‘Positive Value’

http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/05/Maskot-Pimnas-2011.pngMaskot PIMNAS 2011 di Makassar

Membawa nama Universitas ke ranah Nasional secara formal memang tidak mudah, apalagi ini merupakan pengalaman pertama sejak kuliah. Meski sebelumnya sudah memperkenalkan Madura dan Universitas Trunojoyo melalui aktivitas Plat-M di kancah perbloggeran nasional, tidak lantas membuat aku menikmati momen ini. Ya, momen itu bernama PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diadakan DIKTI untuk melatih dan memancing kreativitas Mahasiswa Indonesia. (more…)

Nokia Technology Workshop

Toke the photo together with Valeri Tai (Left) and Upik Sidarta (Right)

Malu dan termotivasi. itu mungkin perasaan yang bisa saya gambarkan setelah mengikuti Nokia Technology Workshop yang diadakan tanggal 23-24 Mei 2011 di Hotel Mercure – Surabaya. Begitu memasuki lokasi workshop, aku tertegun sekian detik seraya hati mengucap “inilah dia, orang desa yang bisa masuk hotel bagus seperti ini” (biasa kan di desa mana ada yang namanya hotel 😀 ).

Hari Pertama (Senin, 23 Mei 2011)

Gary Chan (jangan tertukar dengan Jacky Chan ya!) mengawali acara dengan presentasinya mengenai Nokia Developer Strategy, dengan tampilan stylist dan minimalist, Head sekaligus Developer Relations Manager (SEAP) ini juga menerangkan  (tentunya dengan menggunakan English) bahwa “tiga juta orang mengakses internet via mobile, dan itu mer merupakan kesempatan yang sangat besar bagi para calon developer untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang mobile (katanya English, tapi kok Bahasa Indonesia?). (more…)

Resensi Buku : Menjadi Dai yang Dicinta

Ketika serius membaca Menjadi Dai yang Dicinta

Awalnya aku berniat membeli sebuah buku di Gramedia Surabaya Plaza, dua buah buku sudah ditangan dan segera ingin aku bawa ke kasir untuk membayar dua buku tersebut. Tiba-tiba disaat masih membaca beberapa buku di rak bertuliskan spiritual, terdengar dari pengeras suara yang tepat berada di atas kepalaku. “bagi para pengunjung Gramedia, yang ingin menyaksikan launching buku Menjadi Dai yang Dicinta segera berkumpul di bagian depan Gramedia Surabaya Plaza, di samping saya sudah hadir penulisnya yang akan menjelaskan kepada kita tentang buku terbarunya.” suara perempuan yang manis tersebut menggugah semangat saya untuk segera melangkahkan kaki menuju sumber suara. (more…)

Blogilicious “neng Sorbaja”

http://farm4.static.flickr.com/3096/5724971297_3c46e80997_z.jpg

Disaat foto bareng saudara tua (Blogger TPC)

Sebenarnya postingan ini sudah ada di blog yang biasa aku gunakan sebagai blog sharing knowledge, tapi rasanya tidak ada salahnya untuk repost ke blog ini:

Sabtu Pagi aku janjian dengan teman-teman Plat-M berkumpul di Pom Bensin Kamal untuk bersama-sama  berangkat ke Surabaya. Rencananya kita akan menghadiri RoadBlog 2011 Blogilicious yang diadakan idBlogNetwork.com (IBN) bekerja sama dengan Komunitas Blogger Surabaya (TPC). Meskipun tidak tahu acara ini diadakan dalam rangka apa? Apa itu Blogilicious? Apa itu idBlogNetwork? Tapi aku dan Nak-kanak Blogger Plat-M lainnya tetap antusias dan semangat berangkat ke UPN Veteran Jatim, venueacara Blogilicious pada Sabtu-Minggu (14-15/05/2011). (more…)

