Posts tagged Tips

7 Tips Hadapi Sidang Skripsi

Menghadapi detik-detik sidang skripsi terkadang membuat kita resah, gelisah, cemas, bahkan kalau parah bisa depresi. Selain harus berbicara sekaligus presentasi hasil skripsi di depan dosen pembimbing dan dosen pembina, juga harus menerima kenyataan tentang begitu pentingnya sidang skripsi ini.

Meski sudah sering presentasi dan berbicara di depan orang, tidak lantas membuat kita yang akan maju sidang skripsi juga begitu santai menjalaninya. Bayang-bayang pembantaian oleh dosen penguji sampai bayang-bayang gagal memakai toga karena kurang sempurna dalam menyajikan presentasi tugas akhir sangat jelas terbayang setiap hari menjelang jadwal sidang skripsi. Hal ini pernah terlintas juga dalam benakku saat jadwal sidang sudah keluar. Namun aku punya cara tersendiri untuk mengatasi ketakutan ini. ketakutan yang seharusnya sudah tidak ada lagi bagi mahasiswa akhir yang notabene sudah harus biasa berbicara di depan orang. Terbiasa presentasi.

Berikut 7 tips hadapi sidang skripsi ala @wahyualam

1. Berdoa

Menurut ahli Neural Language Programming (NLP), berdoa adalah cara menggunakan pikiran sadar dalam mengakses pikiran bawah sadar yang terdalam yakni spiritual. Tidak dipungkiri bahwa dengan berdoa hati kita akan jauh lebih tentram dan nyaman. Maka itu, rajinlah berdoa. Jangan berdoa hanya pada saat akan menghadapi sesuatu yang penuh tantangan, tapi pada prinsipnya berdoa itu harus dilakukan setiap saat, setiap waktu, setiap hela nafas. Percayalah Tuhan itu tidak pernah tidur, dan akan mendengar doa setiap makhluk-Nya. Trust it!

2. Meminta restu orang terdekat

Orang tua adalah orang pertama yang harus dimintai restu. Mintalah restu kalau kamu akan sidang skripsi, terutama kepada Ibu. Karena restu Ibu juga restu Tuhan. Tidak hanya orang tua saja, mintalah restu orang-orang paling dekat denganmu. Misal kakak, bibi, sahabat ataupun guru. Dukungan dari orang-orang terdekat akan memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa.

Suasana saat sidang skripsi

3. Akrab dengan dosen

Akrab dengan semua dosen seharusnya adalah kewajiban setiap mahasiswa, tapi ngga tau kenapa banyak mahasiwa yang tidak dekat dengan semua dosen. Bahkan ada yang ditakuti karena terkenal dengan ke-killer-annya. Padahal sebenarnya dekat dengan semua dosen akan menguntungkan kita saat sidang skripsi. Contohnya bila seandainya dosen pengujimu adalah dosen yang paling akrab denganmu niscaya kemudahan akan menyertai sidang skripsimu. karena salah satu kecemasan teman-teman kebanyakan biasanya saat mengetahui bahwa dosen killer yang akan menjadi dosen penguji sidang skripsi, akibatnya tidak bisa tidur karena gelisah takut ada ajang pembantaian di sidang nantinya.

4. Kuasai materi

Salah satu yang pasti ditanyakan saat ujian skripsi adalah materi yang kamu teliti untuk dijadikan tugas akhir/skripsi. Ketidakpahaman akan materi akan menjadi senjata makan tuan. Tidak jarang ada teman-teman yang harus sidang ulang hanya gara-gara kurang paham 100% tentang materi yang akan disampaikan. Maka dari itu pahamilah benar-benar materi skripsimu. Perbanyak baca literatur, skripsi kakak kelas, jurnal, berita dan buku yang berhubungan dengan materi skripsimu. Kuasai materi, kelancaran akan menyertai!

5. Perbagus slide presentasi

Slide presentasi seperti menjadi ujung tombak saat kita menghadapi peperangan. Akan menjadi media pertama yang akan dilihat dosen penguji sebelum mengobrak-abrik laporan skripsimu. Gunakanlah tools animasi yang disediakan oleh Microsoft Office/OpenOffice. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang dalam slide karena rahasia membuat presentasi menjadi lebih menarik salah satunya terletak pada penyajian materi. Terutama tentang pembuatan slide presentasi yang terkadang kurang dikuasai oleh nara sumber atau presenter. Akibatnya, presentasi menjadi kurang menarik dan membawa kebosanan pesertanya. Terkadang ada presenter yang membuat teks terlalu kecil-kecil dan menyulitkan peserta untuk membacanya (Wijaya Labs, Kompasiana)

6. Memerhatikan penampilan

Penampilan sangat penting saat kita akan sidang skrispi, meski hanya memakai kemeja putih polos dan bawahan hitam, tapi hal ini akan terkesan biasa jika kita penampilan asal-asalan yang akan berbuntut pada kepercayaan diri. Cobalah tampil diluar kebiasaan. Gunakan sedikit parfum pada kemejamu, berilah sedikit gel/krim pada rambutmu (khusus cowok) untuk memberikan kesan rapi, juga jangan lupa sepatu disemir agar mengkilap.

7. Informasi dari kakak kelas

Terakhir, adalah informasi. Bagaimanapun informasi dari kakak kelas akan memberikan wawasan kita bagaimana kondisi saat berada di ruang sidang skripsi. Sehingga kita ada persiapan untuk berdiri di depan dosen penguji. Kakak kelas juga sangat paham tentang siapa saja dosen killer di jurusan kita. Informasi seperti ini tidak ada bisa didapatkan pada buku panduan tugas akhir/skrispi

Selamat ujian, insyaAllah ada jalan!

 

Detik Menjelang Detik

“Pada suatu hari, saat hari itu dirasa sangat menegangkan, saat semua pekerjaan akan dipertanggungjawabkan, dan saat gelar Sarjana adalah taruhannya”.

Sambil menunggu dosen datang dan memasuki ruang sidang 2 yang menampilkan aksi dari saya yang sudah lengkap dan siap dengan LCD/Projector terpasang ke laptop dan slide presentasi sudah terpancar. Sesekali udara dingin yang dikeluarkan AC ruangan ini masuk menyelinap menembus kulit. Saya lihat ibu dosen koordinator tugas akhir sibuk mondar-mandir menghubungi beberapa dosen yang bisa menguji di pagi yang begitu dingin di bulan puasa yang penuh rahmat Allah ini.

Lampu flash Xperia terlihat berkedip-kedip berwarna hijau. Itu tandanya ada sms. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel dari seorang teman memberi semangat. “buuunnn… semangaaaatttt! Sukses sidangnya kakaaaa”. Tersenyum saya membacanya. Pesan dari Niyasyah ini memberiku refresh memecah ketegangan. “ngga kok, aku ngga tegang. Cuma… deg-degan saja. Itu normal katanya” *pembenaran*. Balas membalas sms menghilangkan ketegangan. Musik masih menjadi senjata sangat ampuh bagi saya untuk menghilangkan penat, stress dan nervous yang berlebihan. Musik Jason Mraz berdendang merdu di kedua headset yang menempel di kuping.

Memang saya sangat tidak suka *banget* telat! I hate late!

Tapi mungkin karena kondisi berpuasa terus cuaca pagi yang begitu dingin membuat semua dosen datang terlambat.

Ada hikmahnya juga sidang di bulan puasa, ngga usah repot menyediakan konsumsi untuk para dosen. *kan lagi puasa?*. cukup mengganti dengan uang 50.000 semuanya beres. Tidak perlu bawa repot-repot dua kantong plasting besar berisi nasi, air mineral dan camilan apalagi dengan mengendarai sepeda motor akan menambah kesulitan.

Jam sudah menunjukkan 8.54 saat jari jemari saya menghentakkan ke keyboard laptop hitam ini. namun kursi di depan saya masih kosong juga. Terlihat satu dosen sudah datang. *Ah, yang lain pada kemana yak?* sudah nyaris mau 30 menit terlambat dari jadwal semula. *tapi kenapa tiba-tiba tangan ini berkeringat yak? Kan sudah ada AC?, apa karena ada dosen ini? dosen yang katanya teman-teman “killer”?* tapi ternyata dosen ini membuka laptop *semoga lagi sibuk dan tidak memperhatikan saya*. harapan jelek itu namanya.

Hmmmm apalagi yak yang mau ditulis?

