Petualang Tak Terduga

foto bareng teman-teman COBS di pantai Lombang

Selesai acara Kopd(Nonb)ar Plat-M, aku bergabung dengan teman-teman COBS (Community Of Blogger Student) yaitu komunitas pelajar Bojonegoro di Universitas Trunojoyo ngopi di pelabuhan timur Kamal. Meski hampir tengah malam, tapi aku sangat antusias untuk sekedar melepas lelah menyiapkan acara Plat-M. Segelas jahe panas menemani keakraban bersama malam itu, sampai ketika mereka membicarakan tentang rencana COBS yang mau kelilin Madura besok.

Hah..! Keliling Madura? Tanyaku dalam hati. Ingin sekali aku ikut mereka besok. Tapi kondisi badanku seperti terlalu lelah untuk berpetualang besok pagi. Apalagi hampir tengah malam begini bukannya istirahat buat kegiatan besok, malah keluyuran sampai dini hari begini.

Tapi nasib berkata lain, teman-teman COBS berhasil mengompori dan memaksaku agar mengeluarkan uang untuk ikut mereka. Identitas seorang Klebun Plat-M membuatku dengan terpaksa sebenarnya mengeluarkan uang jajan sebulan untuk ongkos keliling Madura besok. Aku resmi ikut keliling Madura besok. Terlalu mendadak! Aku tanpa persiapan untuk besok. Akhirnya aku pulang dan mempersiapkan buat besok sekaligus istirahat, apalagi keesokan harinya harus berangkat pagi-pagi sekali. (more…)

Resolusiku di Tahun 2030

http://www.aliefmaksum.com/wp-content/uploads/2011/01/resolution-review.jpg

ilustrasi | sumber gambar: aliefmaksum.com

Tahun 2030, pada hari itu aku akan genap berumur 40 tahun. Life begins at Forty adalah sebuah kata pepatah yang sering aku baca mulai dari surat kabar hingga tulisan di sebuah kaos teman. Seperti apa aku nanti pada tahun 2030? Ini adalah mimpi yang aku buat disaat waktu tidur masih lama.

Kubuka jendela apartemen yang kubeli sebulan lalu, matahari mengintip dari balik gedung tinggi seolah menghalangiku bertemu dengan sinar keemasannya.Aroma kopi menyeruak dari arah belakang, bersamaan dengan tolehan kepalaku, secangkir kopi disuguhkan seorang wanita cantik. Bak pelayan bar mahal wanita ini menawarkan kopi yang dituangkan di atas secangkir putih. Iya, wanita itu adalah istri tercintaku. Ibu dari dua anakku yang sedang beranjak dewasa dan merajut mimpi-mimpi mereka. Meski sudah ada pembantu, tapi istriku tercinta ini selalu menyiapkan segala perlengkapanku sebelum aku masuk kantor. Mulai dari pakaian hingga berkas-berkas kantorku semua disiapkan.

Sepulang dari kantor, hidangan kesukaanku sudah menungguku di meja makan, ditemani lilin-lilin di atas meja aku dan keluarga kecilku dinner bersama dengan penuh kemesraan dan keakraban. Tawa canda kedua anakku yang menceritakan kejadian-kejadian lucu ketika belajar bahasa Inggris di EF dan istri tersenyum sambil saling curi pandang kepadaku. Pengat dan rasa lelahku hilang melihat senyum anak-anak. Malam seperti ini biasanya aku bercerita kepada mereka semua tentang perjuangan hidupku di desa. Sama persis seperti yang dilakukan Ayah kepadaku. Sekarang giliranku untuk meneteskan motivasi dan inspirasi ke dalam pikiran muda cucu kebanggaan Ayahku ini. (more…)

Shogun ’94 Jalan-Jalan ke Sampang

view pantai Camplong

Minggu, 20 Maret 2011 menjadi sangat istimewa bagiku dan Nak-kanak Blogger Plat-M. Ini akan menjadi hari diadakannya Len-jelen Bareng Plat-M yang kedua, setelah yang pertama mengekplorasi keindahan Mercusuar Bergoyang Bangkalan.

Pagi itu terlihat lebih segar dari biasanya, karena semalaman hujan turun begitu deras dan paginya Matahari bergantian mengguyur bumi Madura dengan cahaya panas yang menambah keindahan pagi. Butir air hujan tampak belum jatuh dari dedaunan hijau di pinggir jalan. Wangi tanah yang masih lembut terkena aliran air hujan menambah suasana khas musim hujan di Madura.

Sesuai dengan janjian via sms, kita akan berkumpul di halte bus depan SMAN 1 Kamal. Setelah rampung, kita menarik gas motor masing-masing, ban motor mulai berputar dan akan mengantarkan kita ke Kota Sampang. Menurut mbak Erna yang asli Sampang, perjalanan ke sana akan memakan waktu 90 120 menit tergantung kecepatan motor berlari menuju kota di barat Bangkalan ini. Dengan menunggangi kuda besi tuaku bernama shogun 94 melucur bersama 6 motor lainnya berjejer di jalanan Bangkalan Sampang seperti semut yang berjalan di tembok. (more…)

Hiraukan Komentar Negatif

http://bokunosekai.files.wordpress.com/2010/08/panjat-pinang.jpg

ilustrasi | Foto: http://bokunosekai.files.wordpress.com

Kadangkala kita sering terganggu dengan komentar negatif dari orang-orang terdekat kita, mulai dari rekan kerja, teman, sahabat bahkan orang tua. Adakalanya juga komentar miring itu harus diperhatikan, ada waktunya juga dibiarkan bak angin lalu saja.

