Di Balik Panggung #BN2011 Hari 3

Tidak terasa gelaran Kopdar Blogger Nusantara sudah memasuki hari ketiga yang berarti hari terakhir event, perasaanku bercampur seperti gado-gado antara sedih karena harus berpisah dengan teman-teman blogger Nusantara, senang karena acara sudah kelar yang berarti tugasku sebagai “stage manager” akan segera selesai.

Aku melihat rundown, acara hari ketiga hanya sampai jam 12.00 siang hari. Aku mengingat kembali apa yang harus aku siapkan. Beberapa berkas aku sudah siapkan, termasuk naskah Tekad Blogger Nusantara yang sudah dibuat oleh ketua Steering Commitee (SC) Blogger Nusantara yaitu Kang Suryaden. Malam hari sebelumnya aku menanyakan ke Kang Suryaden siapa yang akan membaca Jati Diri Blogger Nusantara dan Sumpah Blogger Nusantara ini. Kang Suryaden berpendapat yang membaca harus seorang cewek. Hal ini untuk memberitahukan bahwa Blogger tidak identik dengan cowok.

Action on the spot

Aku bingung, siapa kira-kira yang orang yang tepat untuk membaca teks yang sakral ini. Aku dapat satu nama yang tepat dan dirasa kredibel untuk membaca Sumpah Blogger Nusantara, orangnya adalah Mbak Rara dari AnginMamiri Makassar, aku hubungi dan dia langsung bersedia untuk membaca Sumpah Blogger Nusantara, sementara untuk Jati Diri aku belum dapat, akhirnya aku dan kang Suryaden malam itu melihat ke kanan ke kiri di dalam camp Blogger Nusantara mencari siapa yang kira-kira bisa membaca Jati Diri Blogger Nusantara, telunjuk kang Suryaden langsung menunjuk seorang cewek yang sedang bermain ponsel di sebelah kanan tempat kita diskusi. Aku langsung samperin yang berkenalan, namanya Niar dari BloggerNgalam. Setelah menjelaskan tentang tugasnya dan negosiasi yang alot, akhirnya Niar siap dan menerima “tantangan” dariku. Aku langsung menuliskan nama keduanya di rundown hari terakhir acara (30/10).

Antisipasi Waktu Kosong

Setelah bertemu dengan pengisi hiburan hari terakhir yaitu Mas Ardi, Koordinator Musik Patrol. Aku bergegas ke dalam Convention Hall, seperti biasa aku siapkan laptop hitamku dan menyiapkan segala apa yang perlu ditampilkan, bekerjasama dengan orang-orang multimedia di back stage. Aku melihat peserta sudah kompak memakai seragam yang diberikan panitia dengan tulisan I’m Blogger Nusantara di dada. Sekarang tidak ada lagi komunitas daerah, sekarang menyatu menjadi satu nama, Blogger Nusantara.

Semestinya acara dimulai jam 09.00, tapi sampai jam 08.55 peserta masih seperempat yang memasuki ruangan. Aku mulai gelisah kemana semua kah? tapi untunglah pada pukul 09.15 sudah terisi tiga perempat dan MC mas Joe Saputra berinisiatif untuk mulai saja pada pukul 09.20 wib, seperti biasa MC yang sekaligus penyiar radio di Pro 2 ini bisa menghidupkan suasana acara.

Ruangan kembali penuh ketika Musik Patrol menghibur blogger Nusantara di pagi yang indah di Sidoarjo. Aku lihat peserta terpukau dengan permainan alat musik seadanya yang dimainkan secara apik oleh remaja bahkan ada yang masih siswa Sekolah Dasar. Alunan alat musik yang kompak menggaung seisi ruangan Convention Hall.

