header-wahyualam.jpg

“Health and family are my first priority”, begitulah yang tertulis pada sebuah profil salah seorang CEO hotel bintang lima yang sudah punya beberapa cabang di dunia.

Ada betulnya memang, bahwa kesehatan dan keluarga adalah prioritas pertama kita dalam menjalani hari-demi-hari menikmati berkah Tuhan.

Aku sangat merasakan quotes itu mengalir deras saat-saat family day seperti Hari Raya Idul Fitri kemarin. H+5 baru bisa mudik ke Lamongan. Silahturahmi ke tempat Bapakku dilahirkan dan dibesarkan.

Puluhan kilometer dari kota Lamongan. Melewati jalan berbatuan yang seolah tidak ramah bagi setiap motor yang melintasinya. Tetapi justru ini yang membuatku kangen dan ingin selalu pergi ke tempat ini. Dusun Bulumargi, Desa Kepoh, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Begitulah alamat yang tertulis di plat yang menempel di rumah-rumah warga. Tapi bukan monografi yang mau aku bahas melainkan kehangatan suasana keluarga di lebaran edisi 2012 ini.

Kerja keras. Satu kata ini yang aku dapatkan setelah tiga hari menetap di desa terpencil ini. aku bertemu dengan paman yang sudah lama di Papua. Bertemu keluarga-keluarga yang menjadikan tanah air Indonesia ini seperti halamannya. Berbagai daerah sudah pernah dijamah oleh keluarga besar Bapak di Lamongan. Hal ini terlihat dari cerita-cerita mereka kepadaku saat bersilahturahmi. Sekarang, hari ini, di hari lebaran ini mereka menikmati setelah nyaris 12 bulan berada di desa orang untuk mengais rejeki, mengumpulkan lembar demi lembar rupiah untuk menyambung hidup atau sekadar untuk membayar utang di kampung, memperbaiki rumah di desa, menabung untuk hari tua para orang tua. Mereka bekerja keras. Tidak ada berdiam diri, leha-leha di dalam kamar. Mungkin ini hukumnya haram bagi mereka.

Apapun itu. Semua pekerjaan dikerjakan. Kuli bangunan, tukang pentol, penjual soto sampai peternak ayam semuanya mereka lakukan. Lantas kalau sudah begini, tidak malukah kita yang sering bermalas-malasan saja. Bangga atas ketidakadaan pekerjaan dan mengganggapnya suatu berkah? Salah! Karena itu hanya membuat kita hancur luluh lantah.

Setiap perjalanan memang selalu memberikan hikmah tersendiri bagiku. Tanpa terkecuali saat berada di Lamongan. Now, time to back hard work!, Bismillah!

Categories: #ALAMelangkah

ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

3 Comments

Em Farobi · September 15, 2012 at 11:41

Benar-benar mencerahkan,
semoga kita sebagai generasi muda bisa meniru semangat juang mereka.

mim lamongan · May 30, 2015 at 05:24

Siipp… Kerja Keras bukan menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat desa bulumagi, seperti halnya kakek dan keluarga besarmu yang selalu semangat tanpa lelah demi mengarungi hidup, bahkan saking semangatnya, sebagian keluarga ada yang merantau hingga ke papua demi yang di katakan kerja keras..salam taretan dibi’ http://bulumargi.blogspot.com

    Wahyu Alam · June 25, 2015 at 10:31

    Sip. Salam tretan dhibi’ hahaha..

Berikan Komentar

%d bloggers like this: