#ALAMelangkah

Taman Blambangan dan Masjid Agung Banyuwangi

Sisa waktu sore kami habiskan di taman Blambangan. Taman yang berada di alun-alun Banyuwangi. Seperti kebanyakan konsep kota di Indonesia, di depan alun-alun berdiri Masjid Agung Baiturrahman dan pusat pemerintahan (dahulunya disebut Keraton).

Tempat sampah berdasarkan jenisnya banyak terdapat di alun-alun Banyuwangi. Patut ditiru!

Kantor Bupati Banyuwangi. Halo pak Azwar Anas, saya numpang lewat!

(more…)

#ALAMelangkah

Menelisir Air Terjun Kembar Jagir

Homestay Banyuwangi Murah Watu Buncul - TamashiKeseruan dari Pulau Merah berlanjut di homestay yang kami sewa. Letaknya ngga terlalu jauh dari pusat kota. Adalah Tamashi Homestay yang berada di desa Watu Buncul Kecamatan Glagah. Waktu itu hanya dengan empat ratus ribu rupiah sehari kami dapat menempati satu rumah luas dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Di wisma inilah keceriaan dihabiskan di malam Minggu.

Kami sempat keluar untuk malam Mingguan di luar, namun karena hujan mengagalkan rencana indah kami. (more…)

#ALAMelangkah

Menjamah Keramahan Pulau Merah

Keluarga Beny begitu hangat melayani sekawanan empat belas mahasiswa pengejar gelas magister. Nasi pecel menyambut kami di hari Sabtu pagi. Meski aku baru tidur jam dua pagi, tak mengurangi rasa semangatku memulai petualangan hari ini. Aku ngga terlalu mempedulikan itinerary yang dibuat Beny sebagai tour leader kali ini. Bagiku semuanya menarik jika berhubungan Bali dan Banyuwangi.

Dan jadwal hari ini adalah eksplorasi Banyuwangi dan bermalam di sana. Ngga lama cukup semalam saja.

Usai berfoto bersama di depan rumah Beny, mobil Avanza dengan pilot Beny dan Innova dengan pilot Rahmad Trialih meluncur menuju pelabuhan Gili Manuk.

Udara di pagi itu begitu sejuk. Matahari tertutup awan tebal. Hijaunya Banyuwangi terlihat dari kejauhan. Awan di langit Gilimanuk berjalan perlahan seperti putri kerajaan Blambangan. Kami harus menyeberangi selat Bali selama kurang lebih satu jam menggunakan kapal Ferry.

Selama berada di atas kapal, kami menikmati suasana sejuknya udara pelabuhan yang dikelilingi pengunungan. Hembusan angin laut menyapu siapa saja yang berada di luar kapal. Maksud hati aku ingin memandangi selat Bali dan hijaunya Banyuwangi dari kejauhan, namun karena di luar angin berhembus kencang, aku memutuskan untuk masuk ke ruang penumpang. (more…)

#ALAMelihat

Mewarnai Tengah Malam Banyuwangi

tiket kereta api malang banyuwangi

Bak sinetron di televisi yang sudah menyelesaikan episode terakhir, balada di atas kereta pun usai tersaji. Sebentar lagi akan ada kisah baru yang lebih menarik. Dan kisah itu bernama #GiliWangiTrip. Suatu trip untuk membayar lunas kepengatan pikiran karena ujian akhir semester.

Rencana #GiliWangiTrip sudah berhembus saat usai menggelar trip yang pertama ke Malang. Aku tak sempat mengabadikannya di blog. Karena tempat yang kami datangi sudah tertulis di blog ini. Coban Rondo adalah nama yang tak begitu asing bagi warga Jawa Timur.

Setahun kemudian…

Sebentar lagi kita memasuki stasiun Banyuwangi. Semua orang bergegas. Mengambil tas masing-masing. Perlahan rak terlihat kosong. Aku pun menurunkan tas utamaku. Dua tas kecil lainnya ada di bawah. Aku pastikan tidak ada yang tertinggal. (more…)

#ALAMelihat

Balada di Atas Tawang Alun

Kereta Tawang Alun - Sumber: Wikipedia

Kereta Tawang Alun – Sumber: Wikipedia

Setiap perjalanan menyimpan cerita. Kali ini cerita itu hadir dari dalam gerbong. Di atas kereta Tawang Alun balada itu terjadi. Kemesraan satu keluarga tersaji di depan mata. Sayang jika tak diabadikan.

Kereta berderu, suaranya gesekan roda kereta beradu dengan rel mulai terdengar. Matahari mulai redup berwarna oranye, namun panasnya masih terasa, pelan-pelan kereta Tawang Alun meninggalkan stasiun Malang, bergerak ke arah utara. Tanpa dinyana aku bertemu Dr. Gamal, aku pernah mengikuti presentasinya di Universitas Ciputra dan Hotel Novotel. Dr Gamal duduk di kursi 19A, sedangkan aku di 15E. (more…)