Mandi di Sungai bersama anak-anak desa

Rangperang Laok masih begitu asing bagiku di hari kedua KKN ini. Oleh karena itu karena masih belum ada jadwal pelaksanaan program kerja pada hari kedua ini yang kebetulan adalah hari minggu aku manfaatkan untuk melihat lebih dekat aktivitas masyarakat di sekitar desa yang berbatasan dengan desa Rangperang Dejeh dan Banyubuluh ini. Aku langsung menerima tawaran Lora, Rofal, Adit dan Andre untuk mandi di sumber. Rasa penasaranku terbayar ketika sudah sampai di sumber itu. Sumber itu sangat luas airnya jernih beberapa bagian berwarna hijau menandakan kedalaman dari sebuah kali yang dialiri air yang keluar dari sumber alami bernama Sumber Payung.

Puas berenang, mandi dan bermain air, kami berlima menyempatkan untuk mengabadikan momen di kali seperti ini. Jarang sekali kita bisa mandi bersama di sebuah kali seperti ini jika kita sudah kembali ke tempat kita masing-masing. Kebetulan salah satu anggota Kelompok 14 ini, Adit, membawa kamera DSLR lengkap dengan lensa tambahan mirip fotografer handal. Berbagai gaya sudah kami lakukan di sumber ini. Mulai dari bermain air sampai loncat dari atas batu. Karena sudah merasa lelah, kami memutuskan untuk bergegas kembali ke penginapan. Di tengah kesibukan membereskan peralatan mandi, tiba sekumpulan anak-anak berpakain seperti mau berangkat ngaji dengan memakai sarung, kemeja lengan panjang lengkap dengan pecinya mendekat ke area sumber. Dengan cekatan mereka menanggalkan semua attribut yang biasa dipakai Sholat dan berganti dengan hanya memakai celana pendek.

Mereka berlari ke arah batu yang berada di tepi sumber yang mengalir seperti sungai kemudian dengan tanpa ragu mereka melompat dari ketinggia sekitar tiga meter. Beberapa diantaranya langsung menyebur ke sungai untuk mandi, beberapa yang lain masih tenang melihat kondisi teman-temannya yang sudah berenang dan mandi di sungai. Ini merupakan objek yang menarik untuk diabadikan. Akhirnya kami meninggalkan aktivitas bergegas peralatan mandi dan kembali ke sungai. Kita mengatur mereka supaya mendapatkan angel pengambilan gambar yang bagus. Kita atur gaya mereka mulai dari gaya natural, bergandengan tangan, foto bareng bersama saya sampai gaya salto mirip atlet loncat indah yang biasa ditonton saat siarang langsung Olimpiade.

Santri bersalto seperti atlet loncat indah

Sedang melihat kawannya yang sedang mandi.

Setelah selasai, kami berpamitan kepada mereka kemudian kami tidak tahan untuk segera melihat gambar hasil jepretan Adit melalui laptop. Setelah melihat hasilnya ternyata luar biasa. Pengambilan gambar Adit cukup baik dan nyaris seperti hasil fotografer profesional. Foto favoritku pasti ketika ada fotoku sendiri, tapi yang paling aku suka adalah hasil jepretan Adit adalah ketika menangkap dengan sempurna momen ketika seorang santri yang sudah telanjang dada namun masih lengkap dengan sarungnya bersalto dari batu yang ada di pinggir sungai persis seperti atlet lonca indah. Selain itu juga foto ketika beberapa santri dari salah satu pondok pesantren di desa sebelah ini terekam ketika sedang melihat kawannya berenang. Selain mereka bersebelahan, pakaian dan pose yang tergambar di foto itu menggambarkan jelas seperti apa anak-anak di Madura. Ya seperti inilah anak Madura yang sebenarnya, gumamku dalam hati.

Malam hari, aku dan beberapa teman kelompok diskusi dengan Pak Klebun tentang jadwal dan program kerja selama di Rangperang Laok ini dengan santai di teras rumah Pak Klebun. Aku juga selingi pertanyaan tentang sejarah desa ini. Aku menanyakan sejarah sumber payung itu awalnya seperti apa. Ya, karena dulu sumber itu menyembur ke atas sampai membentuk seperti payung, maka dari itu dinamakan sumber payung, jelas Pak Klebun yang bernama Ach. Fadili ini. Ya berarti hari ini aku sudah menyaksikan santri salto di sumber payung. Karena sudah malam dan lewat tengah malam, rasa kantukku tidak bisa tertahan lagi. Bunyi rintikan hujan terdengar menjatuhi genteng tempat kami menginap. Setelah aku posting tulisan ini aku pamit istirahat.

ALAM

ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

9 Comments

elhasany · January 30, 2012 at 02:50

wah kayaknya seru nih….

    wahyualam · January 30, 2012 at 22:47

    Pastinya lah!
    aku akan berusaha report setiap harinya apa yang terjadi di Rangperang Laok

Obat Kanker Payudara Herbal · January 30, 2012 at 14:34

wuish mantap gan kayak nya seger tuh mandi di sungai !
salam kenla dari saya!

    wahyualam · January 30, 2012 at 22:47

    Salam kenal juga mas/mbak bro! 😀

elvira157 · January 30, 2012 at 23:55

behh… sungainya kayaknya seru asyik tuh, jadi pengen mandi juga #loh

    wahyualam · January 31, 2012 at 00:33

    Hayukk! mandi bareng yuk! eh loh?

ilif · April 15, 2012 at 06:55

wah,,ne mah sekolahq dlu,,,alam KKN d sumpay??? emang anak mna??? sam knal ya,,,aq ilif

    wahyualam · April 19, 2012 at 03:43

    Ya. aku KKN di desa itu Rangperang Laok. salam kenal juga. 🙂

oemar4share · June 17, 2014 at 08:47

Seru ceritanya, dan bagus gambarnya….
Sukses terus…….

Berikan Komentar

%d bloggers like this: