Posts tagged Konferensi

Konferensi Blogger ASEAN …[2]

Setelah bercerita kedatangan ke Bali di postingan sebelumnya, sekarang cerita tentang kegiatan selama di Bali.

Pengamanan Berlapis di Nusa Dua

Pasukan Gegana bersiaga siap dengan kendaraannya

Dua bis hijau rombongan blogger bergerak ke Nusa Dua, Musium Pasifika tempat diadakannya ASEAN Blogger Conference juga satu kompleks dengan penyelenggaraan KTT ASEAN 2011. Dari Denpasar menuju Nusa Dua terlihat beberapa pasukan pengamanan mulai dari brimob, TNI, Polisi sampai Gegana lengkap dengan senjatanya bersiaga di bebera areal sekitar venue. Tidak semua orang bisa masuk. Area memang harus steril karena di daerah ini ada beberapa kepala Negara termasuk Presiden Indonesia. Akibat pengamanan yang begitu ketat ini, dua bis ini harus berputar balik dan melewati jalan alternatif menuju Musim.

Ternyata Blogger di Asia Tenggara itu…

Dalam acara Konferensi Blogger ASEAN ini, blogger dari beberapa negara presentasi tentang dunia blogging di masing-masing negara, termasuk Indonesia yang diwakili Donny BU. Konferensi ini juga membuka wawasan blogger yang hadir tentang bagaimana “kehidupan” blogger di masing-masing daerah. Mas Donny Bu mewakili blogger Indonesia mempresentasikan tentang statistik kehidupan sosial media di Indonesia, begitu juga dengan masing-masing negera, beberapa fakta menarik hadir. Di Filipina dikatakan 60% rakyatnya mempunya akun Facebook. Di Viet Nam pengguna Twitter sangat sedikit dan orang Viet Nam tidak suka Google+ dan Facebook, penyedia layanan blog gratis yang paling di gandrungi rakyat Viet Nam bukan wordpress atau blogspot tapi penyedia blog lokal Viet Nam. Sedangkan jumlah Blogger di Kamboja cuma 7% dari jumlah penduduknya, atau sekitar 1000 blogger saja.  Bandingkan dengan 2,7 juta jumlah blogger yang ada di Indonesia.

Komitmen Blogger untuk ASEAN

Eventually agreement was reached in the form of ASEAN ways. This is the spirit and solidarity of ASEAN, because we are one big family in the end. The plenary was led by Herman Saksono, blogger from Jogjakarta finally met this conclusion as follows :

1. We, the ASEAN bloggers, gathered in Bali, on 16th November 2011, aligned with the 19th ASEAN Summit, acknowledge the role and contributions of social media for the establishment of ASEAN Community 2015.

2. We, the ASEAN bloggers, aspire to seek the freedom of expressions among us as enshrined in Universal Declaration of Human Rights.

3. We, the ASEAN bloggers, in the spirit of partnership and solidarity among the family of people from ASEAN countries, independent of political influence, are determined to use social media in the development of ASEAN’s political, economic, and social-cultural potentials with the aim to promote understanding among ASEAN people.

4. We, the ASEAN bloggers, are determined to develop cooperation in all fields under ASEAN’s One Vision, One Identity, and One Community.

5. We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products.

6. We, the ASEAN bloggers commit to:
a. Declare the 16th November as the ASEAN Bloggers’ Day.
b. Develop communication platforms, both at the national and the sub-regional levels, taking into account the interest of people participation in the rural areas of ASEAN countries.
c. Organize future activities to encourage closer contact among bloggers.
d. Mandate the Indonesian ASEAN Blogger Community President to coordinate and communicate to all their counterparts from ASEAN countries regarding development and progress achieved in accordance with the Declaration.

7. We, the ASEAN bloggers, encourage all bloggers to join our efforts in making this Declaration a reality.

Declared in Bali, 16th November 2011

Gala Dinner yang Memukau

Malam harinya, setelah selesai acara Konferensi, Blogger ASEAN yang hadir dihidangkan dengan Gala Diner. Terasa Indonesia sekali ketika semua undangan yang hadir memakai batik. Suasana pulau dewata semakin kental terasa dipadu dengan penuh keakraban antar blogger yang hadir ketika makan malam di temani tarian selamat datang khas Bali. Keelokan penari yang hadir dengan tata lighting yang keren membuat suasana gala diner benar-benar memukau.

