Dua Tangis Ribuan Tawa

Awalnya buku ini dipinjamkan oleh @rotyyu. Baru baca halaman pertama sudah membuat aku ketagihan untuk membuka lembaran lagi dan lagi. Begitu cepat dan tak terkendali. Meski terkadang terhenti karena kesibukan luar biasa. Buku “Dua Tangis Ribuan Tawa” tulisan Pak Dahlan Iskan ini membuatku mengerti banyak hal. Memberikan gambaran bagaimana orang-orang di belakang BUMN bekerja. Memberikan pengetahuan bagaimana cara berkomunikasi ala Dahlan Iskan. Teknik berkomunikasi dengan “bawahan” ini yang membuat pembaca buku tercengang. Pak Dis melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain.

Seperti biasa, beberapa quotes dari sebuah buku pasti aku catat untuk suatu hari bisa dibaca lagi dan memberikan pendobrak semangatku di masa mendatang!

The world is enough for people’s need but not enough for people’s greed – Dunia ini cukup untuk keperluan seluruh manusia, tapi tidak cukup untuk manusia yang rakus.

Salah satu yang aku suka dan memberikan inspirasi adalah ketika Pak Dis memberikan kemerdekaan ide kepada seluruh pegawai PLN sehingga siapapun dapat memberikan masukan dan pendapat. Ide bukan selalu hadir dari kepala, tapi ide milik siapa saja. Siapapun merdeka untuk menyampaikan pendapat. Akal sehat harus ditegakkan, akal sehat jangan dibunuh!, begitulah tertulis di buku itu.

Beberapa cerita di dalamnya mengisahkan bagaimana perjuangan PLN untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Motto “menyelesaikan permasalahan/hal besar dalam waktu yang pendek”. Motto itu sering muncul dari beberapa cerita di dalam buku ini.

“Orang yang terlalu lama berharap terus mendengar pujian seperti itu ibarat orang berjalan sambil melamum tiba-tiba saja kepalanya akan menabrak tiang listrik”.

“Semua masalah ternyata selalu bisa ditemukan jalan keluarnya, asal dipikirkan sungguh-sungguh dan dikerjakan mati-matian”.

“Manajemen yang baik tentu yang bisa mengatasi persoalan ketika persoalan itu muncul juga baik sejak perencanaanya, kalaupun saat itu semua jenjang manajemen melakukan proses manajemen yang baik, tentu antisipasinya sudah dilakukan dengan baik”.

Begitulah pelajaran yang aku dapatkan dari buku Dua Tangis Ribuan Tawa.

Foto: Okezone.Com

ALAM

6 thoughts on “Dua Tangis Ribuan Tawa

Berikan Komentar