Wah…! Gado-gado Rp2500,-

Seporsi gado-gado beserta uang kembaliannya

“Do…ga….dooooo..!” sebuah teriakan memecah kesejukan pagi hari di kampungku nan hijau. Teriakan itu bersumber dari seorang ibu setengah baya sambil memikul ember hitam besar berisi bahan-bahan untuk membuat gado-gado lengkap dengan sebungkus kerupuk khas Gado-gado di tangannya. Ya, ibu ini penjual gado-gado keliling yang biasanya berkeliling tempat tinggalku di sebuah desa hijau pedalaman Kamal. Kebetulan sekali aku baru saja dari dapur mencari makanan yang bisa untuk mengganjal perut sebelum sarapan, sial di dapur tak satupun yang bisa aku makan. Mendengar teriakan itu dengan cepat aku menghampiri ketika tepat berada di depan pintu rumahku. “Beli bu!” sapaku membuat ibu itu menoleh kearahku seraya menurunkan peralatan dagannya yang berada di atas kepalanya (dalam bahasa Madura disebut Nyo’on).

Aku sodorkan sebuah piring beserta uang Rp5000. Sebenarnya dalam hati bergumam “boleh gak ya, 5000 rupiah?”. Ibu itu langsung mengambil piring yang aku (more…)

Petualang Tak Terduga

foto bareng teman-teman COBS di pantai Lombang

Selesai acara Kopd(Nonb)ar Plat-M, aku bergabung dengan teman-teman COBS (Community Of Blogger Student) yaitu komunitas pelajar Bojonegoro di Universitas Trunojoyo ngopi di pelabuhan timur – Kamal. Meski hampir tengah malam, tapi aku sangat antusias untuk sekedar melepas lelah menyiapkan acara Plat-M. Segelas jahe panas menemani keakraban bersama malam itu, sampai ketika mereka membicarakan tentang rencana COBS yang mau kelilin Madura besok.

Hah..! Keliling Madura? Tanyaku dalam hati. Ingin sekali aku ikut mereka besok. Tapi kondisi badanku seperti terlalu lelah untuk berpetualang besok pagi. Apalagi hampir tengah malam begini bukannya istirahat buat kegiatan besok, malah keluyuran sampai dini hari begini.

Tapi “nasib” berkata lain, teman-teman COBS berhasil mengompori dan “memaksa”ku agar mengeluarkan uang untuk ikut mereka. Identitas seorang Klebun Plat-M membuatku dengan terpaksa sebenarnya mengeluarkan uang jajan sebulan untuk ongkos keliling Madura besok. Aku resmi ikut keliling Madura besok. Terlalu mendadak! Aku tanpa persiapan untuk besok. Akhirnya aku pulang dan mempersiapkan buat besok sekaligus istirahat, apalagi keesokan harinya harus berangkat pagi-pagi sekali. (more…)

Shogun ’94 Jalan-Jalan ke Sampang

view pantai Camplong

Minggu, 20 Maret 2011 menjadi sangat istimewa bagiku dan Nak-kanak Blogger Plat-M. Ini akan menjadi hari diadakannya Len-jelen Bareng Plat-M yang kedua, setelah yang pertama mengekplorasi keindahan Mercusuar Bergoyang Bangkalan.

Pagi itu terlihat lebih segar dari biasanya, karena semalaman hujan turun begitu deras dan paginya Matahari bergantian mengguyur bumi Madura dengan cahaya panas yang menambah keindahan pagi. Butir air hujan tampak belum jatuh dari dedaunan hijau di pinggir jalan. Wangi tanah yang masih lembut terkena aliran air hujan menambah suasana khas musim hujan di Madura.

Sesuai dengan janjian via sms, kita akan berkumpul di halte bus depan SMAN 1 Kamal. Setelah rampung, kita menarik gas motor masing-masing, ban motor mulai berputar dan akan mengantarkan kita ke Kota Sampang. Menurut mbak Erna yang asli Sampang, perjalanan ke sana akan memakan waktu 90 – 120 menit tergantung kecepatan motor berlari menuju kota di barat Bangkalan ini. Dengan menunggangi kuda besi tuaku bernama shogun ’94 melucur bersama 6 motor lainnya berjejer di jalanan Bangkalan – Sampang seperti semut yang berjalan di tembok. (more…)