Kehabisan topik ini, tadi saat ngga ada dosen ini, sepertinya lancar sekali nulisnya. Sekarang ada dosen ini semua mood jadi hilang dan ngga tahu lagi mau ngetik apa. Ayooolah, datanglah semuanya!. Biar “ndang mari, ndang lulus, ndang wes” artinya biar cepat selesai, cepat lulus dan dan cepet … wes? Wes apaan yak artinya? Sepertinya saja wes itu artinya selesai.

Aku nulis apaan tadi? Ngga jelas!

Ini bukti pikiran saya sudah meracau tidak jelas. Fokus..fokus..fokus.. tetap fokus.. apa yang sudah dibaca tadi pagi, dan juga sejak semester tujuh lalu sekarang adalah pembuktiannya! Ngga perlu takut! Harus takut apa? Takut siapa? Santai saja lah! *ato kalau di iklan : Enjoooy ajaaa!*

Aku menoleh ke kiri terlihat form penilaian tugas akhir dan laporan tertumpuk begitu saja. Menunggu orang yang akan dan mau diberikan. Di ruang sebelah, ruang sidang 1 sudah terdengar konsultasi program dan algoritma yang dikerjakan. Di sini saya masih sibuk mengetik cerita ini. suara di ruangan sebelum bercampur dengan dengungan LCD/Projector yang sudah hidup sejak setengah jam yang lalu. Tapi ini mana semua?

Yak dosen ini angkat tangan yang menanyakan sesuatu kepada saya. sedikitnya pertanyaan ini menghancurkan ketegangan dan ketakutan akan dosen tersebut.

Tanpa disuruh beberapa dosen sudah memasuki ruangan saya. dan sidangpun akan dimulai

Nanti lanjut lagi yak. :D

Catatan: Postingan ini ditulis langsung saat berada di ruang sidang sambil menunggu kedatangan dosen. Menegangkan tapi ternyata santai saja.

 

 

 

Tips dan Trik Menarik Perhatian Sponsor

Event Sharing Keliling 2011 edisi Madura

Membuat sebuah event kecil ataupun besar akan lebih ringan pembiayaannya jika ada sponsor yang dapat membantu. Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan pertanyaan dari seorang teman “Bagaimana caranya agar sponsor mau bekerjasama dengan kita?”. Hmmmm pertanyaan ini cukup membuatku berpikir sambil memandang ke atas dengan menaikkan alis sedikit pertanda kesulitan menjawab. Namun hal ini semua terjawab ketika mengikuti sebuah Workshop Blogger di Solo. Workshop ini seolah menjawab pertanyaan yang datang dari seorang teman itu. Beberapa yang harus diperhatikan agar acara yang akan kita buat bisa menarik perhatian bagi sponsor

1. Mengetahui jenis perusahaan

Intinya perusahaan ada dua jenis; Perusahan profit dan perusahaan non profit. Kalau perusahaan profit jelas saja orientasinya adalah mendapatkan keuntungan. Apabila kita ingin bekerjasama dengan perusahaan jenis ini jangan kaget kalau kita disuruh menjual produk mereka, mendirikan stand di area tempat acara berlangsung, atau bahkan bundling antara biaya pendaftaran dengan produk mereka. Sedangkan untuk perusahaan non profit mereka biasanya tidak terlalu mempersoalkan pendapatan yang akan diterima. Tapi lebih ke outcome atau dampak sosial setelah acara ini berlangsung. Gampangnya begini : acara itu harus bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, bukan hanya bagi penyelenggara seperti organisasi/komunitas, tetapi juga memberikan manfaat luar biasa bagi pesertanya. Contoh acara yang disenangi oleh perusahaan non profit adalah pelatihan internet bagi UKM, Guru, Orang tua dsb.

2. Harus tahu maunya sponsor

Sebelum datang ke kantor target sponsor yang akan kita datangi, kita harus tahu apa yang dimau oleh sponsor itu. Jangan sampai kita menawarkan kerjasama dengan perusahaan alat-alat masak sedangkan acara yang kita buat adalah pelatihan opensource.  Sponsor tidak akan pernah memberikan glontoran dana melimpah jika event yang akan kita adakan. Ada parameter yang diukur oleh mereka, salah satunya adalah kecocokan bidang antara event dan perusahaan tersebut. Juga kadangkala kita tidak tahu detail tentang kerjasama yang ditawarkan oleh Sponsor. Karena timbal balik itu pasti ada. Jika tidak mengetahui apa yang dimau oleh sponsor biasanya akan menjadi kesenggangan di akhir acara dan akan merusak hubungan dengan perusahaan itu. Kita harus tahu apa yang dimau sponsor mulai dari hal-hal kecil seperti spanduk, publikasi, bundling produk sampai sponsor pendukung. Jangan sampai ada dua sponsor dari perusahaan telekomunikasi dalam satu event. Pasti kelihatannya sangat lucu dan aneh, tapi kalau bisa dilakukan pasti keren.

