#ALAMereview

Dua Jam Menginap Hingga Kehabisan Kereta

Ini tentang dua cerita di akhir November. Menghadiri Kopdar Blogger di Solo dan ikut studi banding ke Yogyakarta.

Ibarat keluarga, Solo dan Yogyakarta adalah dua kota yang meminta untuk selalu dikunjungi. Ada ajakan untuk hadir di acara Kopdar Blogger di Rumah Blogger Indonesia, aku pun iya kan. Agenda ini sudah ada sejak bulan September. Baru di awal November ajakan untuk ikut studi banding ke Yogyakarta pun aku iya kan. Karena kedua kota ini ibarat saudara yang harus selalu dikunjungi. Meski April kemarin, aku sudah pergi ke Solo bersama istri. Cerita di Yogyakarta akan diceritakan di postingan terpisah. Sekarang, aku akan ngebahas yang di Solo terlebih dahulu. (more…)

#ALAMelangkah

Honeymoon ke Solo Tanpa Itinerary

Ketika diminta memilih Lombok atau Solo, istri memilih Solo. Peninggalan Jawa kuno adalah alasan utama. Selain itu, biayanya lebih hemat daripada Lombok.

Aku menyiapkan tiket pulang-pergi dua minggu sebelum akad nikah. Aku ingin memberinya kejutan ketika resmi menjadi suaminya. Beberapa jam usai prosesi akad nikah digelar, aku menyodorkan amplop yang berisi tiket. Sonar kegembiraan tak dapat terbentuk dari wajahnya. Tak terlupakan.

Enam hari pascamenikah, kami berangkat ke Solo. Kereta Sancaka dari Stasiun Gubeng meluncur ke Stasiun Solo Balapan. Menyusuri Jawa bagian selatan, mengantarkan penumpangnya ke tujuan masing-masing.

(more…)

#ALAMelihat

Pesona Kecantikan Abadi Kota Solo

Mata airmu dari Solo Terkurung Gunung Seribu Air mengalir sampai jauh Akhirnya ke laut *** Aku terlahir jauh setelah lagu Bengawan Solo bergema di Jepang dan Uni Soviet. Namun, gemerlap lagu itu masih terasa hingga sekarang, bahkan selamanya akan tetap merasuki jiwa yang mengunjungi kota Bengawan Solo. Aku membayangkan Gesang Read more…

#ALAMelangkah

Kota Bengawan Solo Banjir Bandwidth

“Ini Pak, Hotel Kusuma Sahid”, ujar tukang ojek yang baik hati mengantarku dari terminal bis. Belum selesai tukang ojek itu mengatakannya, aku sudah menyodorkan uang delapan ribu kepadanya sambil mengatakan

“Matur Nuwun, Pak”.

Ah, logat Jawaku masih kental sepertinya. Aku tersenyum sambil melangkah menuju hotel yang sudah disediakan panitia penyelenggara.

Meriah. Terlihat sepanjang pintu masuk sampai area depan hotel Kusuma Sahid sudah dipenuhi umbul-umbul merah bertuliskan Telkomsel. Aku begitu terpukau dengan ornamen hotel Kusuma Sahid ini. Ukiran-ukiran khas Jawa dengan perpaduan konsep modern menjadi campuran menarik tersaji begitu saja. Lampu led yang terpasang di atap hotel memanjakan mata setiap tamu yang datang. Dentingan alunan musik Jawa yang begitu mesra terdengar merdu dari setiap speaker kecil yang mengeluarkan bunyinya dari setiap sudut hotel. Mulai dari lobby hotel, sampai kamar tempatku berisitirahat, alunan musik itu terdengar sayu-sayu. Pasti, jika turis mancanegara yang menginap di hotel ini merasakan aura khas Nusantara, menyusup ke pori-pori pikiran. Tenang dan menjadi syahdu.

Tidak hanya speaker, namun beberapa modem ADSL juga terlihat di beberapa bagian hotel. Bagaimanapun, sekarang internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi hampir setiap orang, tanpa terkecuali pengunjung hotel. Sebelum istirahat, aku buktikan keberadaan sinyal dengan menghidupkan tablet. Beberapa SSID terlihat. Tidak hanya satu, dua atau tiga, tapi ada enam SSID terlihat. Syukurlah ada banyak pilihan untuk akses internet. Aku dapat istirahat dengan tenang.

Kemeriahan saat acara di hotel Kesuma Sahid

Kemeriahan saat acara di hotel Kesuma Sahid

Pagi datang begitu cepat dan romantis. Peserta dan panitia bergegas sarapan. Beberapa stand, banner, backdrop semua telah disiapkan. Sebuah tulisan ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013 menjelaskan bahwa aku sedang mengikuti acara ini. Setiap peserta yang hadir, wajib tandatangan buku kehormatan yaitu buku hadir. Kami, setiap peserta mendapatkan tiga lembar voucher @wifi_id persembahan dari Telkom Indonesia. (more…)

#ALAMelihat

Desiran Darah Jawa Menyeruak Hingga Candi Sukuh

Aku hidup dan besar di Madura. Hingga sekarang, aku lebih sering berada di pulau garam, bekerja dan beraktivitas. Berkumpul dan berkomunitas menjadi salah satu prioritas dalam menjalani hari-hari di Madura.

Pembuka: Tari Kupu

Pertanyaannya, apakah tidak ingin keluar Madura? Saya langsung jawab, bahwa aku juga ingin keluar meninggalkan Madura. Tidak untuk selamanya, tetapi untuk melihat sisi yang lain dari Indonesia. (more…)

#ALAMenulis

[VIDEO] #JavaTrip: Ponorogo, Semarang, Solo

#JavaTrip 2012 @ Ponorogo Slideshow: @wahyualams trip to Ponorogo (near Kediri, Jawa) was created with TripAdvisor TripWow! #JavaTrip 2012: @ Semarang Slideshow: @wahyualams trip to Semarang was created with TripAdvisor TripWow! #JavaTrip 2012 : @ Solo Slideshow: @wahyualams trip to Solo was created with TripAdvisor TripWow!

#ALAMelihat

#JavaTrip @ Solo: Hujan dan Kemesraan Blogger

Hujan deras dengan setia menemani perjalanku dari Semarang ke Solo. Suasana berubah dingin, semakin dingin dengan pendingin ruangan AC bis patas yang aku tumpangi, lebih celaka karena aku tidak membawa jaket, karena di Madura panas ľasumsi ndablek-. Dan benar saja, hujan begitu rata. Mulai dari kawasan Semarang atas, Salatiga, sampai Read more…