Belum selesai keterpukauan, tiba-tiba tarian kedua lebih frontal dan menelibatkan lebih banyak penari. Selain itu beberapa penari itu menggunakan semua area gala diner untuk menyuguhkan pertunjukan luar biasa. Kejutan itu langsung diserbu oleh blogger yang punya kamera DSLR untuk mengabadikan momen berharga ini

Berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (G)

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kotaprovinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.

Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.

Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional.

Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung.

GWK mempunyai beberapa tempat rekreasi di antaranya:

  • Wisnu Plaza

Wisnu Plaza adalah tanah tertinggi di daerah GWK dimana tempat kita sementara merupakan bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu Kencana patung Wisnu.

Pada waktu tertentu hari, akan ada beberapa kinerja tradisional Bali dengan megah patung Wisnu sebagai latar belakang. Karena lokasinya yang tinggi, Anda dapat melihat panorama sekitarnya. Patung Wisnu, sebagai titik pusat dari Wisnu Plaza, dikelilingi oleh air mancur dan air sumur di dekatnya suci yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.

Parahyangan Somaka Giri ditempatkan di sebelah patung Wisnu. Ini tempat air berada, yang secara historis telah dipercaya oleh rakyat di daerah tersebut sebagai berkat dengan kekuatan magis yang kuat untuk menyembuhkan penyakitnya dan meminta para dewa hujan selama musim kemarau. Karena lokasinya di tanah tinggi (di atas bukit), fenomena alam ini dianggap orang suci dan lokal diyakini itu menjadi air suci.

  • Street Theater

Street Theater adalah titik awal dan akhir kunjungan ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Di sini kita dapat menemukan banyak toko dan restoran di satu tempat dan dimana semua perayaan terjadi.

Anda bisa mendapatkan souvenir Bali dan merchandise GWK khususnya di GWK Souvenir Shop dan Bali Art Market. Kita bahkan dapat menemukan spa Bali dan produk aromaterapi di toko ini. Sementara di sini, mengapa tidak mencoba pijat refleksi kaki Bali setelah berjalan-jalan. Kita bisa mencicipi makanan yang baik dengan harga terbaik hanya di pengadilan makanan kita, Makanan Teater, dan restoran terbaru kami, The Beranda dengan paket all you can eat.

Pada beberapa kali sehari, kita dapat menikmati belanja dan makan sambil ditemani kinerja Bali khususnya seperti barongrindik dan parade.

  • Lotus Pond

Lotus Pond adalah area outdoor terbesar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Taman Budaya, kemungkinan besar, di Bali. Dengan demikian, Lotus Pond adalah tempat yang tepat dan hanya untuk mengadakan acara outdoor skala besar.

Selama bertahun-tahun, GWK telah dipercaya untuk skala besar diadakan, baik nasional maupun internasional, acara di Lotus Pond seperti konser musik, pertemuan internasional, partai besar. Lotus Pond adalah tempat yang unik dengan pilar batu kapur di sisi dan patung megah Garuda di latar belakang.

Lotus Pond berawal dari teratai. Teratai adalah simbol utama keindahan, kemakmuran, dan kesuburan. Wisnu juga selalu membawa bunga teratai di tangannya dan hampir semua dewa dari dewaHindu yang duduk di teratai atau membawa bunga.

Beberapa fakta menarik adalah bahwa tanaman teratai tumbuh di air, memiliki akar dalam ilus atau lumpur, dan menyebarkan bunga di udara di atas. Dengan demikian, teratai melambangkan kehidupan manusia dan juga bahwa kosmos.

Akar teratai tenggelam dalam lumpur merupakan kehidupan material. Tangkai melewatkan melalui air melambangkan eksistensi di dunia astral. Bunga mengambang di atas air dan membuka ke langit adalah emblematical spiritual sedang.

  • Indraloka Garden

Taman ini diberi nama Indraloka setelah surga Dewa Indra karena pandang panorama yang indah. Indraloka Garden adalah salah satu tempat paling favorit di Garuda Wisnu Kencana untuk mengadakan pesta kecil menengah, pengumpulan dan upacara pernikahan. Kita bisa melihat pemandangan Bali dari atas Indraloka Garden

  • Amphitheatre

Amphitheatre adalah tempat di luar ruangan untuk pertunjukan khusus dengan akustik yang dirancang dengan baik. Setiap sore Anda bisa menonton tari Kecak yang terkenal dan gratis yaitu sekitar pukul 18.30 s/d 19.30 WITA. Bahkan Tari Kecak ini dapat dikolaborasikan dengan tarian daerah lainnya.

