Tas Kecil Selalu Menempel Saat Berada di Telanga Ngebel, Ponorogo

Tas Kecil Selalu Menempel Saat Berada di Telanga Ngebel, Ponorogo

Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang traveler ketika menjalani ibadah jalan-jalan. Salah satu hal yang terpenting adalah tas, tempat menyimpan barang bawaan.

Bekal adalah hal yang dapat menentukan arah perjalanan kita. Jangan sampai ibadah jalan-jalan tidak terdokumentasi gara-gara lupa membawa kamera/smartphone, akibatnya ngga bisa posting foto di instagram atau path.

Aku selalu mengutamakan membawa barang seperlunya saja. Jika terlalu banyak, maka ibadah kita tidak khusyu’, justru tersiksa dengan beban berat di punggung. Perjalanan pun jadi tidak begitu nyaman. Terganggu.

Banyak barang yang aku bawa berpengaruh dengan pilihan tas. Jika jalan-jalan ke luar kita dan perlu pakaian ganti, maka tas jalan-jalan (travel bag) adalah pilihan utama. Ya, jika pergi ke luar negeri, tas besar alias koper dirasa cocok untuk membawa barang bawaan yang seabrek. Tapi ngga lucu ya kalau bawa koper ke gunung.

Jika jalan-jalan, aku lebih memilih bawa tas ransel travel dan tas tambahan (additional bag) yang lebih kecil ukurannya. Tas tambahan ini digunakan untuk menyimpan barang yang sering dipakai seperti: gadget, kacamatan, bulpen, catatan hingga permen.

Kombinasi antara tas besar dan tas tambahan menjadi hal yang diperhatikan jika mau ibadah jalan-jalan menjadi khusyu’.

Untuk tas besar, aku sengaja memilih tas yang bisa dual-mode. Nyaman digunakan untuk ngantor, juga tetap elegan dibawa untuk camping. Tetap ada tempat laptop dan ruang tas yang luas untuk menyimpan pakaian dan kamera genggam. Tidak lupa aku selalu membawa buku bacaan untuk mengusir rasa bosan saat menunggu boarding pesawat atau sedang berada di dalam pesawat atau bis. Tetap menambah wawasan dan tidak membuang waktu sedikit pun.

Selain buku, hal kecil yang selau ada di tas jalan-jalanku adalah headset. Rasanya aku harus menunda naik pesawat jika lupa membawa headset. Mendengarkan musik adalah hal yang wajib bagiku dalam melakukan ibadah jalan-jalan. Selain untuk merelaksasi pikiran, musik juga bisa digunakan untuk menumbuhkan ide kreatif mencatat segala detil perjalanan. Agar menghasilkan tulisan yang ciamik dan kemudian diposting di blog.

Buku dan headset aku sandingkan dengan iPod, iPad, catatan kecil, bulpen, permen dan uang receh di dalam tas yang kecil agar mudah diambil sewaktu-waktu.

Begitu pentingnya antara kombinas tas besar dan tas tambahan dalam melakukan ibadah jalan-jalan.

Selamat menunaikan ibadah jalan-jalan, kawan!

ALAM

ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

9 Comments

indahjuli · July 23, 2014 at 12:36

Postingannya mantaaaap, pasti….
Kok dikit sih nggak sampai 1000 kata ya :p

rotyyu · July 24, 2014 at 12:02

Emang pernah kemping kau bun?

Fahmi (catperku.info) · July 24, 2014 at 13:12

Cukup dengan backpack 50 L bisa bertahan sampe dua minggu di jalan XD

    Wahyu Alam · July 24, 2014 at 21:00

    Tapi lumayan berat bawanya. ckckck

Didut · July 31, 2014 at 19:23

jadi merk tas apa yang direkomendasikan? 😀

kempor · August 18, 2014 at 13:43

penting cring2.
Itu kalau aq sih milih daypack.

bisa buat naik gunung, bisa buat jalan2, ke kantor juga nggak gedhe2 amat.

    Wahyu Alam · August 27, 2014 at 09:23

    Betul. Aku suka yang seperti itu juga: daypack. 😀

Berikan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

*/
%d bloggers like this: