Petani Tomat sampai Pantai Jumiang
Mobil merah kepunyaan @berbenah_diri meninggalkan Bangkalan yang lagi panas suhu politiknya. Suasana panas menjadi mereda dengan hujan yang menghujam deras bumi Syaichona Cholil. Mobil kijang merah mengangkut
Mobil merah kepunyaan @berbenah_diri meninggalkan Bangkalan yang lagi panas suhu politiknya. Suasana panas menjadi mereda dengan hujan yang menghujam deras bumi Syaichona Cholil. Mobil kijang merah mengangkut

Madura basah, dari Bangkalan sampai Pamekasan beberapa bagian terlihat masih basah dengan air hujan yang turun membasahi “bumi garam”. Acara #BisnisMaduraGoOnlinemembawaku harus keliling tiga kabupaten. Kali ini giliran Pamekasan. Kabupaten yang menyimpan banyak kisah, aku pernah tinggal di kabupaten ini selama 27 hari. Tidak lama, tapi kenangannya tetap masih terbang di depan kepala. Aku ngga bisa melupakan. Bukan arek lancor, bukan pantai Jumiang bukan api tak kunjung padam yang aku ingat. Tetapi sebuah desa kecil empat dusun di kecamatan Proppo: Rangperang Laok.
Desa ini ngga terlalu istimewa sebenarnya, bahkan penyebutannya sering salah dengan kecamatan Rangpenang di Sampang. Orang-orang lebih mengenal Rangpenang daripada Rangperang Laok. Kaos yang aku buat adalah untuk mengenalkan lebih Rangperang Laok. Bahkan catatan selama KKN sudah aku cetak dalam , meski melalui self publishing.
Kembali ke desa ini selalu memberi kesan luar biasa bagiku. Ternyata ikatan keluarga itu mempunyai (more…)
Hujan deras dengan setia menemani perjalanku dari Semarang ke Solo. Suasana berubah dingin, semakin dingin dengan pendingin ruangan AC bis patas yang aku tumpangi, lebih celaka karena aku tidak membawa jaket, karena di Madura panas –asumsi ndablek-. Dan benar saja, hujan begitu rata. Mulai dari kawasan Semarang atas, Salatiga, sampai Read more…
Sebenarnya, belum puas mengeskplorasi Ponorogo. Waktu 4 hari yang diberikan kalender 2012 ternyata sangat kurang. Apalagi kalau harus mengunjungi tempat-tempat indah di negeri ini. Indonesia, dengan ribuan pulau, ribuan tempat indah, ribuan pemandangan indah, dan ribuan pengalaman yang menanti. Tak akan ada habisnya. Begitulah kalau berbicara wisata Indonesia. Setelah adzan Read more…
Puas menenggelamkan diri bersama warga Ponorogo, masih bersama Sigit, aku diajak munggah ke Telaga Ngebel. “Oh, ada Telaga juga di sini?”, tanyaku dalam hati. Kami bertiga dua motor memecah keheningan malam ke timur Ponorogo, aku melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Sebelumnya kami mengambil jaket di kos, karena Read more…
Aku kenal Ponorogo dari film Negeri 5 Menara, meski sebenarnya lebih terkenal dengan Reyognya. Aku sangat beruntung bisa ada kerjaan di Madiun pada hari yang pas. Sehari sebelum 1 Muharram. Mampir ke Ponorogo saja mas, nanti sore dan nanti malam ramai di Ponorogo. Tulis Sigit, seorang teman dari Ponorogo yang Read more…
Baru kemarin rasanya aku dibentak-bentak kakak kelas di Ormaba, belum hilang rasanya ketika harus tidur tiga jam untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah, masih jelas terlihat bayang-bayang saat kamar seperti lautan kertas-kertas berisi makalah, proposal dan laporan untuk menggenapkan tugas kuliah. *** Bangkalan, 29 September 2012 Gedung Cakra, gedung yang berbentuk persegi Read more…
Malang, Sabtu, 8 September. Suatu pagi di Malang. http://t.co/TnqAuZtP — ALAM (@wahyualam) September 7, 2012 Dingin masih saja menjadi teman setia kami di pagi ini. cuaca dingin lebih menusuk di sekitar pukul 4-5 pagi. Suara hilir mudik kendaraan terdengar sesekali. Bunyi burung dipadu merdu bunyi serangga bercampur dengan tebal kabut Read more…
“Mas Wah mau ikut diklat warga lab? Masih ada 1 kursi kosong. Cuma bayar 50 rb Confirm please..”. Sebuah SMS masuk di ponsel hitamku. Kabar menarik dari Thoyik. “Waaah, boleh…boleh… kapan berangkat?”, dengan cepat tanggap aku membalasnya. “Besok pagi jam 7, kumpul di depan rektorat”, Ndeenggg! Seolah sebuah wajan besar Read more…