Writingthon DIKTI: Dari Indonesia Untuk Citarum Harum

Sungai besar dan panjang tersebar di Indonesia. Kehadirannya menjadi sumber daya alam berharga, sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi sebagai tempat para paneliti dan akademisi memiliki banyak informasi yang bisa dibagi sebagai inspirasi untuk mewujudkan Citarum Harum.

***

Tubuhku terasa capai setelah terbang dari Jakarta, namun semangatku tetap berbinar menyambut kegiatan hari ini. Jakarta siang itu sedikit gelap, tak sinar matahari ketika aku menurunkan koper dari taksi. Suasana sangat teduh langsung terasa ketika memasuki Hotel Veranda.

Aku istirahat sebentar di kamar hingga Maghrib tiba. Iqbal datang 20 menit kemudian. Dia adalah peserta paling jauh karena berasal dari Aceh. Kemudian Darul, kawan baik yang sedang bekerja di Jakarta menemuiku. Kami mengobrol hingga Maghrib tiba. Usai sholat Maghrib aku dan Iqbal harus menuju ruang pertemuan untuk memulai kegiatan sebagai satu dari duapuluh peserta Writingthon Dikti. (more…)

Pengalaman Mengerikan di Bandara Taoyuan

Ini sebenarnya kisah lama, tapi kesan mengerikannya masih terasa hingga sekarang. Aku bersama Saide dan Kemal meninggalkan Taiwan setelah kuliah dua semester di NTUST. Kami pulang dengan membawa ijazah dan sedikit uang.

Ya sedikit uang, karena kami di Taiwan kuliah, bukan bekerja.

Momen sedih pun sempat terasa saat meninggalkan kampus. Terbukti dengan hujan yang mengiringi perjalanan kami. Waktu itu bersamaan dengan bulan puasa. Dan kami pun memilih penerbangan malam agar bisa berbuka puasa di Bandara. Kami memilih penerbangan paling murah, sehingga harus transit ke Singapura, dengan pesawat Besi Udara. (more…)