Desembernya Kia

Published by ALAM on

Desember adalah bulannya Kia. Dimulai Desember 2017, bulan yang mengubah hidup kami, mengubah cara memandang hidup, mengubah arah perjuangan, mengubah semuanya. Benar, Kia mengubah hidup kami lebih berwarna, lebih banyak rasa: manis, pahit, asam, asin, gurih, dan semua rasa yang ada.

Desember 2017 aku menjadikan RS Haji Surabaya sebagai ‘a place between home and work’.

Setiap hari setidaknya dua kali ke RS Haji menjenguk Kia yang lagi bersantai di ruang NICU. Pagi mengantarkan sarapan ASI untuknya, sore menengok lagi dan sekaligus menjemput Ibunya pulang bersama. Begitu terus selama 24 hari. Tenang, kami tidak sampai menguras uang negara, kami masuk RS tanpa BPJS, bukan karena sombong, tapi karena belum sempat buat waktu itu.

Hingga 1 Januari 2018, Kia sudah pengen pulang, gak betah di NICU, ia sudah pengen tidur sama Ibu dan Ayahnya. Tapi seminggu sekali Kia harus ketemu dr. Monique, mungkin masih kangen sama RS Haji.
Jadilah setiap Jumat, aku sholat Jumatnya di RS Haji. Usai sholat Jumat, Kia sudah selesai main sama dokternya.

Begitu terus, setiap Jumat seminggu sekali, menggunakan Gocar. Karena gak mungkin naik motor bagi Nyonya yang baru SC. Entah sudah berapa banyak merek mobil yang kami gunakan dari berangkat dan pulang dari RS.

Usai main ke RS Haji, terkadang kita nakal membawa Kia nongkrong bareng kami di cafe, restoran atau ke mall.

Ada banyak hal terjadi ketika Kia lahir. Kami nikmati saja satu per satu kewajiban yang diharus dilakukan. Termasuk membayar tiga meter nota dari rumah sakit. Hahaha, beneran tiga meter yang berisi obat-obat yang dipakai ibunya dan Kia. Aku pikir itu akan dikembalikan, ternyata tidak. Tahu gitu aku dokumentasikan terlebih dahulu sebelum membayarnya.

Lahir prematur dengan berat 1.1kg membuat semua keperluan Kia harus bertuliskan prematur: susu prematur, popok prematur, baju dan perlengkapan semuanya harus extra kecil. Semua hal yang disiapkan sama sekali belum bisa dipakai. Glorbo kata orang Madura.

Salah satu yang paling aku ingat adalah membelikan kaus kaki bola, bukan untuk saya, tapi untuk Kia. Aku beli yang warna kuning dan pink. Lalu sama istri dipotong sedemikian rupa agar bisa dijadikan penutup kepala Kia (baca: koplok). Koplok yang kami siapkan baru bisa dipakai 4 bulan berikutnya.

Lalu popok. Ukuran NB (new born) masih terlalu besar untuk Kia. Kami berkeliling ke semua toko bayi terkecil hingga terbesar di Surabaya, tidak menemukan popok untuk bayi prematur, paling kecil hanya ukuran NB. Terkadang nitip ke RS Haji agar dibelikan, tapi kalau di RS sudah habis, kami kebingungan.

Untungnya punya saudara yang kerja di Mamypoko Jawa Timur. Kami paksa ia untuk membongkar gudang Mamypoko untuk mencari popok prematur. Dari situ stok popok kami aman. Setidaknya hingga 3-4 bulan lamanya. Doa kami waktu itu: semoga Kia cepet besar sehingga bisa berganti popok yang ukurannya sudah ada di supermarket.

Kia berusia 6 bulan, kami galau. Karena aku diterima S3 di Taiwan. Kami butuh waktu dan momen yang pas untuk izin keempat orang tua kami. Tapi persiapan tidak boleh terhenti. Akhirnya kami secara diam-diam mempersiapkan semua persiapan ke Taiwan. Hal pertama yang kamu lakukan adalah membawa Kia ke imigrasi untuk membuat paspor, waktu itu kami sembunyi-bunyi dari ortu kami. Izinnya buka puasa di luar. Jadilah Kia sudah punya paspor di usia ke-7 bulan. Hingga umur ke-9 bulan, kami membawa Kia ke Taiwan hingga sekarang.

Dan kini ukuran popok Kia sudah XL, bajunya sudah dua kali ganti ukuran. Badannya sudah mulai memanjang: nyaris separuh Ayahnya.

Suasana getir hilang ketika melihat senyummu. Rasa capai sehabis bekerja meleleh saat menatap matamu. Wangimu menentramkan jiwa. Setiap progres kehidupanmu adalah keajaiban. Kata baru yang keluar dari mulutmu adalah ketakjuban. Teruslah jadi perempuan yang adaptif, pembawa kegembiraan, pintar hingga penghalang orang tuanya dari api neraka seperti yang diriwayatkan Bukhori Muslim.
Rasa syukur tak akan muat ditulis di caption IG ini. Salah satu syukur kami yang terbesar adalah tak pernah rewel jika diajak keluar, baik jalan kaki, naik sepeda, mobil, bis, kereta, kapal ataupun pesawat terbang. Justru jika rewel di rumah, akan terhenti seketika jika pintu dibuka dan diajak keluar.

Ayo cepet besar, nanti Ayah ajak lihat hebatnya dunia yang ada di balik pintu rumah.

生日快樂,可愛!
Selamat ulang tahun, Lucu!

Iya arti nama Mandarin Kia itu lucu. Waktu mencari nama mandarin yang pas, ibunya ketemu kata Kě’ài (可愛); secara harfiah berarti lucu. Kita pilih kata itu karena pengucapannya sama dengan Kia. Kia; Kě’ài. Mirip lah ya.

Jadilah pakai nama mandarin Kě’ài (可愛). Saat awal tiba disini, setiap ke petugas imigrasi atau NHI, petugas pasti bertanya dua kali:

Ini benar namanya Kě’ài (可愛)?
Iya benar
Hooo Kě’ài (可愛) aaa
(Duuh, lucunya)
Emang bener kok: Kia itu Kě’ài. Kia itu lucu.
English 英文名: Kiasatina Andini Alamsyah
Chinese 中文名: 可愛
Maduranese 馬杜拉名: Bhok Tina
可愛現在四歲了!


ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

0 Comments

Berikan Komentar