Review Buku Secercah Tinta
Resah dan gelisah. Itulah yang terjadi jika sehari saja tidak membaca buku. Ada sesuatu yang hilang. Maka dari itu aku selalu usahakan membaca buku setiap hari meski hanya selembar atau dua lembar. (more…)
Resah dan gelisah. Itulah yang terjadi jika sehari saja tidak membaca buku. Ada sesuatu yang hilang. Maka dari itu aku selalu usahakan membaca buku setiap hari meski hanya selembar atau dua lembar. (more…)
Usai memasang tali sepatu adidas warna oranye, aku meninggalkan dorm pagi-pagi. Aku diajak Saide untuk kerja paruh waktu. Sehari saja, sekaligus nonton konser band Noah di Taoyuan. Kota yang berada di sebelah barat Taipei.
Aku sudah siap menjadi karyawan sehari. Sekaligus mendengarkan langsung suara Ariel dari dekat.
Bersama partner kerja kami berkumpul di pintu TR di Taipei Main Station. Pintu ini yang menghubungkan MRT dengan kereta ke luar kota Taipei. Tiket untuk menuju Taoyuan 46 NTD, namun kali ini kami difasilitasi kantor. (more…)

Indonesian Student Association (ISA) di NTUST memanfaatkan banyaknya jumlah mahasiswa Indonesia dengan mengadakan berbagai acara. Salah satu yang kemarin digelar adalah Sparta (Sport and Art Performance). Acara ini sudah aku dengar saat pertama kali sampai di NTUST. (more…)
Sabtu pagi yang mendung menghiasi perjalanan kami dari dormitory menuju stasiun Gonggun. Kami berangkat saat sebagian besar penghuni kamar 125 dormitory II tertidur. Perlu waktu kurang dari 10 menit dan melewati kampus NTU untuk sampai di stasiun Gongguan. Stasiun starting-point bagi mahasiswa NTU dan NTUST. (more…)
‘Ketika di Taipei, kenapa punya motor dan mobil itu tidak lagi penting ya?’
Kami tidak pernah memikirkan apa model sepeda motor terbaru di Taiwan. Tidak peduli juga mobil canggih seperti apa lagi yang diliris. Rasanya semua itu tidak lagi penting ketika fungsi mereka telah disediakan pemerintah. Kebutuhan kendaraan untuk pergi ke suatu tempat dapat dipenuhi dengan mudah dan nyaman. (more…)
Jum’at pagi.
Jika di Madura, hari ini adalah hari pendek. Anak-anak sekolah pasti sudah memakai pakaian Pramuka dan berangkat sekolah dengan riang. Hari ini pulang pagi dan mereka bergembira ke masjid. Jum’atan.
Sementara itu di Taipei.
Aku bosan di dorm. Aku ambil ponsel, memakai sandal Eiger, keluar dormitory. Aku ingin menyaksikan wajah di sekitar kampus. (more…)
Jumat artinya kami harus pergi ke Masjid. Jumatan. Berangkat dari dormitory bersama-sama teman mahasiswa Indonesia yang lain. Kemal harus berboncengan dengan Pak Sani karena keterbatasan sepeda.
Sambil menunggu lampu merah di dekat parkiran YouBike, Pak Sani turun dari sepeda dan menempelkan kartu di samping sepeda, seketika Pak Sani dapat mencabut sepeda berwarna oranye dan menggunakannya. Kini tak ada yang berboncengan. Semua menggunakan sepeda satu persatu. (more…)
Jika mungkin dicatat, maka pertanyaan ini adalah yang paling banyak ditanyakan kepadaku: Bagaimana Rasanya Sekolah di Taiwan?
Aku tentu tidak bisa menyimpulkan bagaimana pendidikan secara keseluruhan di Taiwan. Aku juga tidak mau membanding-bandingkan dengan Indonesia. Prinsipku: setiap negara punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aku hanya bisa bercerita tentang apa yang aku alami selama bersekolah di Taiwan.
(more…)
Yes. It is time to company visit!
Kesiangan dan salah kostum mewarnai pagi di hari Selasa. Aku berniat rebahan sebentar di lantai berakibat gawat. Aku dan Saide baru bangun pukul 8.40. Padahal pukul 9.20 kami harus sudah di Shide Rd. Kami akan naik bis tepat di depan dormitory NTNU.
Kami bergegas. Di telinga seperti ada tabuhan genderang drum yang semakin cepat. Mandi dan berpakaian menjadi lebih singkat dari biasanya. Laptop ditutup meski menyala. Beberapa buku di masukkan ke dalam tas. (more…)