  • Tirta Agung

Tirta Agung adalah ruang luar yang sempurna untuk acara menengah. Anda juga dapat mengunjungi patung Tangan Wisnu, bagian dari patung Garuda Wisnu Kencana yang terletak di dekatnya. (Wikipedia)

2 Menit 5000

Di areal GWK terdapat sebuah teropong yang bisa digunakan untuk melihat beberapa bagian Bali dari atas, mulai dari keindahan Pantai Kuta, Pantai Jimbaran dsb dari sebuah teropong. Teropong ini akan bisa digunakan dengan memasukkan koin seharga 5000 dengan durasi pemakain 2 menit. Beberapa fasilitas ini diumumkan menggunakan speaker TOA, sehingga membahana di arela GWK.

Krisna, Oleh-oleh Khas Bali

Setelah berlelahan di GWK, akhirnya kita tiba di tempat terakhir yang akan kita kunjungi sebelum berpisah untuk kembali ke kota masing-masing. Ya, tempat oleh-oleh khas Bali bernama Krisna yang menjadi tujuan terakhir para blogger ASEAN untuk membeli oleh-oleh buat keluarga di rumah. Di dalam toko besar ini terdapat berbagai macam souvenir, kaos hingga makanan khas Bali dengan harga lumayan murah. Tidak sedikit blogger yang terlihat membawa satu kardus oleh-oleh. Setelah selesai belanja, kita makan siang bersama di dalam bis dan langsung bersama-sama berangkat ke Bandara yang tidak jauh dari Krisna ini.

Obama, Delayed, dan Timnas

Meski baru jam 18.25 WITA flight ke Surabaya, tapi jam 2 kita sudah berada di bandara. Kita gunakan waktu luang untuk beristirahat. Setelah waktunya check-in kita masuk ke waiting room dengan perasaan bahagia karena akan segera kembali ke tempat masing-masing dan mengabarkan hal yang terjadi di Bali ke keluarga dan teman terdekat. Tetapi suasana bandara Ngurah Rai saat itu benar-benar padat. Suasananya mirip ketika Idul Fitri di pelabuhan kamal 5 tahun lalu sebelum adanya Suramadu. Semua orang tumpah ruah, 10 penerbangan tertunda termasuk pesawat yang akan mengangkutku dan teman-teman blogger yang lain. Belum tahu apa penyebab penundaan, tiba-tiba semua orang di ruang tunggu berlari mendekati jendela dan sebuah pesawat raksasa melintas di hadapan kita, pesawat berbendera Amerika Serikat itu baru saja mendarat, dan bisa ditebak siapa yang datang!. Ya Obama, orang no.1 di Amerika itu menghadiri KTT ASEAN.

Kebetulan hari itu ada jadwal pertandingan sepak bola SEA Games antara Indonesia vs Malaysia. Tidak khayal semua calon penumpang yang bosan menunggu pesawatnya yang delayed berdiri mendekat ke layar televisi yang disediakan bandara untuk menonton bersama pertandingan Yongki Aribowo dkk.

Setelah 7 jam berada di Bandara, akhirnya pesawatku datang dan mengantarkanku kembali ke Madura.

Konferensi Blogger ASEAN …[1]

2005 saat lulusan SMP, saat itulah pertama kalinya aku datang ke Bali bersama teman dan guru di SMP. Waktu itu sangat menyenangkan karena tujuan utamanya adalah travelling. Sanur, Bedugul, Kuta, Tanah Lot merupakan tempat yang dikunjungi kala itu. Kemarin, 15-17 Nopember 2011 merupakan kali kedua aku menapakkan kaki ini ke ‘pulau surga’ itu. Kali ini tidak untuk jalan-jalan melainkan menghadiri ASEAN Bloggers Conference. Mendapatkan undangan mewakili Madura merupakan sebuah kehormatan. kalau melihat rundownnya akan ada acara diskusi. Karena telah diberi akomodasi dan transport gratis, aku berkomitmen untuk aktif dalam diskusi itu untuk membantu pemikiran meski tidak seberapa tapi setidaknya bisa mengungkapkan ide dan gagasan dalam otakku.

Dari Madura, aku berangkat berdua bersama Farid. Aku harus ikut mengantarkan ke Bandara, karena jadwal pesawatnya lebih dulu daripada aku *sambil ngajari cara naik pesawat yang benar*. Dia take-off jam 11.10 wib sedangkan 3 jam setelahnya, tepatnya pukul 14.20 wib. Setelah memandu sampai Farid naik ke pesawat, aku sendirian di Bandara. Aku gunakan waktu untuk ngopi di starbucks sambil numpang ‘colokan’ sekalian menggunakan fasilitas Wifi.

