Pesantren Banyuwangi Belajar TIK

TIK Pesantren banyuwangi
Wahyu Alam Beraksi di Workshop TIK Pesantren

Banyuwangi. Aku sebelumnya belum pernah datang ke kabupaten ini. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan selat Bali ini ternyata merupakan kabupaten yang punya banyak potensi. Ada banyak objek wisata yang bagus, katanya.

Pertama kali ke tempat ini adalah pada tahun 2005, waktu itu aku mengikuti rombongan SMP untuk berwisata bersama ke Bali. Artinya, aku ke Banyuwangi hanya sekadar lewat saja.

Hari ini, aku datang ke sini, untuk berbagi sedikit pengalamanku. Ya, sedikit, karena memang tidak terlalu banyak. Tapi semoga bisa bermanfaat. Aku diajak oleh Pak Nopy untuk berbagi tentang blogging di pondok pesantren Bustanul Makmur, kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Orang-orang di pondok ini sangat baik. Mereka menyambut kami dengan sangat ramah. Menyediakan rest area bagi pemateri yang panitia yang datang dari Surabaya. Peserta yang datangpun juga banyak. Senang sekali melihat semangat santri dan pegiat pondok pesantren di Banyuwangi. Mereka datang bersama laptop mereka. Senang rasanya, melihat orang yang memakai sarung dan koplok, dan tidak lupa laptop di tangannya.

Peserta datang dari beberapa pesantren di Banyuwangi dan sekitarnya. Kerennya lagi, mereka juga ada yang dari Madura, jadi aku punya teman satu suku. Suku Madura. Hehehe. 😀

Memang, ada banyak suku Madura di beberapa wilayah di Jawa Timur, biasanya populer disebut Madura Swasta. Lah, kok jadi mbahas Madura? Oke, back to the topic!

Ngapain saja di acara itu?

Acara ini dibuat untuk meningkatkan dakwah islami dengan berlandaskan paham Ahli Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Hal ini berawal dari keprihatinan akan banyaknya konten negatif yang tidak sesuai dengan paham Aswaja. Maka dari itu, untuk memperbanyak konten positif sesuai dengan paham Aswaja, pelatihan ini dibuat berkeliling pesantren se-Jawa Timur.

26-27 Oktober 2013 adalah waktu untuk pondok pesantren Bustanul Makmur menjadi host atau tuan rumah. Materi dasar tentang internet, membuat blog, internet marketing, kiat menulis, search engine optimization hingga streaming radio dan video.

Aku bagian mengenalkan bagaimana berinternet sehat dan kiat menulis.

Senang rasanya bisa berbagi kepada mereka yang ternyata kesemuanya adalah ustadz. Padahal saat acara aku panggil Mas atau Bapak. Karena lebih sering pakai kata yang formal seperti ini, meski, mungkin aneh buat mereka. Maafkan aku, ustadz!

Semoga apa yang aku sampaikan bisa bermanfaat. Amin!

ALAM

6 thoughts on “Pesantren Banyuwangi Belajar TIK

  1. Ceritanya serasa kurang lengkap, ceritakan dong bagaimana reaksi para ustad dan santri terhadap materi yang kamu bawakan 🙂
    Anyway, ikutan komen Darul, jos tenan 😀

Berikan Komentar