Event Ngabubur-IT bareng Pak Onno W Purbo di PP. Al-Hikam Burneh, Bangkalan

 3. Perhatikan proposal

Proposal menjadi bagian penting dalam sebuah penyelenggaan acara. Proposal menjadi pengetahuan awal bagi sponsor tentang apa dan bagaimana event yang ingin kita buat. Jadi kita harus perhatikan detail-detail dalam penulisan, sedikit frame desain grafis juga akan sangat membantu asalkan jangan terlalu norak. Jika di minta mempresentasikan, buatklah ppt dengan menawan. Berikan gambar, foto dan video pendukung. Niscaya sponsor akan mempertimbangkan acara kita. Apalagi jika disertakan beberapa pengalaman membuat acara yang pernah kita lakukan.

 4. Berikan sedikit “bumbu” dalam berkomunikasi

Nah, ketika proposal sudah siap beserta file ppt yang sudah siap di laptop. Sekarang dengan pakaian rapi dan sopan lengkap dengan sepatu mengkilap pergi ke kantor perusahaan menawarkan kerjasama. Usahakan jangan gugup. Tetap tampil elegan dengan kepercayaan yang lebih. Mereka juga manusia, pakai celana pasti juga dari bawah terlebih dahulu. Jadi ngga usah takut dengan dasi keren mereka. Jangan gunakan bahasa standar seperti “Pak/Bu, tolong bantu kami untuk bikin kegiatan ini”. itu sangat lazim dan basi. Cobalah berikan sedikit bumbu dalam berkomunikasi. Misalkan “Pak/Bu, bagaimana kalau Bapak/Ibu punya kegiatan seperti ini, pasti keren dan akan menaikkan image perusahaan Bapak/Ibu”.  Paparkan semua keuntungan yang akan didapatkan perusahaan itu jiga mau mensponsori acara ini. bumbui dengan beberapa kali menganggakat bahu dan alis sedikit dinaikkan. Itu akan membuat kita lebih elegan.

5. Manfaatkan jejaring

Seringkali kita bingung, perusahaan manakah yang akan kita ajak untuk bekerjasama. Jangan berpikir terlalu jauh dengan bekerjasama dengan perusahaan dari Jakarta padahal kita berada di daerah. Cobalah lihat orang-orang di sekitar kita, teman atau bahkan acara yang pernah kita ikuti sebelumnya. Tanyalah bagaimana kerjasama mereka dengan sponsor. Minta nomor kontaknya kemudian temuilah. Jangan berorientasi terlalu jauh. Mulai dari yang ada disekitar kita.

 6. Acara, peserta dan outcame

Terakhir yang menjadi patokan perusahaan mau bekerjasama dengan kita adalah konsep acara. Buatlah acara yang menarik dan sekreatif mungkin. Berikan beberapa perbedaan dari acara-acara biasanya. Yang pertamakali ditanya oleh sponsor pada umumnya adalah jumlah peserta. Sedikit-banyaknya peserta sangat berpengaruh terhadap ‘saweran’ yang akan mereka berikan. Sekali lagi outcame menjadi pembeda kita dari event organizer (EO) pada lazimnya. Usahakan acara yang kita buat mempunyai dampak sosial bagi pesertanya. Jangan hanya beriorientasi pada outputs atau pendapatan seperti EO-EO pada umumnya.

 

Meditasi: Penghubung Hati dan Penciptanya

Menjalani kehidupan ini ibaratkan kita ini mengarungi sungai dengan berbagai halangan di depannya. Halangan beranekaragam, mulai dari batu kecil, hingga batu besar yang bisa menjungkalkan perahu yang sedang kita tumpangi. Apalagi menjalani kehidupan penuh dengan algoritma komputer yang kompleks. Kalau sudah begini amarah di hati terkadang susah dikontrol, semua orang disekitar menjadi salah. Pikiranpun tidak fokus, melayang terbawa angin siang. Rambut mulai berguguran karena seringnya kepala digaruk-garuk, segala yang ada di dunia ini seolah sudah tak berarti lagi.

