Melihat Keindahan Batu Cangghe di Pulau Giliyang

Ini tentang perjalanan ke timur. Menjelajah bibir utara Madura, menyeberang ke pulau, hingga melihat pesona bebatuan dengan panorama tak ada duanya.

Ini adalah trip yang sesungguhnya. Kalau minggu depan itu kita bekerja, bukan jalan-jalan. Begitulah yang aku katakan di dalam mobil. Aku, Raden, Aldi, Eko, Vicky dan Riska melakukan perjalanan empat kabupaten. Menyisir Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Perjalanan ini dalam rangka melakukan survei sebelum acara Menduniakan Madura yang akan dihadiri sekitar 50 blogger dari pelosok negeri. (more…)

Mandi Oksigen Giliyang

Di suatu dini hari di Giliyang. Peserta dan Panitia #MenduniakanMadura masih bergelut dengan mimpinya. Suasana sunyi dan hening, kecuali suara dengkuran dari beberapa peserta pria. Semilir angin laut pun berhembus di sekitar homestay. Hujan tadi malam membuat cuaca dini hari ini semakin sejuk. Aku terbangun dan melihat jam di ponsel Read more…

Menebar Semangat Membangun Negeri Berbasis TIK

Image result

Kemegahan Candi Borobudur – Sumber Foto: www.huffingtonpost.de

Bangsa ini kaya akan cerita heroik tentang pembangunan. Lebih dari seribu tahun lalu, di masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah, sebuah mahakarya dibangun dalam kurun waktu 75 – 100 tahun. Kini kita dapat menikmati kemegahannya setiap hari. Mahakarya itu bernama Borobudur.

Di abad ke-14, Raden Patah bersama Wali Songo berdiskusi untuk membangun simbol umat Islam di tanah Jawa. Berdirilah sebuah Masjid dengan wibawa yang luar biasa. Ada cucuran keringat pendiri di setiap senti ornamennya. Itulah Masjid tertua di tanah Jawa: Masjid Agung Demak. (more…)

Hanami di Shei-Pa National Park

“Worrrrrrggggh, itu sakuranya mekar sekali. Indahnyaaaaa.” Teriakan Mas Yusuf membuyarkan lamunanku tentang tesis. Isi kepala yang masih berisi tentang topik kota pintar tiba-tiba beralih mencari dimana bunga sakura. Kecepatan mobil diturunkan. Sambil mencari tempat parkir, ketiga orang di mobil sangat antusias melihat jejeran pohon genus prunus yang ditutupi bunga sakura Read more…

Terperangkap Kabut Menuju Wungli

Taipei dirundung awan gelap. Hujan pun tak terelakan lagi. Gerimis a la shower menghujam dari langit. Aku bergegas dari kamar menuju lab. Bukan untuk mengerjakan tesis, tetapi untuk transit saja. Sarapan sebelum berangkat ke Wungli.

Untuk melawan cuaca dingin dan hujan, aku menggunakan jaket hoodie yang dilapisi satu jaket lagi. Usai sarapan, Mas Yusuf menelponku, sempat terputus dan aku pun langsung bergerak dari lab ke tempat janjian. (more…)

Toleransi Taiwan, Republik Ceko dan Madura

restoran jepang di Taiwan

Makan malam bersama menjadi acara yang biasa diadakan oleh Profesor untuk mengakrabkan sesama anggota Lab. Kemarin sudah mengadakan acara makan malam bersama Profesor. Kami berniat untuk makan malam bersama tanpa Profesor. Hehehehe. 😀

Inisiatornya adalah Anson dan Mikel. Mereka berdua bersemangat sekali, apalagi rencana banyak teman satu lab yang ikutan untuk makan malam bersama.

Anson sudah memesan tempat. Menuruti permintaanku, kita berangkat setelah waktu sholat Maghrib. Sayang, tidak banyak yang ikut. Awalnya hanya berempat saja. Tapi di tengah perjalanan (more…)

Maokong, Kombinasi Perbukitan, Kafe, Teh dan Gondola

Maokong wahyualamcom Taipei

Aku keluar dari kabin Gondola. Melangkahkan kaki menuju pintu keluar station. Sempat ada masalah dengan Easy Card-ku yang tak terdeteksi. Entah kenapa ketiga Easy Card tak bisa terdeteksi. Sepertinya memang ada masalah di panel pembaca kartunya. Teknisi terlihat sedang membongkar salah satu panel yang lain.

Akhirnya, aku bisa keluar. Aku tak tahu berapa tarifnya. Ngga terlalu peduli, yang penting bisa segera melihat di area sekitar Maokong. (more…)

Naik Gondola ke Maokong

Perfect song on the radio
Sing along ’cause it’s one we know
It’s a smile, it’s a kiss
It’s a sip of wine, it’s summertime
Sweet summertime

Penggalan lagu Summertime dari Kenny Chesney menghentak di telinga bersamaan dengan kaki turun dari Metro Taipei. Aku menoleh ke kanan dan kiri melihat petunjuk arah. Aku mengikuti petunjuk Maokong Gondola yang berada di pintu Exit 2.

Satu-dua eskalator aku turuni. Aku sudah keluar dari stasiun MRT Taipei Zoo. Aku perlu berjalan sekitar 100 meter menuju stasiun Maokong Gondola. Aku berhenti sebentar melihat bunga yang bertuliskan Taipei Zoo. Memotretnya dan mengupload fotonya ke Twitter, kemudian melanjutkan langkah kaki ini. Masih sendirian. Meski hanya menggunakan kamera handphone, tapi tak menyurutkan semangatku. (more…)