Apakah anda termasuk orang yang mudah tersinggung dan menganggap komentar orang terdekat kita seperti tiupan udara dingin merasuk ke dalam tubuh? Apakah anda sering merubah pikiran bahkan merubah keinginan baik anda gara-gara mendapat komentar miring dari orang terdekat? (more…)

Persiapan Sebelum Kuliah (Belajar)

https://wahyualam.com/wp-content/uploads/2011/02/to_study_by_alma_lunar_1.jpg?w=300

Ilustrasi SKS (gambar: http://1.bp.blogspot.com)

Biasanya pada saat masuk ke ruang kelas untuk belajar/kuliah ,kita berangkat hanya dengan modal semangat dan pikiran teka teki apa yang akan dipelajari hari ini. Terkadang kita tidak tahu apa yang akan dipelajari pada kuliah/pelajaran hari ini. Kita hanya mengandalkan sebuah slide dari dosen/guru kemudian kita copy dan tersimpan rapi di komputer tanpa pernah kita buka lagi di rumah. Ketika ujian tiba, kita buka semua kumpulan file yang dicopy dari dosen dan kita baca semuanya dalam satu malam atau yang sering disebut SKS (Sistem Kebut Semalam). Apakah seperti ini cara belajarmu selama ini? kalau benar, segeralah cara belajar anda mulai sekarang untuk kebaikan anda di masa depan. Karena kemuliaan seseorang hanya dibisa dilihat dari ilmu yang dimilikinya.

Aku juga sering terjebak ke sistem belajar di atas, berangkat kuliah modal semangat kemudian duduk di kelas dengan pikiran mengambang tidak tahu apa yang akan dipelajari hari ini. alhasil pelajaran dari dosen seperti ilmu baru yang datang dari planet lain, orang yang mengajaripun (more…)

“Hadiah” dari Sang Idola

Novel Ranah 3 Warna bersanding dengan Negeri 5 Menara ditemani tas hadiah dari Mas Fuadi

Sebuah novel dikeluarkan Pak Husni dari salah satu loker di Laboratorium tempat biasa aku dan teman-teman warga lab berkumpul. Siapa yang mau pinjam, bawa saja! Pak Husni menawarkan kepada warga lab yang sedang asyik browsing internet. Mbak Fenny menyambutnya dengan senang dan membalik-balik novel tersebut membaca tulisan di cover depan dan belakang.

Negeri 5 Menara, nama yang unik menurutku, dengan A. Fuadi tertulis indah sebagai penulis dari novel ini. Lingkaran hijau bertuliskan National Best Seller tertempel gagah di pojok kiri cover novel tersebut. Keinginanku membacanya harus tertunda karena teman warga Lab, mbak Fenny ingin membacanya terlebih dahulu. Aku hanya bisa baca sinopsis novel tersebut di cover bagian belakang. (more…)

Belajar Menjadi Entreprenuer Muda

Pernah suatu hari aku menerima telpon dari sesorang yang mengaku dari Bandung memesan buku cara mencegah penyakit stroke, menurut si penelpon, keterangan itu dia dapat dari blog Majalah sekolahku ARASKA. Aku janji akan mengabari kalau pesanan sudah siap. Seiring dengan putusnya hubungan via telpon, aku juga berpikir tidak tahu kapan aku memposting berjualan buku yang Bapak pesan tadi, aku hanya posting tentang berita yang bermanfaat bagi teman-temanku di masa SMK dulu. Aku bingung dan melupakan telpon dari orang yang tidak aku kenal tadi. (more…)

Teknologi Punya Hati, Atau Hati Punya Teknologi?

Ilustrasi: I’m a Technology

Kedua speaker di kanan dan kiri dengan semangat mengeluarkan suara lagu-lagu religi dari “buku catatan elektronik” ini. Secara otomatis jari jemari menggerayang di atas keyboard untuk menekan tombol satu demi satu sesuai keinginan hati dan pikiran yang berkolaborasi memunculkan kalimat demi kalimat. Sepinya ruangan, sepinya hati, sepinya batin, menambah mudah untuk merangkai huruf demi huruf sehingga tersambung menjadi suatu kalimat yang bisa menginspirasi pembacanya.

Sebuah buku tulis, ponsel, mouse dan segelas teh terdiam seolah menyimak pembicaraan antara hati dan pikiran yang seolah memecah keheningan malam. Selama berbulan-bulan rasanya hati ini tidak henti diuji dengan rasa takut, galau, pesimis, marah, susah dan merasa terbebani. Ingin rasanya melupakan semua yang ada di depan mata dengan pergi ke negeri sebelah agar semua pekerjaan, beban dan perasaan yang mengrogoti hati ini hilang. Tapi tindakan ini terlalu lucu bagi seorang lelaki yang seharusnya bisa memimpin. Memimpin diri sendiri rasanya lebih sulit dari pada memimpin banyak orang. Maka dari itu pemimpin harus bisa memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. Bagaimana bisa memimpin diri sendiri dan orang lain jika di dalam hati ini terdapat banyak bug yang harus segera di perbaiki. (more…)