5 Langkah NTUST Meredam Covid-19

Published by ALAM on

Sebagai kampus dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di Taiwan, NTUST dibuat lebih sibuk dari biasanya ketika memasuki awal semester. Hari pertama kuliah diundur dua minggu untuk melihat kondisi terkini penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Selama libur mereka manfaatkan untuk menyusun langkah-langkah preventif terhadap Covid-19.

Setidaknya 5 langkah berikut yang dilakukan NTUST untuk meredam Covid-19 masuk ke dalam kampus.

1. Preventif melalui email.

Mulai dua minggu sebelum awal perkuliahan Spring 2020, kampus sudah sangat perhatian memberikan informasi perkembangan Covid-19 melalui email. Setiap hari ada update terbaru yang berisi imbauan bagi mahasiswa yang sudah di Taiwan ataupun yang masih akan datang ke Taiwan.

Bagi yang berada di Taiwan, diharapkan untuk tidak mengunjungi keramaian, dianjurkan sering-sering cuci tangan, hingga menggunakan masker. Bagi yang akan datang ke Taiwan, dilarang transit via Tiongkok dan Hong Kong. Ini larangan ketika di awal Februari, tentu sekarang sudah berbeda.

2. Tracking melalui formulir online dan telpon

Untuk mendeteksi sedini mungkin, mereka menyebar formulir online via email untuk mengetahui siapa saja yang sudah berada di Taiwan, baru saja datang, dan masih akan datang ke Taiwan. Teman saya kebetulan baru saja datang dari Indonesia dan transit Hong Kong, dua hari sesampainya di Taiwan, keluar aturan dilarang transit Hong Kong. Dia mengisi formulir yang isinya pertanyaan apakah dia transit di Tiongkok atau Hong Kong atau tidak? 10 menit kemudian dia mendapatkan telpon dari kampus, diberi termometer, dan diminta karantina mandiri di apartemennya. Setiap dua hari diwajibkan melaporkan suhu tubuhnya.

Waktu itu dia bergumam, “tahu gini saya bisa menunda keberangkatan dari Indonesia ke Taiwan”. Namun belakangan dia bersyukur berangkat lebih awal. Jika tidak, mungkin dia akan cuti kuliah selama setahun.

3. Update informasi melalui website khusus

Kampus membuat website khusus yang isinya update informasi tentang pandemi Covid-19. Informasinya terdiri dari update larangan negara transit sebelum ke Taiwan, hingga update aturan terbaru dari pemerintah Taiwan terkait penanganan virus. Website juga disediakan dalam bahasa Mandarin dan Inggris: anti-epidemic.ntust.edu.tw

4. Set up kampus ramah virus

Beberapa hari sebelum perkuliahan di mulai kampus sudah berbenah. Dimulai dari stiker di dalam lift, kami dilarang berbicara dan diharuskan pakai masker. Lalu dua Mushola kami ditutup sementara, kemudian di meja makan di kantin diberikan sekat kaca plastik, di atas meja ditempeli stiker dilarang ngobrol selama makan, di beberapa tempat strategis dipasang poster bagaimana hidup sehat dan di bawahnya disediakan alkohol gratis. Bagi yang baru datang dari luar negeri dan merasa badan panas, pusing, pilek dan batuk-batuk dibolehkan tidak masuk, cukup melapor via email atau telpon yang disediakan.

Awal perkuliahan pintu kampus ditutup dan hanya ada dua pintu depan dan belakang. Awalnya hanya dipasang kamera pendeteksi suhu panas, belakangan harus menunjukkan student ID untuk bisa masuk kampus. Begitu juga di pintu masuk dan keluar dormitory, dites suhu tubuh, jika lolos dipasang stiker bertanda khusus.

Sedangkan di dalam kelas, dosen diharapkan untuk stay di dekat papan tulis, tidak terlalu mendekat ke mahasiswa, lalu bangku deret pertama harus dikosongkan, jika memungkinkan boleh melakukan perkuliahan secara online, boleh tidak masuk jika pusing, batuk dan pilek. Semua aturan dilonggarkan, tetapi proses perkuliahan normal seperti biasa, bedanya bangku pertama kosong, dan kami harus membiasakan mendengar pendapat teman dengan suara yang tertutup masker.

5. Mengerti kesulitan mahasiswa.

Saya yakin, jika ditanya, mahasiswa NTUST pasti setuju kalau kampusnya sangat mengerti dan paham kesulitan setiap mahasiswa. Hal kecil seperti tata cara membeli masker pun diinformasikan melalui email, lengkap dengan peta apotek terdekat dan url jika ingin melalukan pemesanan secara online, bahkan bagi mahasiswa internasional yang baru datang butuh masker disediakan secara terbatas di Office of International Affairs (OIA).

Kemarin saya juga mendapatkan email, kalau kampus NTUST membuka beberapa lowongan pekerjaan khusus bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial karena terdampak Covid-19.

Hal kecil-kecil seperti ini yang membuat kita suatu saat akan rindu suasana kampus, rindu perhatian-perhatian kecil seperti ini. Mereka bukan sekadar melayani, melainkan membantu memudahkan keperluan kami sebagai mahasiswa di masa pandemi. Dan Alhamdulillah, NTUST masih 0 positif hingga sekarang.

 

**Jika ada yang kurang, boleh ditambahkan via kolom komentar ya guys!


ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

1 Comment

Susilowati · August 9, 2020 at 20:21

Covid ini beneran menghantam semua segi kehidupan. Semua jadi sulit. Sedih saya gak bisa ngunjungi anak di pesantren.

Berikan Komentar

%d bloggers like this: