Posts tagged Belanda

Negara Kecil yang Rintisannya Memukau Dunia

The Netherlands is very pioneer in building design matters, and the most densely populated country in Europe, which means the Dutch have to be creative with space for homes, jobs and infrastructure.

***

File:Claremont Surrey.JPG

Claremount House

Tahun 1771, Baron Clive bersama calon mertuanya merancang Claremount House. Setelahnya bermunculan desainer-desainer bangunan ternama Belanda. Hingga akhir abad ke-17, bangunan megah seperti Trentham Hall, Cardiff Castle, Berington Hall, Royal Pavilion Brigton, hingga Theatre Royal Drury Lane berhasil dibangun. Teather Royal Drury Lane ketika dibangun kembali menjadi gedung teater terbesar di Eropa. Gedung ini dapat menampung 3919 kursi dengan panjang 200 meter dan lebar 108 meter.

Belanda juga pionir di bidang “bangunan” transportasi dan merupakan salah satu negara dengan jalan raya paling padat di dunia. Setidaknya ada 135.470 km jalan umum, Continue reading Negara Kecil yang Rintisannya Memukau Dunia

Holland: Creative Nation, Creative Peoples

Pakir sepeda di Belanda [0]

Parkir sepeda di Indonesia [1]

Browsing, siapa yang ngga suka kegiatan yang satu ini.Pertama buka browser adalah twitter.com, buka tab baru ketik facebook.com, tidak lupa gmail.com untuk cek imel apakah ada email baru. Setelah membalas mention di twitter, berkomentar di beberapa status facebook teman dan membalas baris demi baris email yang menghiasi inbox, sekarang searching dengan mesin pencari terbesar. Yak benar, “mbah Google” jawabannya.

Ketikkan kata Belanda di “kolom pencarian yang ajaib itu. Bagaikan hujan, deretan link yang menyediakan kata Belanda terhampar begitu saja di depan layar monitor. Scroll atas-scroll bawah, klik halaman 1,2, dan 3. Baca satu demi satu. Buka buku catatan, sebentar ada yang menarik, catat dulu ah!

Pasti sudah banyak yang tahu kalau dua pertiga dari daratan di Belanda berada di bawah permukaan laut, oleh karena itulah Pemerintah Belanda mengembangkan suatu konsep yang menjadikan hal tersebut bukan sebagai halangan justru sebagai peluang. Model Polder adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh pemerintah Belanda. Konsep ini memungkinkan setiap warga masyarakat boleh memberikan saran dan kritik. Dengan cara ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah nasional. Konsep pemikiran dari masyarakat itu tidak hanya menolong Belanda dari ancaman air laut, tetapi juga menjadikan Belanda sangat piawai dan handal untuk menangani semua urusan air.

Demi urusan yang berhubungan dengan air saja, Belanda merancang sebuah model untuk mengelolanya. Indonesia patut mencontoh tuh!, kan kita negara maritim. Sangat kaya akan laut.

Tidak puas dengan satu halaman web, buka lagi tab browser Google Chrome yang berisi tentang fakta menarik negaranya Johan Cruyff ini. Kursor putihku terhenti pada satu halaman web yang identik dengan Belanda ditandai dengan backgroud oranye. Ambil pulpen dan buku, catat lagi!

Belanda membangun tanggul 17.000 km yang kira-kira sama panjang tembok Cina untuk melindungi  negeranya dari abrasi air laut. Selain itu konsep Polder itu juga menciptakan lingkungan yang subur untuk menghasilkan pelbagai temuan teknologi yang sukses dan inovatif bagi dunia modern ini.

Waw, tanggul saja hampir sama dengan tembok Cina, bisa diterapkan di Sidoarjo tuh. Untuk melindungi masyarakat Sidoarjo dari ancaman lumpur, iya kan?.

Kembali ke browser, beberapa pertanyaan seperti keluar dari kepala dan bisa terlihat. Aku buka tab Youtube.com, mesin pencari terbesar kedua ini menyajikannya dalam bentuk video. Pastinya akan lebih menarik. Tanpa disuruh langsung ketikkan kalimat “Hidup di Belanda”. Muncullah beberapa video menarik, langsung buka satu persatu. *mumpung koneksi sekencang kereta eksekutif gaya baru malam Surabaya – Jakarta*.

Eh, ternyata kalau di Belanda tidak terlalu membutuhkan mobil untuk pergi ke suatu tempat. Angkutan umum akan mengantarkan kita hampir ke semua tempat yang mau kita tuju. Kalau di Indonesia orang berlomba-lomba memiliki sepeda motor sampai-sampai susah cari tempat parkir, tapi kalau di Belanda sebagian besar orang menggunakan sepeda “onthel” tidak peduli apapun profesi atau status mereka. Kalau urusan perut, bangsa “Londo” tidak memiliki tradisi memasak. Umumnya “hot meal” hanya disajikan pada malam hari. Sarapan biasanya hanya terdiri dari roti dan keju, potongan daging atau selai. “sandwich” untuk makan siang, dengan tambahan sup, salad atau buah. Makan malam umunya kentang dan sayur dengan daging atau ikan.

***

Referensi:

  1. Buku Life and Study nuffic neso Indonesia
  2. Video studi di Belanda @ Youtube

Sumber Gambar/Foto:

[0]: http://mave.wordpress.com

[1]:  vivanews.come

Pendidikan yang Kreatif a la Belanda

Wajah-wajah tegang saat presentasi paper. ^-^

Setelah presentasi paper pertama kalinya yang super tegang di UGM ini. Sekarang saatnya keliling kampus UGM nih *biasalah, orang ndeso dari Madura*. Di tengah perjalanan ke tempat parkir motor, aku mendapatkan sms dari Pak Yusuf (dosen UTM yang sedang menjalani beasiswa kursus IELTS di UGM). Beliau mengajakku dan Aris untuk datang ke Holland Education Fair. Sebelumnya aku pernah datang ke pameran pendidikan Jepang di Surabaya.

Setelah mengisi formulir pendaftaran, kami langsung diberikan tas yang berwarna oranye *Belanda banget euy* berisi buku, majalah dan cd tentang pendidikan di Belanda. Di dalam ruangan dengan luas sekitar 10×10 meter hadir beberapa booth dari berbagai universitas dari Belanda. Mereka datang langsung ke Indonesia, demi pameran yang hanya diadakan di tiga kota di Indonesia ini.

Aku, Aris dan Pak Yusuf berpencar. Pak Yusuf datang ke stan kampus tertua di Belanda yaitu Leiden University, Aris pergi ke stan Wageningen University, aku memilih datang ke stand nuffic neso Indonesia. Warna oranye hampir mewarnai furniture di stand ini, mulai dari meja, kursi, kaos panitia, sampai boneka yang dipeluk oleh salah satu panitia-pun berwarna oranye. Aura Belanda sangat terasa ketika aku duduk di stand ini.

Aku tanya tentang sistem pendidikan di Belanda. Seorang cewek cantik dengan sabar memberikan jawaban dengan lengkap dan jelas. Menurutnya di Belanda tersedia dua jenis pendidikan tinggi, yaitu universitas riset (universiteit) dan universitas ilmu terapan (applied sciences/hogeschool). Universitas riset bertujuan melatih peserta didik untuk mampu melakukan kerja riset secara mandiri sementara universitas ilmu terapan lebih bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk siap bekerja pada jenis pekerjaan tertentu. Terdapat bentuk lain dari instituti pendidikan tinggi Belanda, yang umumnya lebih kecil yaitu institusi pendidikan internasional yang diperuntukkan bagi para mahasiswa asing di Belanda.

“Wah, keren juga kalau belajar di Belanda”. Kataku sambil mengangguk-anggukan kepala bertanda menyimak pembicaraan mbak cantik tadi.

Mbak cantik tadi lantas meneruskan pembicaraannya. Sambil sesekali bahunya terangkat ia mengatakan pendidikan tinggi di Belanda memiliki reputasi dunia dengan kualitas tinggi. Pada 4 Desember 2009 dokumen revisi Code of conduct berkaitan dengan siswa internasional di perguruan tinggi Belanda diberlakukan.

“Dokumen Code of conduct?, apa itu mbak”,  tanyaku sambil mengernyitkan alis.

Code of conduct ini memberlakukan standar bagi perguruan tinggi Belanda dalam berurusan dengan para siswa internasional. Dengan menandatangi Code of conduct tersebut, institusi-institusi menawarkan jaminan kualitas dari program-program mereka dan prosedur rekrutmen. Penerimaan, serta konseling bagi siswa international. Hanya institusi-institusi yang telah menandatangi Code of conduct yang diperbolehkan menerima murid-murid internasional” . Katanya tegas.

Ternyata Belanda sangat memperhatikan kualitas pendidikannya. Buktinya mereka sampai membuat dokumen Code of conduct ini. sebuah langkah yang sangat kreatif menurutku.

Tidak hanya itu, kreativitas pendidikan di Belanda juga sangat terlihat ketika di dalam kelas. Adegan film Legally Blonde, dimana dosen senang bertanya a la Socratic Method pada sang muridnya korbannya? Murid dibiarkan berkeringat dingin menjawab cercaan dosen yang tak kunjung berakhir. Tidak berbeda jauh, belajar di negeri kincir angin juga akan lebih sering berdiskusi dan berkelompok. Karena bagi mereka lebih baik berdebat untuk memutuskan sesuatu daripada memutuskan sesuatu tanpa berdebat.

***

 

Referensi:

  1. Gambar bawah: http://www.ncdemocracy.org
  2. Buku life and study www.studyinholland.nl
  3. Novel Negeri van Oranje

Kreativitas Belanda di Masa Lampau

Mikroskop Anthony van Leuwenhook  [0]

Waktu kecil aku hanya mengingat angka 350 tahun saat mendengar kata Belanda. Jajahannya sangat lama sampai mendarah daging bagi nenek moyang kita. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai mengenal lebih dekat lewat tanyangan sepakbola di televisi. Kehebatan PSV Eindhoven sampai keperkasan Ajax Amsterdam tersaji setiap pagi di layar kaca. Yuk, kita berkenalan lebih dekat dengan asal mula nama dari negeri yang identik dengan warna orange ini. Belanda berasal dari kata Koninkrijk der Nederlanden yang berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”. Dari artinya saja sudah menggambarkan sebagian daerah dari negaranya Marco Van Basten ini  berada kurang 1 meter dpl (dibawah permukaan laut).

Sudah tahu belum kalau bangsa Belanda itu terkenal sangat kreatif sejak zaman penjajahan dulu. Mari kita buka lagi buku-buku sejarah kita. *sambil buka lembar-lembar buku kecoklatan menandakan sudah berumur*

Sejak dulu Belanda dikenal negera yang sangat kreatif. Hal ini dibuktikan dengan Belanda menempati peringkat ke-10 negara dengan penerima nobel terbanyak *luar biasa keren kan?*. Penghargaan nobel diterima ilmuan belanda sejak abad ke-19 dimulai dari Hendrik Antoon Lorentz dan Pieter Zeeman yang mendapatkan nobel fisika di tahun 1902 atas pengakuan terhadap pelayanan yang luar biasa telah dilakukan mereka dalam riset pengaruh magnetisme dalam fenomena radiasi. Selain itu masih banyak tokoh belanda yang menerima nobel. Jacobus Henricus van ‘t Hoff yang menerima nobel dalam bidang kimia.

*lanjut membuka lembar demi lembar buku sejarah dari kiri ke kanan, eh ternyata nemu tulisan kreativitas negeri ‘londo’ ketika menjajah Indonesia*

Dalam sejarah masa lalu, kreativitas Belanda dalam bidang pendidikan sudah terlihat sejak menjajah Indonesia. Saat krisis menerpa dunia tanpa terkecuali Hindia Belanda di abad 19, terjadi perubahan sistem pendidikan yang diterapkan Belanda. Agar biaya lebih murah, pemerintah Belanda membuat sekolah desa. Menurut Gubenur Jenderal Van Heutz, tipe sekolah desa yang dianggap paling cocok, lebih murah dan tidak mengasingkan dari kehidupan agraris.

Masih dibidang ilmu pengetahuan, Belanda juga menyumbang ilmuan-ilmuan yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Kapal selam, siapa yang meragukan hebatnya kapal yang bisa berjalan di dalam laut ini. Mungkin jika saja tidak ada orang Belanda bernama Cornelius van Drebbel, kita tidak akan pernah melihat kapal selam. Anthony van Leuwenhook yang mempunyai nama lengkap Anthony Philips van Leuwenhook adalah ilmuan terkenal dari kota Delft. Beliau disebut “Bapak Biologi” dan dianggap sebagai mikrobiologi pertama. Penemu lensa juga pengembang mikroskop ditemukan ilmuan yang juga berasa dari Belanda Zacharies Janssen dan pendiri mikrobiologi ini meninggal di umur 90 tahun (24 Oktober 1632 – 20 Agustus 1723).

*tinggal beberapa lembar saja, lanjutkan baca sambil meniup beberapa debu yang masih menempel di setiap lembar*

Sebelum disempurnakan oleh ilmuan Italia Galileo Galilei pada tahun 1609, tahun 1608 Hans Lippershey sudah menerapkan teleskop kepada pemerintah Belanda. Ilmuan kelahiran Wesel (Jerman Barat) ini menjadi warna negara Belanda pada tahun 1602. Nama terakhir yang patut diperhatikan adalah Christian Huygens, ilmuan asli dari Den Haag ini lahir pada 14 April 1629 dan meninggal 8 Juli 1695 pada umur 66 tahun. Merupakan ahli matematika dan ahli fisika. Ia juga pernah mendapatkan peringatan atas argumennya bahwa cahaya terdiri dari gelombang.

***

Referensi:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel_dalam_Fisika
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel_dalam_Kimia
  3. http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/mengintip-sejarah-pendidikan-indonesia-masa-kolonia
  4. http://syadiashare.com/nama-penemu-benda-penting-dunia.html
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Antony_van_Leeuwenhoek
  6. http://baca-kata.blogspot.com/2011/04/hans-lippershey-penemu-teleskop.html

Sumber Foto/Gambar:

[0] hprasetyo.wordpress.com