Posts tagged Labsi

LabSI; Lebih dari Sekadar Tempat Praktikum

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/388567_2256586983681_1518541150_31875764_2011195085_n.jpg

Saat teman-teman Warga Labsi bersih-bersih

LabSI dalam kondisi kosong, karena barang dipindahkan ke Lab baru

LabSI : Laboratorium Sistem Informasi. Laboratorium ini lebih dari sekadar tempat praktikum bagi mahasiswa Informatika UTM. Tapi sudah menjadi “ruangan inkubasi” pikiran dan gagasan kreatif bagi orang-orang di dalamnya. Awal masuk kuliah, ketika masih mahasiswa baru, aku masih ingat ketika belajar mendalami blog dengan panduan dari kakak kelas. Takut rasanya masuk ruangan ini waktu  itu. Ruangan 6×6 meter ini tidak ada yang istimewa. Sebelum ada komputer baru, dahulunya seperti ruangan sederhana tempat mahasiswa bereksperimen dengan komputer yang sering mati mendadak.

Awal tahun 2009, aku mendaftar menjadi warga Labsi. Setelah lolos seleksi, aku sangat beruntung bisa masuk komunitas ini. Komunitas yang seperti sangat elit dengan orang-orang luar biasa di dalamnya. Di ruangan inilah aku belajar bagaimana presentasi, bagaimana menjadi asisten dosen, bagaimana memimpin rapat, bagaimana menghargai sebuah ide dan gagasan, terjadinya pertemuan penting, sampai tempat buka puasa bersama dosen dan warga Labsi setiap bulan Ramadhan.

Di dalamnya menjadi tempat yang sangat nyaman untuk mengakrabkan diri dengan dosen. Kalau sudah berada di Lab, dosen dan mahasiswa tidak ada batasan. Semuanya lebur seolah sudah menjadi sahabat. Kalau sudah begitu share ilmu bisa berjalan lebih nyaman ke dalam otak.

Lab ini jugalah yang menjadi tempat Plat-M beraktivitas selama lebih dari dua tahun. Tempat yang sangat nyaman bagi berbagai komunitas di kampus. LabSI sangat mendukung komunitas IT yang ada dikampus. Komunitas Linux, Java, Web, Blogger, Animasi semua lahir dari orang-orang di dalamnya. LabSI juga sering melahirkan sosok-sosok luar biasa.

Tempat dimana aku sering menyendiri di Lab ini. Letaknya yang strategis dekat dengan masjid, kantin, dan perpustakaan membuat penghuninya betah berlama-lama di dalamnya. Ketika mahasiswa yang lain pulang kampung, aku menjadi penjaga tunggal Lab ini. Mungkin hanya aku yang melewati malam pergantian tahun meski hanya sampai jam 22.00 wib di Lab ini. Hampir lebih dari separuh tulisanku di blog ini di posting melalui akses internet di Lab ini.

Tapi sekarang, LabSI sudah berubah wujud dan berpindah tempat. Ruangan yang dulu sering panas karena AC yang mati, komputer yang tidak sanggup running program berat, dan sering mati mendadak sekarang sudah berganti dengan semua komputer yang baru. Rasa senang dan sedih bercampur ketika aku mengangkut barang-barang inventaris dari LabSI ke Lab yang baru. Kini ruangan itu benar-benar menjadi sejarah. Tempat yang tidak akan pernah terlupakan bagi setiap penghuni di dalamnya. Selamanya!

Tumpengan dalam rangka peresmian Lab baru

Kebersamaan warga Lab saat tumpengan kemarin

Kemarin 1 Mei 2012 teman-teman warga Labsi dan dosen bidang minat mengadakan syukuran di Lab yang baru. Ditemani tumpeng karya warga LabSI putri, kita meresmikan LabSI dengan wajah baru. Pak Kautsar yang mewakili Ketua LabSI berharap LabSI yang baru ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa. Dengan adanya Lab baru harus bisa meningkatkan semangat belajar mahasiswa. “Sekarang kalau mau riset apapun bisa dilakukan dengan inventaris yang lengkap di Lab baru ini. Mulai dari Server sampai iMac semuanya tersedia, tidak ada lagi komputer yang mati mendadak saat running program” imbuhnya. Semoga akan lahir karya-karya luar biasa di Lab yang baru ini. Amin!

 

Keakraban 891011

Tanggal 9 Bulan 10 Tahun 2011 kalau disingkat menjadi rentetan huruf yang berurutan 91011, sebuah tanggal yang unik dan hanya terjadi satu kali dalam satu abad. Tanggal itu juga aku bersama-sama teman Warga Labsi mengadakan acara rapat kerja (Raker) yang diadakan di Pacet, Mojokerto 8-9 September 2011. Karena menjadi orang yang ‘terpilih’, aku harus berangkat lebih dulu daripada teman-teman yang menggunakan bis dari kampus. Sinar matahari yang masih malu-malu menampakkan diri menemaniku menyusuri medan berat menuju Jembatan Suramadu dengan menunggani kuda besi milik yang dikendarai Mas Jullev. Mas Hanif dan  Mas Ubaid berboncengan mengikuti dari belakang.

