bersama ditemani laga sepak bola Liga Inggris di televisi. Rasa ikan bakar ala amateur chief ini beragam, ada pahit karena nyaris hangus, ada yang setengah matang dengan sedikit bau amis, ada yang matang sempurna bak restoran sea food terkenal semuanya jadi satu menjadi pembungkus keakraban malam itu.

Momen seperti ini belum pernah kita lakukan sebelum sampai pasca acara Kopdar Blogger Nusantara. Kurang dari 35 hari yang lalu kita tenggelam dalam kesibukan menyiapkan acara, meski belum ada pengalaman sebelumnya tapi kita berusaha sebaik mungkin. Sekarang kenangan itu kembali menyeruak di villa Palem di Pacet. Menemani hingga larut malam, hingga semua tertidur dengan bau ikan bakar yang masih menghiasi villa.

Udara segar menyambut pagi di Pacet, beberapa teman-teman masih tertidur pulas, beberapa juga ada yang berfoto ria di luar villa, aku ikut yang berfoto-foto sambil melihat kang EW yang lagi belajar mengoperasikan DSLR barunya. Aku yang menjadi objek foto dengan latarbelakang gunung Welirang di belakangku. Usai sesi foto-foto makanan pesanan sudah ada di Villa, kami sarapan bersama ditemani film kartun khas Minggu pagi.

Meski namanaya Pembubaran Panitia, tapi acaranya tanpa disadari diisi dengan diskusi bersama. Dipandu pak Gempur kita berdiskusi santai, sesekali kenangan selama BN2011 kembali muncul di forum. Aku langsung mengingat ketika menjadi seorang stage manager di belakang panggung kala itu. Teh dan kopi panas menemani, tawa canda, ‘gojlokan’ khas panitia BN2011 beberapa kali muncul. Tanpa terasa hari sudah siang, makan siang sudah datang bersamaan dengan guyuran hujan di siang hari.

Suasana di villa siang itu beraneka ragam, ada yang sedang sibuk makan siang sambil ‘pantengin’ televisi, ada yang membentuk lingkaran bermain poker, ada sibuk memantau timeline twitter, ada yang sibuk dengan GTabnya, ada yang sibuk dengan rokok dan kopinya, ada santai tidur-tiduran di sofa semua dengan posisi dan kesibukan masing-masing dihibur dengan tetesan hujan deras di luar villa. Daun-daun tanaman di luar terlihat berkibar terkena tetesan air dari langit.

Hujan membawa kita sampai sore, akhirnya ‘kontrak’ kami dengan villa menjelang akhir. Kami akhiri keakraban di Pacet dengan sesi paling penting yaitu berfoto-foto bersama dengan latar gunung Welirang, begitu akrab dan menyenangkan.

8 Comments

Berikan Komentar