Sambil musik patrol bermain, aku melakukan sedikit diskusi dengan MC mengenai beberapa penjelasan dalan rundown, terkait siapa yang membaca tekad Blogger Nusantara dan diskusi mau diisi apa setelah musik patrol ini, karena pemateri selanjutnya Mas Gempur dan Kang Suryaden belum keliatan batang pipinya (eh, batang hidungnya), aku hubungi ponselnya pada tewas semua. Aku coba hubungi panitia tidak satupun yang tau, kemanakah semua?

Aku sedikit panik seraya berharap teman-teman musik patrol bisa bermain lebih lama sambil menunggu kedatangan duo SC itu. Aku pergi ke belakang panggung, melihat apa saja yang sekiranya bisa menjadi doorprize sehingga acara kosong diisi dengan games kecil. Setelah ijin kang Arif EW aku mengambil 3 kaos (sebenarnya sama dengan yang dipakai peserta) dan aku masukkan ke tasnya Qwords.com, yang penting ada doorprize dan MC tidak kebingungan mau diisi apa waktu kosong ini.

Aku mengangkat jempolku memberi kode ke MC untuk memainkan games kecil, dengan cekatan MC langsung ‘beraksi’ dan dengan kreasinya bisa mengisi waktu menunggu dua pemateri dengan acara yang menarik meski hadiah yang diberikan tidak terlalu istimewa, yang penting menyenangkan.

Unpredictable Session

Kedua pemateri Suryaden dan Mas Gempur sudah datang acara diambil alih oleh Moderator Iqko Beruang. Sesi ini berlangsung menarik, peserta bisa sharing bahkan komplain mengenai ide camp Blogger Nusantara yang tidak standar orang kaya. Kenapa mandi harus antri? kenapa MCK tidak ada air? kenapa, kenapa dan kenapa?. Satu persatu peserta memberikan komentar tentang acara, ada yang mendukung, memberikan masukan, ada juga yang mengkritik semuanya ada pada sesi ini.

Mas Gempur dan Suryaden bergantian menceritakan semua apa yang ada, setelah mendengar penjelasannya semua peserta yang hadir menjadi care terhadap situasi yang ada, justru peserta yang hadir menjadi mengerti tentang arti kesederhanaan dan arti persaudaraan, semua menjadi tahu ternyata lebih banyak sisi positif daripada sisi negatifnya.

Aku memberikan kode ke Mbak Rara dan Niar untuk bersiap-siap membaca Tekad Blogger Nusantara, aku juga memberikan penjelasan ke MC bersamaan dengan koordinasi kedatangan Bapak Ketua Kadin Sidoarjo via telpon dengan asistennya. Aku sedikit memaksa harus datang sebelum jam 12, karena acara harus sudah cut setelah jam 12. Akhirnya itu dimengerti oleh ajudan Kadin Sidoarjo.

Di panggung, sesi tanya jawab belum selesai. Aku sudah mewanti-wanti dan mengangkat angka 5 bahwa acara sudah molor. Aku melihat jam tangan sudah jam 11.30 sedangkan sesi pembacaan Tekad Blogger Nusantara belum dibaca. Tugas yang seharusnya dibaca oleh MC sudah dibacakan semua oleh Mas Anjari, sehingga meringankan tugas MC. Aku harus memanggil Iqko Beruang untuk segera dibaca Tekad Blogger Nusantara, karena Ketua Kadin Sidoarjo sudah menunggu untuk menutup acara ini. Mas Anjari langsung mengambil alih. Kedua moderator di atas tidak tahu tentang siapa yang akan membaca, waktu juga sudah mepet, aku tidak mungkin berkoordinasi lagi karena kalau saya naik ke atas panggung aku pikir akan menghilangkan feel suasana acara dan Mas Anjari berinisiatif untuk memberikan tugas membaca Jati Diri Blogger itu ke salah satu perwakilan blogger yang ada di atas panggung.