Hal-hal seperti itu sering membuat kita kehilangan arah, melupakan bahwa sebenarnya kita punya batin yang sangat tahu apa yang sebenarnya kita perlukan. Dalam sebuah buku yang mengungkap untaian hikmah Ibnu ‘Athailah; Al-Hikam mengatakan “Bila ada lima kali shalat, berarti lima kali pula engkau mandi di dalamnya. Apakah dengan jumlah sebanyak itu engkau masih belum bersih? Ini pasti bukan tentang sungai(air)nya, tetapi tentang caramu mandi. Perbaikilah caramu shalat agar engkau merasakan sentuhan keindahan-Nya”.

Karena terlalu sering berkutat dengan kesibukan keseharian dari pagi hingga malam berdampak kepada kondisi psikologis kita. Kalau sudah begini cobalah sejenak untuk menghindari sejenak dari kesibukan sehari-hari. Manfaatkan akhir pekan untuk sekedar bermeditasi. Aku sangat sering terjangkit semua penyakit yang sudah aku tulis di atas. Tapi beberapa kejadian yang membuatkan seoleh bermeditasi dan seketika melupakan sejenak apa yang ada di dunia. Pikiranpun terpusat ke satu arah yaitu sang Pencipta yang sangat paham dan mengerti segala isi dari hati dan pikiranku. Beberapa kejadian dan peristiwa di bawah ini merupakan contoh ketika aku bermeditasi dengan sengaja maupun yang tidak disengaja.

Meditasi saat pertama kali naik pesawat

September 2011 yang lalu, aku berkesempatan untuk pertama kalinya menaiki burung raksasa untuk menuju Jakarta karena urusan komunitas. Sejak perjalanan dari rumah aku sudah membayangkan bagaimana merasakan terbang untuk pertamakalinya. Setiap momen di bandara aku sangat memperhatikan karena ini adalah pertamakalinya aku menaiki pesawat. Deruan pesawat mulai mengusik telinga dan begitu keras. Aku pasang headset di telinga, musik-musik Maher Zain memberikan suasana berbeda. Mungkin karena lagi memang menggugah hati, tapi juga ketika posisi take-off aku benar-benar melayang dan terbang di angkasa. Burung raksasa ini mengepakkan sayapnya. Beberapa lampu di bawah terlihat semakin mengecil, saat itulah aku bermeditasi melupakan segala apa yang ada di dunia. Yang ada di pikiranku hanya ucapan rasa syukur kepada sang Maha Pencipta. Sampai akhirnya kaki ini turun dan mengijakkan kaki di Jakarta.

Buku dan Musik adalah perpaduan yang sangat tepat

Meditasi saat mendengarkan musik

Target, jadwal, sampai unpredictable schedule yang memberikan pressure begitu luar biasa terkadang membuat hati dan pikiran kacau balau. Kita berjalan dan melakukan aktivitas seolah seperti di alam mimpi, melayang tanpa arah yang jelas. Untuk mengembalikan ke kondisi normal, aku biasanya menggunakan musik yang ada di ponselku untuk didengarkan. Beberapa lagu sudah aku set untuk menangani apabila penyakit ini kambuh. Lagu itu sudah aku simpan di playlist media player ponsel dengan nama relaxing songs. Beberapa lagu Kenny G, Iwan Fals, Ebiet G Ade, sampai lagu-lagu instrument semua mencampur jadi suatu ramuan yang manjur untuk mengembalikan pikiran. Lebih manjur ketika mendengar lagu-lagu religi, sampai air mata tidak tertahankan untuk segera membawa kita kembali ke titik nol di mana semangat terbarukan dengan pikiran yang jernih. Dalam perjalanan ke sebuah tempat baru biasanya aku selalu menyiapkan musik sesuai dengan tempatnya, saat mendengarkan musik itu sepanjang perjalanan, saat itulah aku bermeditasi menenangkan sejenak pikiran dan hati, yang teringat hanya Sang Penguasa Hati ini. Kondisi seperti inilah yang mampu membuat kita bekerja lebih keras lagi, mencapai target apa yang ingin kita capai.

