Bekerja itu Dibayar, Bukan Membayar!

Bagi orang Madura, terlebih yang berada di desa, sebuah sebuah kesuksesan besar adalah ketika berhasil diterima menjadi pegawai negeri sipil. Semua warga akan cepat tahu saat salah satu dari warga desanya menjadi seorang PNS. Terkenal mendadak seantero desa, bahkan akan menjadi perbincangan banyak orang. Para orang tua akan menjadikan seorang yang sudah menjadi PNS sebagai acuan kepada anaknya agar semangat sekolah.

“Lihatlah si Abdul itu, dia hebat dan rajin sekolah makanya dia menjadi pegawai. Kamu harus tiru dia!”, begitulah ujar orang tua kepada anak-anaknya. Akupun sering mendapat ucapan itu dari orang tuaku, terlebih ibu. Rasanya beliau menginginkanku menjadi seorang PNS yang berseragam pergi kerja dan mendapat pensiun. Aku diam saja dan mengangguk, aku merasa PNS itu seperti sebuah lambang kesuksesan luar biasa bagi warga Madura, tidak semua, tapi sebagian besar. Seperti sudah mengakar dan lekat dalam benak mereka. (more…)

Komunitas, Perubahan, dan Reformasi

Berkomunitas sudah menjadi aktivitasku sejak tahun 2009. Sebenarnya sejak kecil, aku (sebenarnya) sudah ikut beberapa perkumpulan meski tidak diberi nama komunitas. 2009 diberi amanah menjadi ketua Plat-M memberiku pengalaman tentang berkomunitas. Terlebih ketika datang ke acara NgabuburITSby pada Rabu (31/7) kemarin di Dapur Desa daerah Basuki Rahmat, Surabaya. Acara yang Read more…

Ramadan a la Hotel Bintang Lima

  Lagi, sebuah kesempatan langka datang padaku. Kali ini dipersembahkan oleh hotel bintang lima di Surabaya, JW Marriot. Ini bukan pertama kali aku menginap di hotel, tapi bagi orang desa sepertiku, menginap di hotel, apalagi bintang lima merupakan sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk belajar. Setidaknya belajar bagaimana cara menginap Read more…

Rantau 1 Muara, Seperti Berkaca Nyata


Negeri 5 Menara. Ngga akan ada habisnya jika kita diskusi tentang trilogi satu ini. Resensi kali ini mungkin adalah resensi ke-1000 atau bahkan lebih. Aku mungkin orang yang masuk dalam lingkaran ribuan atau bahkan jutaan orang yang terinspirasi dari novel ini. Aku tidak terlalu suka baca novel yang tebalnya bisa mengalahkan Alquran. Apalagi jika novelnya menggunakan sastra bahasa Indonesia. Aku yang lebih sering baca-baca paper, majalah, berita atau blog tentang teknik pasti kesulitan membaca novel dengan bahasa tingkat tinggi. Tapi hal ini semua tidak berlaku untuk ke-tiga novel trilogi Negeri 5 Menara. (more…)

Lambaian Awan di Atas Merapi

Kemarin sudah puas mengunjungi Borobudur. Hari ini, jadwal selanjutnya adalah Kaliurang. Objek wisata Kaliurang tidak ada yang istimewa menurutku, banyak dijumpai di Jawa Timur seperti di Malang ataupun Pacet Mojokerto. Akhirnya, aku menerima ajakan Pak Yazied, guru Sejarah naik menggunakan jeep ke kaki gunung Merapi. Melihat jejak meletus Merapi 2010 Read more…