Setelah menunggu lama, akhirnya panggilan datang untuk penumpang pesawat Wings Air tujuan Denpasar. Aku tidak sendirian, sekarang aku bareng Frenavit dan Rusabawean dari Blogger Surabaya dan juga Haqqi dan Fajar dari Blogger Malang. Aku sedikit lebih rileks daripada ketika naik pesawat pertama kalinya, september kemarin *hehehe, Ndeso!*. Meski ini adalah pertama kalinya naik burung besi raksasa di sore hari. Sehingga bisa melihat pemandangan dari atas udara.

Kerajaan Langit

Setelah beberapa menit tinggal landas, aku asyik dengan headset yang tertancap di telinga. Musik Kenny G berkumandang merdu menetramkan pikiran. Aku menoleh ke arah jendela pesawat. Waw! Suatu pemandangan yang luar biasa. Aku melihat kumpulan awan melalui jendela berbentuk oval. Aku seolah terbang di atas kerajaan langit. Kumpulan awan seperti membentuk benteng kerajaan lengkap dengan tiang menjulang tinggi seperti gedung-gedung di St.Petersburg di Rusia. Semakin indah ketika mendapatkan sedikit pengcahayaan matahari sore. Sungguh pemandangan luar biasa terhampar di depan mata. Aku tidak tahan untuk beberapa kali mengabadikan gambar lewat kamera ponsel.

Pesawat mulai terbang rendah, keindahan pantai Kuta terlihat dari atas karena letaknya yang tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Pesawat miring ketika belok 90 derajat menuju tempat pendaratan di Bandara Ngurah Rai. Semakin rendah, semakin jelas terlihat pulau Dewata dan akhirnya aku menginjakkan kaki kedua kalinya di Bali.

Reuni Blogger se-Indonesia

Sampai di bandara, sudah berkumpul teman-teman blogger dari seluruh Indonesia, aku dan semua blogger yang hadir di beri kalung bunga kamboja khas Bali. Beberapa aku sudah mengenalnya. Bahkan seperti ada reuni ketika aku bertemu teman-teman yang sudah bertemu di Jakarta september kemarin. Seperti Mbak Tuteh dari Ende – NTT, Mbak Cici dan mas Bahtiar darli Jakarta dan juga akhirnya bisa menyapa mbak Venus yang biasanya Cuma bisa ngobrol di Twitter. Sampai di Hotel Pop Harris, semakin banyak blogger yang aku kenal. Sehingga benar-benar seperti reuni blogger. Ada Nike Rasyid dari Palembang, Mas Gery dari Sukabumi yang awalnya mengaku klebun blogger Lampung, Almas dari Ambon dan beberapa blogger lain yang pernah ketemu di Jakarta dan Sidoarjo kemarin.

Garden Party : HUT ke-4 Blogger Bali

Setelah mandi dan bernafas sebentar, kita ditunggu teman-teman untuk merayakan HUT ke-4  Blogger Bali. Konsepnya sangat menarik yaitu Garden Party. Di sana kita melebur jadi satu. Dari Jakarta, Bekasi, Ciamis, Sukabumi, Solo, Malang, Surabaya, Palembang, Padang, Kalimantan, Ambon bahkan dari beberapa negera ASEAN juga berkumpul sambil menikmati makan malam dihibur musik jazz dan beberapa presentasi gerakan sosial dari Blogger Bali. Ajang seperti ini digunakan untuk bertukar kartu nama, saling kenal, memberikan stiker dan bertukar wawasan antar daerahnya. Kopdar akbar yang hangat dengan suasana alam nan asri seperti kebun di belakang rumah. Begitu akrab dan menyenangkan.

Aku mendapatkan kehormatan maju kedepan bersama blogger dari negara-negara ASEAN dan diberikan odheng khas Bali, dibantu panitia memakainya akhirnya aku mirip orang Bali. Senang sekali bisa menjalin keakraban antar Blogger se-Asia Tenggara.

baca lanjutannya juga!

Fantastic Jogja Part 2

Setelah hari pertama terlewati, sekarang cerita tentang hari kedua sekaligus hari terakhir sebelum ke Pulau Garam.

