Persiapan #MenduniakanMadura

#MenduniakanMadura | Foto: insanwisata.com
#MenduniakanMadura | Foto: insanwisata.com

Kepulanganku dari Taiwan ke Indonesia harus memberikan makna. Aku ingin kembali ke Madura dan memberikan dampak positif bagi Madura. Itu saja sudah luar biasa.

Tak butuh waktu lama, selang dua minggu berada di Madura, tantangan memberikan dampak kepada Madura itu hadir begitu saja. Dimulai dengan undangan dari BPWS untuk menjadi narasumber promosi offline dan online di acara pelatihan desa wisata se-Madura. Aku bertemu pejabat BPWS, disela-sela acara kami berdiskusi tentang Madura, wisata dan dunia maya.

Hingga akhirnya pemikiran kami bertemu dalam satu sumbu. Promosi wisata Madura harus terus digalakkan.

Sebagai blogger, aku menceritakan tentang pengalamanku diundang beberapa komunitas blogger di kota lain. Aku beri pemahaman bahwa dunia promosi wisata tak lepas dari namanya blogger. Pejabat BPWS itu mulai tertarik. Apalagi memang internet terus berkembang, mau tidak mau promosi melalui dunia maya memang diperlukan. Dan aku merasakan persamaan visi antara Plat-M dan BPWS.

Tak seperti berdiskusi dengan pihak pemerintahan daerah, BPWS langsung memberikan kesempatan kepadaku untuk mengirimkan proposal konsep acara yang diinginkan Plat-M untuk mempromosikan Madura.

Tiba-tiba mimpi lama itu kembali menyeruak. Mimpi mengundang blogger nasional ke Madura sepertinya akan menemukan titik terang. Setelah enam tahun berusaha, belasan acara dengan berbagai sponsor, hingga berbagai pertemuan dengan pejabat daerah atau bahkan Bupati, akhirnya mimpi Plat-M itu berpeluang menjadi nyata.

Namun keinginan menggebu tak lantas langsung terwujud. Semuanya memang butuh proses. Lebih dari sebulan proposal masuk, tetapi belum ada jawaban apapun dari BPWS. Hingga di suatu hari, aku mendapatkan kabar bahwa Kadiv Promosi BPWS menyetujui konsep acara dan diminta untuk presentasi di hadapannya.

Sebelum menghadap langsung ke Kadiv, aku diminta untuk mematangkan konsep dan rencana anggaran biaya terlebih dahulu. Beberapa pertemuan pun dilakukan dengan pejabat terkait. Hingga komunikasi intens via chatting dan email.

Tentunya beberapa kesepakatan harus dibicarakan di awal. Tentang tema besar dan tujuan kegiatan ini pun harus sudah dikemas ke dalam bentuk rundown acara. Setelah pertemuan pertama dengan Kadiv dan disepakati acara ini akan digelar, aku memaksa untuk segera ditentukan tanggalnya.

28 Oktober siang menjadi titik awal bahwa acara yang kami beri nama #MenduniakanMadura akan digelar pada 22-25 November 2016 dengan durasi 4 hari 3 malam di Madura.

Aku sedikit memaksa menentukan tanggal, selain karena sudah disepakati semuanya, juga untuk memberikan waktu bersiap-siap kepada peserta yang akan ke Madura. Tentu mereka perlu memikirkan cuti, beli tiket perjalanan hingga berbagai pertimbangan yang lain.

Beberapa kesepakatan dengan BPWS adalah semua peserta datang ke Madura dengan biaya transportasi sendiri dan acara diadakan pada tengah pekan. Aku jadi takut tidak banyak blogger yang bisa mengikuti acara ini. Atas dasar saran teman, aku memposting keinginan mengajak blogger keliling Madura dalam acara #MenduniakanMadura di Facebook. Tentunya aku mengingatkan bahwa kami tidak menanggung biaya transportasi ke Madura.

Hasilnya DAHSYAT!

Aku merasa menjadi artis sehari. Belum pernah status personal sepertiku dikomentari lebih dari 200 orang, di-share lebih dari 70 kali hingga puluhan Inbox masuk ke akun Facebook-ku. Aku merasa menjadi artis sehari. Tak pernah seperti ini jika aku menulis status di Facebook sebelumnya.

Rasa senang berubah menjadi kikuk dan khawatir saat mengetahui dana akan dicairkan 100% setelah acara. Hal ini katanya biasa terjadi jika bekerjasama dengan plat merah. Pikiranku tiba-tiba jadi penuh sesak. Beberapa pertanyaan membredel pikiranku. Mau kah kira-kira CV yang kami ajak kerjasama menalangi dananya terlebih dahulu? Jika tidak, dari manakah kami mendapatkan pinjaman uang? Jika dibatalkan, bagaimana dengan statusku yang menjadi viral sehari? Bayangan menjadi pemberi harapan palsu kepada blogger pun berada di depan mata.

Kami pastikan semuanya. Hingga keesokan harinya, aku menjadi tenang ketika Pak Mukti, owner CV Mandala Wisata berjanji akan menalangi terlebih dahulu kegiatan ini. Beliau berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan-kegiatan pemuda Madura dalam memajukan wisata di Madura.

Aku menjadi terharu saat sahabat saya, Vicky juga ikut patungan atas nama CV Madura Indah Wisata. Meski CV-nya belum diresmikan, namun ia juga berkomitmen memajukan wisata Madura.

Ada lebih dari 200 orang blogger yang mendaftar. Baik via komentar, inbox, email atau bahkan japri via Whatsapp. Dengan dibantu tim dari Plat-M, aku menyeleksi nama-nama yang mendaftar. Dengan berbagai pertimbangan besar, akhirnya 35 orang blogger terpilih.

Setelah dipastikan lagi, peserta terpilih sudah diumumkan, cuma ada satu kalimat yang ada di kepalaku: ACARA INI HARUS TERLAKSANA DAN SUKSES!

Kini hari-hari pun menjadi sibuk. Perbincangan di grup Whatsapp panitia, revisi rundown dari BPWS, hingga mengakomodir permintaan dan pertanyaan peserta menjadi rutinitas yang menyibukkan.

Bersambung ke kolaborasi…

ALAM

7 thoughts on “Persiapan #MenduniakanMadura

  1. ciee yg jadi artis..bener bener senang ketika bisa nyangkut akhirnya ikut sama teman-trman semua akhh saya terharu disana seperti udah kenal lama, dan merasa wajah-wajahnya familiar hehe…ternyata persiapannya juga wow gak gampang. semangat untuk plat-M

  2. Sungguh terharuh baca ini karena saya termasuk salah satu dari 35 blogger yang terpilih. Setelah ikut acara #MenduniakanMadura tahun ini beneran ingin balik ke Madura lagi dan kulik lebih dalam lagi tentang Madura. Sukseslah ratjun yang disebar selama empat hari kemarin. Ditunggu cerita behind the scene berikutnya, mas Wahyu. 😉

  3. Aku yg mendaftar via email pun pasrah dengan keputusan terpilih atau tidak. Eh beruntung banget terpilih. Dan setelah ikut acaranya, aku juga pingin balik lagi ke Madura loh.Banyak wisata yg belum terjamah olehku..

    Ayok Halim, wisata lagi yuk, aku ikuuuuut!

Berikan Komentar