Meditasi di toko buku

Usahakan sebulan sekali, atau paling tidak tiga bulan sekali untuk mengunjungi toko buku. Aku selalu berada di sebuah dimensi yang berbeda ketika berada di toko buku. Memasuki toko buku seorang diri seolah aku bertransformasi semakin kecil, semakin kecil dan mengecil seperti semut di tengah kerumunan banyaknya manusia. Aku seolah tenggelam di tengah samudra ilmu pengetahuan yang masih banyak belum aku ketahui. Relaxing songs tidak jarang terdengar dari speaker yang terpasang dari berbagai penjuru ruangan menelusuk setiap rak hingga sampai ke kupingku. Saat seperti itulah aku bermeditasi, aku tarik nafas dalam-dalam dan merasakan begitu Agungnya Tuhan menciptakan ilmu pengetahuan, dan ternyata begitu bodohnya diriku yang selama ini penuh dengan kesombongan dan keangkuhan di dunia, padahal masih banyak yang belum aku ketahui selama ini.

Meditasi saat berada di ketinggian di Bali

Mengunjungi sebuah tempat yang baru merupakan sebuah perjalanan yang syarat akan makna. Nopember 2011 lalu aku berkesempatan mendatangi pulau Dewata Bali. Saat berada di atas pesawat, aku sebenarnya mulai bermeditasi, melihat gumpalan awan yang menjulang tinggi seperti bangunan di St. Petersburg, Rusia memberikan sebuah relaxing hati dan pikiran. Terlebih ketika mengunjungi objek wisata Garuda Wisnu Kencana, saat teman-teman rombongan yang lain sibuk foto-foto, aku menepi sejenak duduk bersila di sebuah gazebo. Karena letaknya yang berada di atas ketinggian, angin semilir berhempus lembut masuk ke hidungku, di bawah patung Dewa Wisnu aku melakukan gerakan semedi seperti yang ada di film Kera Sakti. Aku tarik nafas dalam-dalam, aku lepaskan semua pengat dan beban yang ada di tempat ini, aku biarkan angin membawa semua permasalahan yang ada padaku. Alunan musik khas Bali terdengar sayu dari kejauhan. Meskipun tidak lama, tapi aku merasakan meditasi di Bali merupakan sesuatu yang harus dikenang sepanjang 2011 ini.

Meditasi saat berada merayakan Hari Ulang Tahun

Meditasi yang paling istimewa adalah ketika berada di depan tumpeng perayaan HUT Plat-M kedua, 23 Desember kemarin. Waktu itu aku berada di dalam kondisi yang kurang nyaman. Kepercayaan diriku menghilang terbawa derasnya hujan kala itu. Meski rasa bahagia kedatangan orang-orang terdekat Plat-M, saat itu aku tidak bisa menyembunyikan kelelahan yang ada di wajah, pikiran dan hatiku. Aku masih berusaha sekuat tenaga melebur jadi satu bersama-sama nak-kanak Plat-M yang lain untuk menyiapkan acara bahagia hari jadi Plat-M yang kedua. Aku nyaris menitikan air mata ketika semua teman-teman undangan dan peserta yang hadir menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun mengikuti suara Jamrud di soundsystem. Sambil berdiri semuanya bertepuk tangan, perhatian tertuju menjadi satu yaitu Plat-M. Sebuah tumpeng sederhana terhidang di tengah-tengah ruangan. Sebagai Klebun, aku dipersilahkan memotong tumpeng itu, sebelum memotong aku minta ijin untuk berdo’a di depan tumpeng itu. Saat inilah aku bermeditasi, aku tidak menghiraukan beberapa teman-teman yang memotret mengabadikan momen itu, yang ada di pikiranku hanyalah Tuhan dan Plat-M. Aku memohon kepada Sang Maha Mengetahui agar Plat-M diberikan kesuksesan di masa depan. Plat-M bisa lebih Menduniakan Madura.

Lima kejadian peristiwa itu semakin mendekatkanku dengan sang Khaliq, sang Maha Mengetahui, sang Maha Penyayang. Karena aku sangat yakin Kehidupan alam semesta yang tampa oleh penglihatan kita sebenarnya ada sebab penghidupanNya.