Pesan untuk Kelas XII

Kelas duabelas, rasanya terlalu muda aku memanggilmu Nak. Aku panggil saja engkau dengan sebutan teman.

Teman, tanpa terasa sudah dua semester aku menemanimu belajar TIK di sekolah tercinta kita ini. SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan seperti gubuk yang menaungi kita dari sengatan matahari di pematang sawah. Engkau adalah murid pertama saatku memutus untuk menerima tawaran sekolah ini menjadi guru TIK.

Pertemuan dua semester tentu tidak banyak mengartikan apa-apa untukmu. Belum bisa dijadikan bekal untukmu lanjut ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau sekadar mencari kerja. Ilmu tentang CorelDraw dan Powerpoint saja tidak cukup untuk melepasmu teman.

Harapan yang kamu tulis saat ujian terakhir TIK semoga menjadi kenyataan. Semua harapanmu itu baik, teman. Sekarang bagaimana membuat harapan dan cita-citamu itu menjadi nyata. Tidak perlu takut dan minder menghadapi masa depan. Hadapilah dengan tegak, gagah berani dan tanpa rasa takut sedikitpun. Bulatkan tekadmu, genggam tanganmu dengan erat, singsingkan lengan baju, buatlah tekad yang seratus kali lipat lebih keras dari baja yang melintang di jembatan Suramadu. Tantang masa depan. Bahagiakan orang tuamu dan menjadilah pemuda Indonesia yang berkarya untuk negerinya. Jangan lupa selalu taat beribadah dan berbuat baik ke sesama.

Engkaulah generasi emas terakhir di sekolah ini. Engkau adalah dua kelas terakhir, engkau adalah penyemangat guru untuk datang ke sekolah, pengundang gelak tawa di setiap tingkah lakumu yang begitu aneh itu. Semuanya itu akan menjadi sebuah lukisan yang abadi di sekolah ini. Sekolah tidak akan pernah melupakan jejakmu, teman.

Kabarilah sekoah disaat kamu sudah berada di depan pintu gerbang suatu negara tertentu. Kirimlah pesan melalui sosial media ketika kamu berhasil cita-cita yang kamu inginkan. Jangan pernah lupakan sekolah. Sekolah juga tak akan melupakanmu, teman.

Selamat berjuang, semoga sukses selalu menyertai kita semua.

ALAM

Berikan Komentar