Nyareh Malem asareng Plat-M

Hari itu terlihat ada yang berbeda di PP Al-Hikam, Burneh, Bangkalan. Biasanya kalau bulan Ramadhan seperti ini suasana pondok sepi karena ditinggal santrinya pulang kampung. Sekarang nampak beberapa motor dan mobil terlihat berjejer rapi di halaman masjid Pondok. Spanduk bertuliskan Selamat Datang peserta NgabuburIT berkibar tersapu angin sepoi-sepoi siang hari menandakan ada sebuah acara di Pondok yang dikelilingi sawah ini.

Setelah mengantarkan salah satu narasumber NgabuburIT shalat, aku mengantarkan beliau ke lokasi acara diadakannya NgabuburIT versi Madura ini. Beliau adalah Pak Onno W. Purbo. Sebuah kehormatan dan pengalaman bagiku bisa bertatap muka dan menyambut kedatangan beliau di Madura untuk kedua kalinya ini. Setelah sholat Dhuzur, Bapak yang sering muncul di acara e-Lifestyle Metro TV ini langsung bergegas untuk memberikan materi workshop sesuai dengan permintaan panitia yaitu demonstrasi SchoolOnOffline. Sebuah OS turunan Ubuntu yang dimodifikasi agar bisa digunakan sekolah-sekolah yang ingin belajar internet tetapi tidak mempunyai koneksi internet yang cukup.

Satu demi satu peserta berdatangan, ruangan workshop yang awalnya cukup lengang kali ini terlihat penuh sesak dengan guru, siswa, santri dan teman-teman dari berbagai komunitas yang hadir dalam workshop dengan pemateri seorang “pahlawan IT Indonesia” ini. Memakai kaos putih bertuliskan blogdetik.com pak Onno meminta salah satu untuk menjadi relawan menemani di depan mendemonstrasikan SchoolOnOffline, tanpa berpikir panjang kali lebar aku langsung beranjak ke depan membantu beliau mengajari peserta yang hadir. Suasana benar-benar seperti kuliah, ada projector dan screen, di depannya ada ‘mahasiswa’ yang menyimak pembicaraan ‘dosen’nya.

Aku sebagai ‘asisten dosen’ dadakan kala itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya apa yang tidak saya mengerti. Sesekali anekdot-anekdot Pak Onno membuat suasana ruangan pecah karena gelak tawa pesertanya. Aku bertugas untuk mendemokan cara instalasi Linux Ubuntu ke peserta. Pak Onno yang menjelaskan, ada ilmu baru yang aku dapatkan dari demonstrasi Instalasi Linux Ubuntu ini. Saya baru tahu kalau jumlah space yang digunakan untuk swap dalam partisi Linux tidak boleh terlalu banyak apabila memory RAM yang digunakan PC/Notebook tersebut sudah besar. Karena memory Toshiba hitamku sudah 2 GB, space yang digunakan untuk swap cukup 400 MB saja. Padahal aku pernah membaca kalau jumlah swap itu harus dua kali jumlah memory yang ada di dalam PC. Alasan itu aku utarakan kepada beliau. Beliau menjawab hal itu dilakukan pada jaman dahulu kala saat memory RAM masih kecepatannya kecil-kecil, sanggahnya. Aku terus menjadi ‘asisten dosen’ sampai demonstrasi bagaimana menggunakan wiki.

Setelah instalasi, berikutnya adalah instalasi server. Dalam sesi ini laptopnya si Darul yang dijadikan bebek percobaan. Instalasi server ini dimulai dari instalasi wordpress, sampai instalasi email server yaitu squirrelmail. Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 15.00 yang berarti waktu sudah habis untuk sesi Worshop ini. Aku mengutarakan kepada peserta untuk shalat Ashar terlebih dahulu kemudian kembali ke lokasi sebelah untuk mengikuti sesi berikutnya yaitu Talkshow.

Sesi selanjutnya akan menghadirkan local expert (pakar lokal) yaitu Pak Slamet Widodo sebagai salah satu pembina Plat-M juga di Madura. Beliau kita pilih menjadi pakar expert yang akan berbicara pada sesi 1 tentang membangun komunitas di era media baru.

Pak Slamet Widodo yang juga dosen pertanian Universitas Trunojoyo ini berbisik kepadaku tentang posisi dirinya yang akan berbicara mewakili local expert, tetapi beliau menyarankan aku sebagai ketua komunitasnya yang berbicara di depan. Menurutnya di acara NgabuburIT di kota sebelumnya juga menampilkan ketua komunitasnya untuk pembicara local expertnya.

Meski terbilang dadakan, aku iakan maksud Pak Slamet Widodo. Saya pikir yang lebih mengerti seluk beluk Plat-M saya, apalagi temanya membangun komunitas dan sifatnya talkshow, jadi saya tinggal menjawab pertanyaan yang dilontarkan moderator. Saya bersiap meski sempat nervous, tapi bismillah sajalah.

Joko sebagai Master of Ceremony membuka acara Talkshow yang kemudian diserahkan kepada moderator Pak Onno W. Purbo. Saya ditunjuk menjadi narasumber pertama dalam sesi 1 Talkshow ini. Aku ambil microphone yang diberikan Pak Onno kepadaku. Aku baca bismilah dalam hati seraya memulai pembicaraan tentang bagaimana pembentukan Plat-M pertama kali kala 2009 lalu. Ini adalah pertama kaliku berbicara panjang lebar di sebuah acara besar Plat-M di depan beberapa komunitas sekaligus. Tapi anekdot-anekdot segar menggelitik ala Pak Onno W Purbo membuat rasa grogiku hilang dibawa angin semilir pondok Al-Hikam.

Aku mulai enjoy di depan sebagai salah satu pembicara talkshow ini, tidak terasa adzan maghrib sudah berkumandang. Panitia di luar ruangan bersiap membagikan ta’jil untuk para peserta dan pemateri dari ICTWatch dkk. Dengan berbuka puasa bersama, maka berakhir pula acara NgabuburIT di Madura kali ini. Sesi ramah tamah, makan bersama, berbagi souvenir, foto-foto menjadi sesi wajib di akhir acara. Momen yang sangat langka di sebuah pulau gersang bernama Madura ini.

ALAM

3 thoughts on “Nyareh Malem asareng Plat-M

Berikan Komentar