Tidak tahu apa yang aku pikirkan kala itu, aku langsung berpikir kalau cuma dibaca begitu saja, momen ini kurang ada feel-nya. Padahal momen ini sangat sakral karena ada pembacaan Sumpah Blogger Nusantara, aku langsung menyiapkan sebuah lagu nasional yang dirasa cocok untuk momen seperti ini, aku buka secara cepat folder musik – lagu nasional – aku geret kursor laptop, pilihanku mengerucut ke dua lagu. Satu Nusa Satu Bangsa, apa Tanah Airku. Otakku sekarang harus bekerja cepat seperi Processor Quad Core. Dengan cepat aku siapkan lagu ciptaan Ibu Sud yang berjudul Tanah airku. Aku langsung koordinasi dengan ‘tukang sound’ untuk memberikan efek suara rendah ketika pembacaan Sumpah Berlangsung.

Aku tancapkan jeck audio 3,5 ke laptopku sambil mendengarkan apa yang terjadi di Panggung. Mas Anjari meminta Teks Tekad Blogger Nusantara yang sudah aku siapkan. Aku tampilkan Teks Jati Diri dan Sumpah Blogger Nusantara di kedua screen samping panggung. Ketika pembacaan dimulai, aku menekan tombol play untuk memainkan lagu Tanah Airku dan memberikan kode ke operator sound untuk menaikkan volume audio dari laptopku tapi dibuat agar menjadi backsound dan tidak menghalangi suara pembacaan Tekad Blogger Nusantara, Operator menaikkan jempol bertanda sudah dilakukan.


Video by: bloggerbojonegoro

Jati DiriBlogger Nusantara Kami Blogger Nusantara:

  1. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keragaman, kebebasan berekspresi selaras norma budaya nusantara.
  2. Mengembangkan potensi diri menjadi insan kreatif, mandiri, jujur, peduli, antusias, kritis dan profesional.
  3. Memanfaatkan teknologi informasi dengan kebersihan hati untuk mencapai tujuan dan mewarnai kehidupan
  4. Membangun jejaring dan berpartisipasi merawat bumi nusantara seisinya.
  5. Membangun sinergi, mendokumentasikan, mengasah kepekaan sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sumpah Blogger Nusantara:
Kami blogger nusantara, satu kebanggaan bersama, blogger Indonesia.
Kami blogger nusantara, satu misi bersama, persaudaraan dan kemandirian blogger Indonesia,
Kami blogger nusantara, satu visi bersama, insan kreatif media digital Indonesia
Sidoarjo, 30 Oktober 2011

Jati Diri Blogger Nusantara sedang dibaca, sedikit demi sedikit lagu Tanah Airku terdengar menggema lembut menyebar ke seluruh ruangan, aura Nasionalis langsung memuncak seperti trafik blog yang sedang naik ketika pembacaan Sumpah Blogger Nusantara. Kekompakkan seluruh blogger di Convention Hall yang mengikuti pembacaan Sumpah Blogger Nusantara oleh Mas Anjari dipadu backsound lagu Tanah Airku menjadi sebuah pertunjukkan yang membuatku merinding di belakang screen. Benar-benar khusyu’, pikiranku langsung pergi jauh mengingat pembacaan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 silam. lagu Tanah Airku memasuki relung hati dan suara dengan lantang membaca Sumpah Blogger Nusantara.

Aku sangat bangga, meski aku tidak ikut berada di depan panggung, meski aku cuma di belakang panggun, aku bahagia dan senang bisa berpartisipasi untuk mensukeskan momen penting dan sakral selama acara. Acara resmi ditutup oleh Kadin Sidoarjo yang menitip pesan agar menuliskan tentang apa yang ada di Sidoarjo.

Aku sangat bersyukur acara berjalan lancar, aku mengucap syukur kepadaNya atas suksesnya acara ini, meski banyak sekali kekurangan di dalam acara yang aku pegang ini, tapi lebih dari itu aku sangat bangga. sekali lagi aku sangat bangga.

 

ALAM

13 thoughts on “Di Balik Panggung #BN2011 Hari 3

    1. Thanks kawan, ini semua karena dukungan dari panitia dan semua pihak sehingga bisa lancar jaya!

Berikan Komentar