Meski sempat mengalami tragedi pecah ban, akhirnya setelah 3 jam kita berempat sampai di Pacet lebih dulu. Udara dingin langsung menusuk pori-pori kulit ketika kita memasuki kawasan pegunungan. Tulisan Selamat Datang di Kawasan Wisata Pacet menyambutku dengan ramah. Kita berempat bertugas untuk memastikan tiga villa yang kita sewa sudah dalam keadaan bersih dan siap dipakai, kita juga menyiapkan berbagai keperluan selama acara dua hari di kota sejuk ini.

Sambil menunggu teman-teman kami berempat menyeruput kopi panas dari sebuah warung kopi sederhana. Tidak lama mengobrol teman-teman yang menggunakan bis tiba di Villa, kami mengucapkan selamat datang bak pramugari pesawat terbang. Kami mempersilahkan untuk berisitirahat sejenak setelah itu pembukaan acara.

Jadwal acara 81011 dihiasai dengan acara beberapa materi, mulai dari materi motivasi yang berjudul “Memberikan Jendela Kehidupan” oleh Dosen kita tercinta yaitu Pak Husni. Suasana sejuk dan penuh dengan keakraban tersirat dari semua peserta yang hadir. Setelah selesai acara dilanjutkan dengan rujakan bersama. Dipotong ISHOMA, Pak Husni kembali tampil di depan peserta semua, kali ini membawakan materi Penelitian Mahasiswa.

Tak terasa waktu sudah berputar menjadi 21.30, sesi penyampaian materi sudah diberikan. Sesi selanjutkan adalah ramah tamah dan keakraban dengan membakar ubi di depan Villa, benar-benar menjadi suasana yang berbeda seperti di kampus, yang biasa duduk di depan layar besi tanpa bicara sibuk sendiri-sendiri, sekarang memang melebur menjadi satu.

Malam semakin larut, beberapa teman-teman sudah tepar tertidur lelap di tengah sejuknya kota Pacet, aku dan 5 teman lainnya tidak tidur semaleman, bercerita ke utara ke selatan ‘ngalur-ngidur’ sampai pagi buta. Acara pagi sudah langsung digelar, acara pertama adalah outbound yang langsung di pimpin oleh Koordinator Warga Labsi kala itu M. Darul Mukhlasin. Acara sangat menarik dan terkesan gila, saya sampai mandi tepung terigu gara-gara sangat antusias mengikuti game yang digalang oleh Fajar dan Darul.

Hari Minggu 91011 diisi dengan acara senang-senang dan semua dibuat untuk mengakrabkan antar warga Laboratorium di Universitas Trunojoyo Madura. Mulai dari futsal bareng dosen, laboran, sampai mandi air panas di pemandian air panas yang terkenal di Mojokerto ini.

suasana Pacet menghipnotis kita semua, sampai-sampai kita tidak tahu kalau hari sudah menjelang sore, dan waktu kita tinggal sedikit lagi, kita harus segera check out dari Villa, akhirnya kita meninggalkan pemandian Air Panas dan bergegas menuju Villa untuk Packing dan kembali pulang ke Bumi Madura. Benar-benar menjadi liburan yang fantastis dan menyenangkan.

 

Sepi di Tengah Keramaian

http://wahyualam.com/wp-content/uploads/2010/12/sepisendiri.jpg?w=300Melihat waktu di pojok kanan atas layar monitor LCD 14″ saya tertera, Fri Dec 31, 9.08 PM. Artinya ini adalah hari terakhir di tahun 2010, tahun yang membawa saya ke ruang dimensi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Gegap gempita di luar sana mungkin akan diketahui dari sebuah situs berita yang selalu terlihat dari salah satu tab browser saya. Bunyi terompet Kenny G yang khas membunuh rasa sepi di ruangan ini. Dinginnya udara semilir terasa melewati pori-pori kulit.

Sebuah kalender bertuliskan Januari 2011 terpasang rapi di salah satu sudut ruangan ini. Bunyi ketikkan keyboard menyatu kompak dengan lagu yang keluar dari pengeras suara yang kecil. Beberapa unit komputer terdiam membisu ditinggal penggunanya. Di meja berserakan perlengkapan kuliah saya tadi siang. Sebuah lemari terlihat tersenyum dengan jejeran buku yang tersimpan rapi. Secangkir teh panas menunggu diminum di sebelah mouse yang mungil. Beginilah suasana sepi Laboratorium Sistem Informasi apabila ditinggal warganya yang sedang merayakan pergantian tahun. Continue reading Sepi di Tengah Keramaian