‘Positive Value’

http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/05/Maskot-Pimnas-2011.pngMaskot PIMNAS 2011 di Makassar

Membawa nama Universitas ke ranah Nasional secara formal memang tidak mudah, apalagi ini merupakan pengalaman pertama sejak kuliah. Meski sebelumnya sudah memperkenalkan Madura dan Universitas Trunojoyo melalui aktivitas Plat-M di kancah perbloggeran nasional, tidak lantas membuat aku menikmati momen ini. Ya, momen itu bernama PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diadakan DIKTI untuk melatih dan memancing kreativitas Mahasiswa Indonesia.

Aku diajak Mas Ubaid, orang yang sudah berpengalaman dalam hal ini bahkan dia bersama mas Ery, Mas Kurniawan dkk pernah menyabet Medali Perak dalam PIMNAS 2009. Nah, terus apa hubungannya PKM dan PIMNAS?. Kalau diambil gampangnya, PKM adalah syarat/seleksi untuk bisa mengikuti PIMNAS. Untuk PIMNAS 2011 akan diadakan di Universitas Hasanuddin – Makassar

Kesempatan ini tidak aku sia-siakan begitu saja, aku ingin menambah pengalaman dan berharap bisa menjadi penerus Mas Ubaid dan Mas Ery yang merupakan senior berprestasi di Kampus. Setelah mendapat kepastian bahwa topik yang kita ambil sudah di setujui DIKTI, kita mulai bekerja dengan semangat (tentunya kuliah masih jalan terus). Untuk mengetahui perkembangan dari topik yang kita kerjakan dan telah dibiayai oleh DIKTI, DIKTI menyelenggarakan MONEV (Monitoring dan Evaluasi) yang diadakan di masing-masing daerah. Kebetulan kampusku dijadwalkan akan presentasi hasil MONEV topik yang kita ambil di Universitas Surabaya (Ubaya).

Jujur, event ini cukup menyita waktu terutama ruang pikiran yang ada di otakku. Aku coba praktekkan semua buku motivasi yang sudah aku baca, mempraktekkan bagaimana cara presentasi yang baik dan tidak lupa membuat presentasi sebaik mungkin, kalau perlu membuat presentasi terbaik selama kuliah. Semua untuk mempersiapkan presentasi MONEV ini.

Berangkat ke Ubaya bersama tim dengan perasaan senang, nervous, dan penuh penasaran. Aku berusaha menenangkan diri dengan menjadi “pelawak dadakan” di bis kampus selama perjalanan ke Ubaya. Untung saja aku punya teman satu tim yang ‘gila’, dia bisa mengubah suasana tegang dan grogi menjadi gelak tawa dengan anekdot yang dibawakan ala Tukul Arwana. Perasaanku mulai sedikit tenang, buku motivasi dan cara presentasi yang baik sepertinya sudah bereaksi dalam pikiran dan hati, sehingga perlahan rasa grogi itu sirna sampai memasuki ruangan presentasi dengan satu orang juri seorang Professor wanita.

Satu demi satu tim dari kampusku sudah presentasi, aku mendapat urutan ke sepuluh dari  12 kelompok yang mau presentasi pada sesi kali ini. Tidak tahu dari mana datangnya, rasa grogi kembali mengrogoti tubuh ini ketika melihat satu demi satu tim yang presentasi, apalagi Mas Ery dan Mas Ubaid mempresentasikan topiknya masing-masing dengan sangat enjoy dan aku bilang sempurna. Pikiranku mulai kacau, latihan presentasi beberapa hari kemarin, latihan saat di kantin 10 menit sebelum masuk ruangan, ilmu dari buku cara presentasi  yang baik tidak mampu membendung rasa grogi tersebut.

Aku memutuskan keluar ruangan 10 menit sebelum aku presentasi, aku ke belakang ruangan melihat pemandangan indahnya Ubaya seraya menarik napas dalam-dalam, mengatur paru-paruku agar bekerja maksimal, berdo’a semoga suaraku yang terinfeksi amandel akut ini tidak kambuh saat aku presentasi sebentar lagi. Aku maju ke depan juri, LCD Projector sudah menampilkan slide yang akan aku presentasikan, aku tarik nafas dan mulai presentasi, tiga slide yang aku presentasikan terasa sangat lama, waktu seolah melambat saat aku berdiri dan memulai presentasi, tapi di otakku Cuma ada satu yaitu “positive value”, aku hiraukan semua kekuranganku, aku fokus pada apa yang aku miliki dengan segala keterbatasan ini, dan alhamdulillah berjalan lancar. (meski kata teman-teman aku terlihat grogi sekali). Siapa yang tidak grogi presentasi di depan professor pertama kali dengan memikul nama kampus. Semoga perjuangan ini bisa membawa tim kita ke Makassar untuk mengikuti PIMNAS 2011. Amin!

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251676_1724698682002_1374446228_31405535_7244505_n.jpg?dl=1

Foto tim PKM Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo

Intinya, melalui tulisan ini aku hanya ingin memberikan semangat kepada semua pembaca bahwa kita tidak boleh terlalu menyesalkan apa yang kita tidak punya, apa kekurangan kita, tapi tetaplah semangat, fokus pada kemampuan kita, aku sangat yakin setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, kita akan lebih baik dengan mengoptimalkan ‘positive value’ yang kita miliki.

ALAM

5 thoughts on “‘Positive Value’

      1. Kalau lolos ke Makassar jangan lupa singgah ke Pantai Losarai dan mencoba Coto Makassar di Jl. Nusantara, Es Pallu Butung, jangan lupa pula jalan-jalan ke Benteng Rotterdam.

Berikan Komentar