Sepi di Tengah Keramaian

http://wahyualam.com/wp-content/uploads/2010/12/sepisendiri.jpg?w=300Melihat waktu di pojok kanan atas layar monitor LCD 14″ saya tertera, Fri Dec 31, 9.08 PM. Artinya ini adalah hari terakhir di tahun 2010, tahun yang membawa saya ke ruang dimensi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Gegap gempita di luar sana mungkin akan diketahui dari sebuah situs berita yang selalu terlihat dari salah satu tab browser saya. Bunyi terompet Kenny G yang khas membunuh rasa sepi di ruangan ini. Dinginnya udara semilir terasa melewati pori-pori kulit.

Sebuah kalender bertuliskan Januari 2011 terpasang rapi di salah satu sudut ruangan ini. Bunyi ketikkan keyboard menyatu kompak dengan lagu yang keluar dari pengeras suara yang kecil. Beberapa unit komputer terdiam membisu ditinggal penggunanya. Di meja berserakan perlengkapan kuliah saya tadi siang. Sebuah lemari terlihat tersenyum dengan jejeran buku yang tersimpan rapi. Secangkir teh panas menunggu diminum di sebelah mouse yang mungil. Beginilah suasana sepi Laboratorium Sistem Informasi apabila ditinggal warganya yang sedang merayakan pergantian tahun.

Saya lebih memilih Lab ini sebagai tempat menunggu detik-detik pergantian tahun. Meski pada jam 10.00 PM bagian keamanan kampus akan menyuruh saya meninggalkan Lab, seorang dosen menanyakan kemana saya akan merayakan malam tahu baru? saya menjawab di Lab. Kerutan dahinya menandakan perasaan bingung terhadap jawaban saya, tapi tidak menyurutkan antusias saya untuk mencari something different dalam merayakan malam pergantian tahun 2010 ini sambil merenung apa yang sudah saya lakukan setahun kebelakang dan apa target yang harus dicapai di tahun depan.

Meski menurut sebagian orang, tindakan saya ini aneh, tapi saya tetap menikmati suasana hening seperti ini. Otak saya serasa di siram jernihnya embun pagi dan membuat kembali fresh untuk menjalani tugas yang sudah menanti di pintu gerbang 2011. Tumpukan tugas bagai tumpukan buku-buku di perpustakaan yang tak akan pernah habis dibaca pembacanya. Mulai dari sesuatu yang kecil ini, saya gerakkan tangan saya untuk menjamah tombol keyboard untuk menuliskan segala apa yang ada di otak saya. Adakalanya menulis secara ilmiah, ada kalanya menulis untuk me-refresh kembali beban yang rasanya memenuhi space dari otak saya. Semoga dengan pikiran yang tenang membuat saya bisa lebih fokus mengerjakan tugas berat di tahun 2011. Semoga!

ALAM

One thought on “Sepi di Tengah Keramaian

  1. Seperti itulah nasih orang yang tidak memiliki akses internet di rumah, jadi harus numpang dikampus. coba punya akses internet sendiri, pasti gak akan kesepian dan sendirian karena masalah ngenet. hehehe

Berikan Komentar