Konsep #MenduniakanMadura

plat-m-menduniakan-madura-besama-bpws-konsep-acara

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari tulisan behind the scene Menduniakan Madura. Bagian pertama bisa dibaca di sini, dan bagian kedua bisa dibaca di sini. 

Konsep #MenduniakanMadura ini berhubungan dengan rundown, kesiapan panitia dan jumlah peserta. Mempunyai acara empat hari tiga malam, dengan jadwal super padat memerlukan banyak hal kreatif. Kami paham betul, banyak sekali beberapa momen membosankan. Apalagi peserta terpisah dengan panitia. (more…)

Kolaborasi #MenduniakanMadura

plat-m-menduniakan-madura-besama-bpws

Ini adalah bagian kedua dari behind the scene Menduniakan Madura. Bagian pertama bisa dibaca di sini.

BPWS meminta untuk mengeksplorasi jejak-jejak pembangunan BPWS di semua kabupaten di Madura. Tidak banyak yang mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh BPWS selama ini. Padahal BPWS sudah melakukan banyak hal di beberapa titik strategis di Madura. Memang wilayah yang menjadi tanggung jawab BPWS adalah Surabaya dan Madura. Namun, Pemkot Surabaya meminta agar proses pembangunan di Surabaya mereka tangani sendiri. Maka sejak itu, BPWS hanya berfokus pada pembangunan di Madura. (more…)

Persiapan #MenduniakanMadura

#MenduniakanMadura | Foto: insanwisata.com

#MenduniakanMadura | Foto: insanwisata.com

Kepulanganku dari Taiwan ke Indonesia harus memberikan makna. Aku ingin kembali ke Madura dan memberikan dampak positif bagi Madura. Itu saja sudah luar biasa.

Tak butuh waktu lama, selang dua minggu berada di Madura, tantangan memberikan dampak kepada Madura itu hadir begitu saja. Dimulai dengan undangan dari BPWS untuk menjadi narasumber promosi offline dan online di acara pelatihan desa wisata se-Madura. Aku bertemu pejabat BPWS, disela-sela acara kami berdiskusi tentang Madura, wisata dan dunia maya. (more…)

Sutasoma dan Nawacita

coverpotret

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya ~ Presiden Jokowi

Mengatur lebih dari 258 juta orang tentu tak mudah. Belum ada pemerintahan di belahan bumi manapun yang dapat menyatukan visi lebih dari tiga belas ribu pulau terpisah. Tak ada pemerintahan yang mampu membungkus ratusan suku ke dalam satu kesatuan yang utuh. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan Indonesia.

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Åšiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Lebih dari 600 tahun yang lalu, di masa Kerajaan Majapahit, Mpu Tantutar pernah menulis beberapa syair Jawa Kuno di Kakawin Sutasoma. Salah satu penggalan isinya (more…)

Menebar Semangat Membangun Negeri Berbasis TIK

Image result

Kemegahan Candi Borobudur – Sumber Foto: www.huffingtonpost.de

Bangsa ini kaya akan cerita heroik tentang pembangunan. Lebih dari seribu tahun lalu, di masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah, sebuah mahakarya dibangun dalam kurun waktu 75 – 100 tahun. Kini kita dapat menikmati kemegahannya setiap hari. Mahakarya itu bernama Borobudur.

Di abad ke-14, Raden Patah bersama Wali Songo berdiskusi untuk membangun simbol umat Islam di tanah Jawa. Berdirilah sebuah Masjid dengan wibawa yang luar biasa. Ada cucuran keringat pendiri di setiap senti ornamennya. Itulah Masjid tertua di tanah Jawa: Masjid Agung Demak. (more…)

Terobosan, Inovasi dan Kreativitas BPWS untuk Madura

terobosan-inovasi-kreativitas-bpws-wahyualam-com

Mereka milik pemerintah, namun tak punya birokrasi kolot. Jiwa mereka seperti anak muda, bergerak cepat dan kreatif.

Pemerintahan selalu identik dengan birokrasi kolot. Untuk mengurus izin atau surat pun butuh waktu berhari-hari. Meski tak semua pemerintahan begitu, namun setiap langkah pemerintahan harus didasari undang-undang. Itulah yang membuat gerak mereka terbatas. Setiap melakukan terobosan, inovasi dan kreativitas selalu terbentur masalah peraturan. Tak sedikit proposal terobosan, inovasi dan kreativitas itu hanya berhenti di pimpinan. Gerak pun jadi tak bebas. (more…)

Aku Seorang Guru SD

Aku seorang guru SD. Baru seminggu aku mendapat tugas mengajar di SD pedalaman yang berada tak jauh dari kota Sumenep. Ketika tinggal di desa ini, aku merasa tak ada yang berbeda, desa ini sama seperti desa pada umumnya. Warganya berbusana sederhana, aktivitasnya tak jauh-jauh dari bertani dan berternak. Suasana alamnya Read more…