Setelah semalam aku diguyur gerimis sehingga membuat tubuh kedinginan, bangun tidur tubuh terasa lebih segar. Aku berbegas untuk Sholat Subuh berdo’a agar agenda hari ini bisa berjalan lancar, termasuk presentasi paper di UGM. Setelah sholat, aku langsung menatap catatan besi hitamku yang sudah siap dengan slide presentasi paper. Aku mencoba rileks, membaca lagi paper, catatan dan sambil memerhatikan slide. Begitu juga dengan Aris, kita berdua berdiskusi tentang apa yang akan kita lakukan saat presentasi nanti di UGM.

Sejak kemarin kami berdua sangat nervous menghadapi presentasi paper di Konferensi Internasional. Ini adalah pertama kalinya, jadi saya wajar kalau sedikit merasa deg-degan. Kita memutuskan untuk latihan sebelum berangkat, aku hidupkan stopwatch untuk mengatur waktu, karena waktu yang diberikan untuk sekali presentasi cuma 20 menit. 14 slide dibagi menjadi dua penjelasan, tujuh slide awal tugas si Aris sedangkan tujuh slide akhir giliran aku yang menjelaskan. Latihan pertama sedikit kacau, karena waktunya sangat panjang, kita butuh 30 menit untuk presentasi. akhirnya kita ulangi sampai mendekati 20 menit.

Tidak terasa jam sudah menjukkan 7.30 wib, saatnya kita bergegas berangkat ke UGM. Sebelum berangkat kita menikmati bubur dan teh panas yang diberikan Eyang. Sekali lagi kita sangat merepotkan Eyang pagi ini. Setelah siap kami pamit ke Eyang dan berangkat ke UGM dengan menunggangi bebek bersayap putih yang sudah menunggu di garasi belakang rumah. kali ini tidak lagi perlu bantuan iPad karena sudah hafal jalan di Jogja.

Pagi itu terasa sangat segar, sinar matahari menyeruak di balik awan pagi, begitu segar. Tugu Jojga terlihat dari jauh dari atas motor. Kita menelusuri ‘jalan tengah’ bak Mahasiswa UGM yang berangkat kuliah. Kita berangkat dengan memakai batik. Sesi pertama Konferensi seperti biasa diisi Keynote Speaker, pagi diisi Professor dari Singapura dan dilanjutkan dengan sesi panel. Kita beberapa kali membaca catatan yang ada di ponsel untuk memantapkan presentasi kita setelah break.

Setelah break, UGM basah karena guyuran hujan deras. Dari atas Gedung Pascasarjana terlihat indahnya kota Jogja dengan guyuran hujan. Guyuran hujan sedikit merefresh pikiran sehingga lebih rileks. Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Aris memulai presentasi dengan sangat serius, dengan menggunakan pointer bluetooth Aris terlihat lebih keren memidah slide satu dengan yang lain sambil berdiri, terlihat lebih sopan daripada presenter yang presentasinya sambil duduk. tujuh slide sudah selesai disampaikan, sekarang giliran aku bercerita dan menjelaskan tentang tujuh slide selanjutnya. Raut muka participant yang hadir terlihat seperti begitu antusias. ucapan terimakasih mengakhiri presentasiku dan ditutup dengan applaus dari participant dan presenter yang hadir.

Semua presentar sudah presentasi, sekarang saatnya sesi tanya jawab. hampir semua pertanyaan tertuju kepada paper kami, aku sangat senang melihat banyak pertanyaan yang berarti presentasiku bisa ditangkap. Aku dan Aris bergantian menjawab beberapa pertanyaan, diskusi belangsung menarik meski ruangan konferensi panel 17 tidak penuh. Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa diskusi paper dengan orang-orang yang sudah high-class.

Selesai acara konferensi pada pukul 17.30, kami berdua memutuskan untuk jalan-jalan ke Malioboro sebelum malam ‘take-off‘ ke Madura. Bebek bersayap putih dengan sabar mengantarkanku ke Jalan yang begitu terkenal itu. Jalan itu juga menjadi bagian penting dalam pariwisata Jogja.

Jalan Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.

Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini

Makan malam, membeli sedikit oleh-oleh, sholat maghrib dan berfoto-foto merupakan aktivitas kami berdua saat itu. Waktu kita datang, Malioboro seperti kedinginan sehabis diguyur hujan deras siang tadi. Para tukang becak, andong, dan semua pedagang di pinggir sepanjang jalan Malioboro sangat menarik perhatianku. beberapa kali kameraku tidak tahan untuk aku arahkan ke berbagai posisi mengabadikan sudut-sudut jalan ini. Akhirnya waktu juga membatasi kita, kita harus bergegas pulang, packing dan kembali ke Madura, karena keesokan harinya ada ujian.

Kita yakin akan kembali ke sini suatu saat.